Rabu, 12 April 2017

Cara Membuat Blog Bagian 3 – SEO dan Optimalisasi Blog


3COMMENTS
Cara membuat Blog - SEO | Featured
Hai pembaca setia Tech in Asia Indonesia! Kembali lagi dalam seri Cara Membuat Blog. Pada tahap ketiga ini, kamu akan mempelajari cara “mendongkrak” popularitas artikel dalam blog kamu. Kita akan masuk ke dalam tahap search engine optimization (SEO) dari konten yang telah dibuat pada blog.

Konten yang bermanfaat adalah penentu terbesar dari kesuksesan sebuah blog. Akan tetapi, apalah arti dari sebuah konten menarik jika tidak ada yang membacanya? Konten kamu bisa saja sangat informatif dan insightful, namun apabila tidak ada upaya untuk membawa konten kamu ke tengah-tengah audiens, sama saja kamu mematikan potensi konten tersebut secara perlahan.
Pada seri cara membuat blog bagian ketiga ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang optimalisasi mesin pencari (SEO). Saya akan membahas beberapa hal dasar seperti instalasi Google Analytics dan Google Search Console ke dalam blog, serta beberapa tip menarik untuk mengoptimalkan konten yang kamu buat agar lebih “bersahabat” dengan mesin pencari.

Mengapa melakukan SEO?

Optimalisasi SEO | Image 23
Sumber: Unsplash
Konten adalah raja. Dengan membuat konten yang menarik bagi pembaca, traffic akan datang dengan sendirinya ke blog kamu. Akan tetapi, apabila situs web dan konten yang kamu buat tidak dioptimalkan dengan melakukan SEO, kamu akan mengalami sedikit kesulitan untuk menarik audiens organik ke dalam situs milikmu.
Tidak hanya sekadar meningkatkan traffic, SEO terbilang esensial pada sebuah situs web. Hal ini disebabkan karena:
  • Solusi alternatif iklan yang hemat biaya. Selain jauh lebih murah, dampak yang dihasilkan juga biasanya lebih baik dibanding iklan.
  • Mesin pencari adalah gerbang utama internet. Kebanyakan pengguna mesin pencari cenderung mengunjungi lima situs teratas yang muncul ketika mereka mencari sebuah kata kunci tertentu. Dengan menerapkan SEO, kamu akan mampu memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung.
  • Meningkatkan kepercayaan pengunjung situs. SEO tidak hanya melulu tentang mesin pencari. Dengan menerapkan aspek-aspek lain, seperti peningkatan pengalaman pengguna dan tingkat kebergunaan sebuah situs web, kamu juga akan mendapatkan pengguna sekaligus meningkatkan kepercayaan mereka.
  • Keunggulan teknis dibanding situs serupa lainnya. Apabila terdapat dua situs yang memiliki informasi atau menjual produk/jasa sejenis, situs yang menerapkan SEO akan mendapatkan lebih banyak pengunjung.
Setelah kamu mengetahui tentang keunggulan apa saja yang dihadirkan oleh SEO, saya akan memandu kamu untuk melakukan SEO pada blog kamu. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan instalasi Google Analytics dan Google Search Console pada blog WordPress yang telah dibuat di tahap sebelumnya.
Dengan mengetahui bagaimana audiens berinteraksi terhadap situs kamu, kamu akan berada satu langkah lebih baik dibandingkan dengan kompetitor.

