Selasa, 15 Agustus 2017

5 Prediksi Trend Content Marketing E-Commerce di Indonesia tahun 2017

Content Marketing merupakah hal penting yang sudah seharusnya menjadi perhatian bagi tim marketing di seluruh perusahaan yang menawarkan jasa atau barang ke konsumen. Khusus pada industri E-Commerce, kegiatan content marketing menjadi faktor utama dalam terciptanya brand awareness, dan juga meningkatnya customer loyality.

Mengapa content merketing sangat penting? Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini customer sudah terlalu sering dipaparkan model marketing “hard selling”. Harus ada nilai tambah yang diberikan kepada customer sebelum menawarkan produk & jasa yang kita dimiliki.
Kilas balik tahun 2016
Tahun 2016 menjadi tahun dengan pertumbuhan jumlah konten terbesar di Indonesia. Mulai dari E-mail marketing bertema yang dilakukan berbagai E-Commerce termasuk salah satunya Lazada yang berusaha tidak hanya menawarkan produk-produk yang mereka jual secara random kepada customer, namun memberi nilai tambah dari produk-produk tersebut dengan cara mengkategorikannya menjadi contohnya “Perlengkapan Wajib untuk Perjalanan Mu”.
Seri video yang dilakukan Tokopedia dengan tema “Ciptakan Peluangmu” yang berisi cerita sukses orang-orang yang memutuskan untuk menjadi partner mereka. Tujuan konten ini adalah untuk menarik lebih banyak orang agar memanfaatkan Tokopedia sebagai platform jualan online.
Selain dua video tersebut, Bukalapak juga hadir dengan kompetisi video bernama “Festival Iklan Bukalapak”. Kompetisi ini diadakan sebagai peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Bukalapak menantang para creator video untuk memproduksi iklan dengan tema “Pahlawan”. Tujuan diadakannnya kompetisi dengan hadiah fantastis ini adalah memperkuat brand awareness dari Bukalapak di masyarakat Indonesia.
Tahun 2017 dipastikan semua E-Commerce di Indonesia akan semakin memaksimalkan aktifitas content marketing untuk mendapatkan jumlah pengunjung website lebih banyak, conversion rate lebih tinggi & juga publikasi yang lebih luas.
Konten apa saja yang akan bertebaran di tahun ini?
1. VIDEO VIDEO VIDEO
Sejak tahun 2016, Bukalapak & Tokopedia sudah memanfaatkan video sebagai salah satu bentuk content merketing mereka. Tahun lalu aktifitas video lebih banyak terfokus pada YouTube, karena memang saat itu YouTube merupakan platform video terbaik untuk video.
Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi, kita akan melihat banyak video yang diproduksi E-Commerce di platform yang beragam.
Di tahun 2017 kita akan melihat banyak video dengan durasi pendek yang memanfaatkan platform seperti Instagram stories &  Facebook stories.
Selain video berdurasi pendek, kita juga akan melihat banyak video live streaming. Saat ini sudah banyak platform yang menyediakan fitur ini seperti Facebook, Youtube dan juga Instagram. Fitur ini dapat digunakan E-Commerce untuk mempublikasikan event yang mereka adakan, video tutorial penggunaan produk, sesi question & answers dengan CEO atau bisa juga untuk mengumumkan berita.
Yang tidak kalah menarik adalah video dengan format 360 drajat. E-Commerce akan mulai memanfaatkan gadget seperti Samsung 360 untuk memperkaya konten video mereka. Model video ini dapat dimanfaatkan untuk office tour bagi keperluan rekrutmen, product showcase & masih banyak lagi.
2. Marketing Influencer
Kalo si A yang ngomong soal kamera percaya gw mah, soalnya emang dia fotografer
Yap, ini efek yang diharapkan E-Commerce ketika melakukan kampanye influencer. Sebagai seorang marketer kita paham bahwa tingkat kepercayaan orang ketika mendengarkan rekomendasi dari sesama konsumen lebih tinggi, ketimbang mendengar informasi langsung dari brand.
Andrew, sekarang mah orang udah pada tau mana yang real post, mana yang paid promote
Betul, itu yang akan menjadi tantangan bagi tim marketing E-Commerce di tahun 2017. Kita harus bisa memutar otak bagaimana cara memanfaatkan chanel kampanye ini dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Marketer harus cerdas untuk memilih influencer yang tepat, waktu kampanye yang pas, dan juga alur cerita yang nendang.
