Kamis, 17 Agustus 2017

Metode Hard Selling Tak Selalu Cocok untuk Promosi di Instagram

Ikhtisar
  • Promosi yang menginisiasi engagement, seperti konten inspiratif ataupun berisi tip, lebih mudah diingat para pengguna.
  • Kerja sama dengan influencer di Instagram juga memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap produk yang dipromosikan.

Pada 26 Juli 2017 lalu, Instagram mengumumkan bahwa pengguna aktif mereka di Indonesia sudah mencapai angka lebih dari 45 juta. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding awal 2016 yang baru menyentuh angka 22 juta pengguna.
Jumlah pengguna Instagram di Indonesia yang cukup besar membuat banyak brand melakukan promosi melalui platform tersebut. Namun melakukan promosi di Instagram juga tidak mudah, karena tidak semua pengguna cocok didekati dengan metode hard selling ataupun promo, Setidaknya hal itu dirasakan oleh Senior Marketing Communication and PR Manager Blibli Lani Rahayu.
“Di Instagram cukup menantang karena penggunanya pilih-pilih. Karena itu, kami berbicara lebih dekat dengan pengguna. Misalnya, waktu itu kami bikin promo harian untuk konsumen, Monday Mom’s Day. Kami bisa bicara ke pelanggan sebagai teman,” ujar Lani.
Lani Rahayu Senior Marketing Communications and PR Manager Blibli | Photo
Lani mengungkap kesalahan yang pernah dilakukan pihaknya ketika promosi di Instagram, yakni saat mencoba metode direct selling. Metode ini, kata Lani, tak begitu efektif bagi pihaknya karena membuat mereka kurang dekat dengan target yang ingin disasar.

Follower enggak nambah-nambah. Ternyata kami enggak engaging. Akhirnya bikin konten tip dan inspirasi, event engagementfashion inspiration, gandeng influencer,” ujar Lani. “Hasilnya, lebih banyak pengguna yang melihat iklan kami, dan mereka pun mengingatnya.”
Hal senada juga dikatakan Jangkar Bawono, founder dari @portblueshoes. Di Instagram, kata Jangkar, dirinya tidak selalu mempromosikan produk. Namun ia juga memperlihatkan proses pembuatan produk dan material yang digunakan. “Kontennya variatif, sehingga pelanggan enggak bosan,” tuturnya.

Berguna untuk mendongkrak bisnis

featured image instagram
Menurut Product Marketing Director Instagram, Susan Bucker Rose, banyak pengguna Instagram yang membuka akun untuk mencari produk. Karena itu, ia menilai Instagram bisa dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk mendongkrak bisnisnya.
“Pengguna bisa follow akun lain sesuai ketertarikannya. Kemudian, menonjolkan visual. Selain itu, Instagram juga mendorong pengguna untuk melakukan eksplorasi terhadap produk-produk baru,” papar Rose.
Mengingat potensi pengguna di Instagram yang begitu besar, Lani menambahkan bahwa pelaku bisnis harus menyesuaikan konten promosinya dengan pengguna. Kemudian, pelaku bisnis juga harus membuat para pengguna merasa terinspirasi lewat konten yang disajikan, tak melulu mempromosikan produk.
Engage and inspire, tentukan apa nilai yang ingin diberikan kepada konsumen,” ucapnya. Tip terakhir, Lani menyarankan pelaku bisnis di Instagram untuk menggandeng artis atau selebgram yang memiliki pengaruh di media sosial tersebut.
Instagram
Review Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android Yellow
Varies with device 1,000,000,000 - 5,000,000,000
GRATIS
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan; Sumber gambar: Katherine Vesna)