Instalasi Google Analytics

Optimalisasi SEO | Image 22
Sumber: Pexels
Mengenal siapa audiens kamu serta apa saja yang mereka inginkan adalah salah satu upaya melakukan SEO, sekaligus menjadi faktor penting yang akan menentukan kesuksesan sebuah situs web atau blog. Salah satu upaya yang dapat kamu lakukan untuk mengenal audiens adalah dengan menggunakan Google Analytics. Tool gratis dari Google ini akan memberikanmu informasi tentang:
  • Siapa saja audiens yang mengunjungi blog kamu, seperti lokasi mereka, dengan browser apa mereka mengakses blog kamu, resolusi layar pengguna, bahasa yang mereka gunakan, dan informasi lainnya.
  • Apa yang audiens lakukan ketika mereka ada di dalam blog kamu. Kamu dapat melihat seberapa lama mereka ada di dalam blog, halaman mana yang paling sering dikunjungi, konten seperti apa yang membuat audiens meninggalkan blog, berapa halaman rata-rata yang audiens lihat ketika ada di dalam blog, serta banyak statistik lainnya.
  • Kapan audiens mengunjungi blog, dengan informasi ini, kamu akan mengetahui waktu terbaik untuk mengunggah konten yang telah kamu buat.
  • Dari mana audiens mengakses blog. Kamu dapat melihat dari mana audiens menemukan blog kamu. Apakah lewat mesin pencari, media sosial, tautan dari situs web lain, atau memang mereka langsung mengetikkan URL blog kamu di browser mereka. Google Analytics juga akan menunjukkan kepada kamu detail dari tiap sumber traffic, jadi kamu dapat menentukan fokus terbaikmu dari data yang kamu dapat.
  • Bagaimana audiens berinteraksi dengan konten. Kamu dapat melihat berapa banyak audiens yang mengeklik sebuah tautan tertentu.
Masih banyak data lain yang disajikan oleh Google Analytics. Data-data ini dapat kamu gunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna serta memberikan informasi apa yang mereka butuhkan ketika mengakses blog kamu melalui SEO.
Sebelum melakukan instalasi Google Analytics, kamu harus membuat akun terlebih dahulu. Untuk melakukan hal ini, kamu dapat mengunjungi tautan ini.
Kamu akan melihat tampilan seperti yang kamu lihat di bawah. Jika kamu telah memiliki akun Gmail, kamu dapat menggunakan akun tersebut untuk melakukan sign-in. Belum memiliki akun Gmail? kamu harus membuatnya terlebih dahulu sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.
Optimalisasi SEO | Image 2
Setelah melakukan sign-in dengan akun Gmail, kamu akan melihat tampilan seperti yang ada pada gambar di bawah. Di sini kamu akan mendaftarkan akun Google Analytics dengan akun Gmail kamu.
Optimalisasi SEO | Image 1
Pada layar selanjutnya, kamu akan diberikan pilihan untuk memilih antara website atau mobile app. Untuk keperluan blog kali ini, yakinkan bahwa kamu memilih website.
Isilah informasi yang berkaitan dengan informasi situs web, seperti nama akun, nama situs beserta URL, kategori industri, dan zona waktu yang digunakan.
Pada bagian Data Sharing Settings, gunakan pengaturan yang direkomendasikan dengan meninggalkan daftar isian tetap aktif. Setelah selesai, klik tombol “get tracking ID” serta setujui Syarat dan Ketentuan Google (kamu dapat membacanya sebelum menyetujuinya, atau langsung melewatinya dengan menekan tombol “I agree“).
Optimalisasi SEO | Image 17
Kini layar akan menampilkan layar Google Analytics Tracking ID. Biarkan layar ini tetap terbuka sambil kamu membuka dashboard WordPress pada situs milikmu, karena nantinya kamu akan mencocokkan Tracking ID tersebut dengan data yang ada pada blog kamu ketika Google Analytics telah terpasang.