Tahun 2017 akan banyak kampanye influencer yang berfokus pada platform-paltform seperti Instagram, YouTube & juga Blog. Twitter tetap akan digunakan, namun tidak akan seramai media sosial lainnya.
3. Konten Interaktif
Fokus dari content marketing adalah customer, yaitu bagaimana kita sebagai branddapat membawa “manfaat” kepada customer dari koten yang kita produksi. Interactive content sudah sangat terkenal di pasar Eropa & juga Amerika. Di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia bentuk konten seperti ini masih sangat sedikit.
Salah satu media yang mulai melakukan investasi di bidang konten interaktif adalah Kompas.com dengan produknya yang bernama Visual Interaktif Kompas.
Bentuk konten ini bertujuan untuk memaparkan data-data dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Dengan begitu, diharapkan akan banyak orang berkunjung ke website/page tersebut untuk melihat & juga mendapatkan informasi yang dibuat. Selain pengunjung, konten interaktif seperti ini juga bisa mendapatkan publikasi-publikasi dari media, sehingga berdampak kepada brand awareness dan juga kepercayaan publik terhadap E-Commerce yang bersangkutan.
Gimana contoh kontennya Ndrew?
Kita ambil studi kasus Bhinneka sebagai e-commerce yang fokus pada produk Gadget and Tech. Mereka dapat membuat konten interaktif yang menunjukan perkembangan produk gadget & tech yang digunakan seseorang sehari-hari dari tahun 1945 - 2017. Misalnya, tahun 45 untuk melihat waktu orang mengantongi jam, untuk berkomunikasi jarak jauh orang menggunakan kertas dan tinta. Tahun 2017 orang menggunakan smart watch untuk melihat waktu dan juga smartphone untuk berkomunikasi jarak jauh.
Tahun 2017 diprediksi mulai akan ada E-commerce yang bereksperimen dengan konten berbentuk interaktif untuk menjadi yang pertama yang mendahului pemain-pemain lain.
4. Infografis
Infografis bukan strategi baru dalam content marketing, namun masih terus digunakan karena memang masih efektif untuk memaparkan data-data dengan cara yang ringkas ke pembaca.
Ada banyak tujuan E-Commerce membuat konten infografis, bisa untuk mengedukasi pasar dan juga media mengenai bagaimana prilaku belanja online masyarkat Indonesia berdasarkan data yang mereka miliki; membuat step by step cara orang untuk bergabung menjadi penjual di toko online; berbagi informasi layanan promosi yang mereka miliki kepada tenant; atau juga sekedar ingin merespon trend yang ada saat itu.
Berikut ini adalah salah satu contoh infografik yang kami buat di iPrice untuk merespon trend mengenai iPhone 7 yang berjudul “Harga iPhone 7 di negara-negara Asia Tenggara”.
Dengan tingkat ketertarikan masyarakat Indonesia pada konten yang memiliki kualitas visual yang bagus, di tahun 2017, infografis masih akan menjadi salah satu bentuk content marketing yang akan di produksi E-Commerce.
5. Konten yang mobile-friendly
Berdasarkan penelitan yang dilakukan Gfk sekitar 93% pengguna internet di Indonesia lebih senang mengakses web menggunakan smartphone dari pada desktop.
Dengan data seperti ini, di tahun 2017 para marketer memiliki tantangan untuk menciptakan konten yang dapat dengan mudah dikonsumsi dari smartphone. Jika ingin membuat infografis, harus mulai memperhatikan jenis font yang digunakan, jangan sampai terlalu kecil & tidak terbaca. Jika membuat konten interaktif harus membuat versi responsif. Video-video yang dibuat harus sesuai dengan ukuran platform yang digunakan. Contohnya, jika ingin membuat video di Instagram Stories, bentuk videonya adalah vertikal, sedangkan untuk video instagram feeds, youtube atau facebook bentuknya horizontal.
Sudah ada beberapa E-Commerce yang melakukan beberapa prediksi diatas. Dalam kurun waktu 1-2 bulan kedepan kita akan melihat banyak konten-konten unik dan juga menarik dari berbagai pemain E-Commerce di Indonesia!
sumber