Melakukan instalasi Google Analytics di WordPress

Untuk melakukan instalasi Google Analytics di WordPress, kamu hanya perlu mengunduh sebuah plugin yang disediakan Google. Plugin tersebut bisa diakses lewat dashboard WordPress blog milikmu dengan mengeklik Plugins > Add New.
Ketikkan “Google Analytics” pada kotak “Search Plugins…”. Layar akan menampilkan beberapa pilihan plugin untuk kamu pilih, seperti pada gambar di bawah.
Optimalisasi SEO | Image 3
Pilih Google Analytics dengan klik tombol “install now”. Setelah selesai, klik tombol “activate” untuk mengaktifkan plugin tersebut. Kamu akan kembali dibawa ke halaman Plugins.
Optimalisasi SEO | Image 4
Setelah plugin aktif, kini kamu hanya perlu menghubungkan Google Analytics dengan blog kamu. Klik “settings” di bawah judul plugin Google Analytics. Setelah kamu masuk ke layar Settings, klik tombol “authenticate with Google”.
Optimalisasi SEO | Image 5
Kamu akan diminta untuk melakukan autentifikasi profil via Google. Ini dilakukan agar kamu dapat mengakses statistik dari blog kamu langsung dari dashboard WordPress. Klik tombol “authenticate with Google”, kemudian lakukan login dengan akun Google yang kamu gunakan saat mendaftar Google Analytics. Klik tombol “allow” untuk melanjutkan.
Optimalisasi SEO | Image 6
Setelah berhasil melakukan login, kamu akan melihat sebaris kode pada layar. Salin kode tersebut dan masukkan pada kotak di atasm lalu klik “save changes”.
Optimalisasi SEO | Image 7
Sekarang Google Analytics telah terhubung dengan blog kamu. Langkah terakhir adalah dengan memilih akun Google Analytics yang kamu gunakan pada kotak di bagian atas. Cocokkan kembali Tracking ID yang ada di sebelah nama blog kamu dengan halaman dashboard Google Analytics yang belum kita tutup sebelumnya. Apabila sama, Selamat! Google Analytics telah terpasang di blog kamu.
Setelah terpasang pada blog, Google Analytics baru akan aktif bekerja dalam jangka waktu 12 hingga 24 jam setelah instalasi. Jadi kamu harus sedikit bersabar sambil terus membuat konten baru.

Instalasi Google Search Console

Optimalisasi SEO | Image 21
Sumber: Pexels
Setelah selesai memasang Google Analytics, kini saatnya kamu kembali memperkaya blog milikmu dengan Google Search Console. Software gratis dari Google ini akan membantu kamu untuk dapat lebih mengerti tentang situs web kamu, sehingga memudahkan saat melakukan SEO.
Berbeda dengan Google Analytics yang peruntukannya lebih untuk data pemasaran dan bisnis, Google Search Console ini lebih berfokus kepada sisi teknis dari situs web atau blog kamu. Google Search Console memungkinkan kamu untuk:
  • Memastikan agar Google dapat mengakses konten yang kamu buat.
  • Mengajukan konten baru untuk dilacak Google dengan crawler mereka, dan menghapus konten yang tidak ingin kamu lihat di hasil pencarian.
  • Membuat dan memonitor konten yang berhasil menarik perhatian audiens di hasil pencarian.
  • Melakukan maintenance terhadap blog tanpa mengganggu kinerjanya terhadap mesin pencari.
  • Memonitor dan menghilangkan masalah malware atau spam agar situs web tetap bersih.
Optimalisasi SEO | Image 8
Untuk memasang Google Search Console ke dalam blog kamu, kunjungi alamat ini dan lakukan login dengan akun Google yang kamu gunakan ketika membuat akun Google Analytics. Masukkan alamat blog pada kotak teks dan klik “add a property”.
Optimalisasi SEO | Image 9
Setelah berhasil mendaftar, kamu akan dibawa ke halaman untuk melakukan verifikasi. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa blog tersebut memang terbukti milik kamu.
Pertama-tama, kamu akan mengunduh sebuah file pada langkah pertama dengan mengeklik tautan bertuliskan “this HTML verification file“. File ini akan digunakan untuk verifikasi dengan cara mengunggahnya ke dalam layanan hosting yang kamu gunakan untuk blog.
Unduh file tersebut dan simpan pada folder yang mudah diingat, kita akan menggunakannya sebentar lagi. Jangan menutup halaman ini untuk memudahkan proses verifikasi.
Optimalisasi SEO | Deployment
Untuk menggunggah file ke dalam layanan hosting, terlebih dahulu kamu harus masuk ke dalam akun web hosting yang kamu gunakan. Pada  pembuatan artikel ini saya menggunakan Dewaweb.
Masuk ke situs Dewaweb, kemudian klik tombol “login to client area” dan masukkan alamat email serta password yang kamu gunakan ketika membuat akun di sini. Klik masuk untuk mengakses informasi akun kamu.
Kamu akan mengunggah file dari Google Search Console ke dalam web hosting menggunakan file manager yang ada di cPanel. Untuk mengaksesnya klik “paket hosting saya” kemudian pada bagian kanan status “aktif”, klik tombol “setup”.
Optimalisasi SEO | Image 10
Geser ke bagian bawah hingga kamu menemukan ikon cPanel. Klik ikon tersebut untuk mengaksesnya.
Optimalisasi SEO | Image 11
Di dalam cPanel, klik ikon File Manager untuk memulai memindahkan file.
Optimalisasi SEO | Image 18
Di layar File Manager, akses direktori tempat di mana file index.php berada. File yang kamu unduh dari Google Search Console sebelumnya akan kamu masukkan dengan direktori yang sama dengan index.php. Masuk folder public_html dengan mengklik folder public_html pada bagian kiri layar—atau lakukan dobel klik pada ikon yang ada.
Unggah file yang kamu dapat dari Google Search Console ke dalam direktori ini dengan mengeklik tombol “upload” pada bagian atas layar. Klik “select file” dan pilih file tersebut dengan mengeklik tombol “choose”.
Setelah selesai, buka kembali halaman Google Search Console tempat kamu mengunduh file verifikasi dan klik URL yang ada pada langkah ketiga (confirm successful upload). Apabila berhasil, halaman web akan menampilkan tulisan “google-site-verification: (nama file yang kamu unggah.html).
Langkah terakhir yang dapat kamu lakukan untuk verifikasi adalah dengan mencentang kotak CAPTCHA dan klik tombol “verify”. Perlu diingat bahwa file yang kamu unggah dari Google Search Console tersebut jangan sekali-kali diubah atau dihapus dari web hosting, karena akan mengganggu kerja dari Google Search Console.
Setelah melakukan langkah-langkah di atas, hal terakhir yang dapat kamu lakukan adalah dengan melakukan submit sitemap ke Google Search Console.
Optimalisasi SEO | Image 19
Sebelum melakukan submit sitemap, kamu harus mengecek kembali apakah XML sitemap kamu sudah aktif atau belum. Untuk melakukan ini, sebelumnya kamu harus mengaktifkan plugin Yoast SEO terlebih dahulu (masuk menu Plugins > Installed Plugins > Klik “activate” di bagian bawah tulisan Yoast SEO).
Setelah itu, pada dashboard WordPress blog milikmu, akses menu SEO > klik XML Sitemaps. Aktifkan XML sitemap functionality dengan menggeser tombol dari “disabled” ke “enabled“. Klik tautan “XML sitemap” pada bagian bawah untuk mengecek apakah sitemap sudah aktif atau belum. Di bawah ini adalah tampilan sitemap yang telah aktif.
Optimalisasi SEO | Image 20
Setelah sitemap kamu aktif, lakukan verifikasi dengan masuk ke dashboard Google Search Console, klik pada domain blog kamu (http://NamaBlogKamu.com), klik tab “sitemaps” di sebelah tab “search analytics“, dan klik tombol “add/test sitemap“.
Kamu akan diminta untuk memasukkan URL dari sitemap yang telah dihasilkan oleh Yoast SEO. Pada kotak kosong di samping URL blog milikmu, ketikkan “sitemap_index.xml” (tanpa tanda kutip), dan klik “submit“. Kini kamu telah melakukan verifikasi sitemap terhadap Google Search Console. Setelah selesai, klik tombol “save changes” dan kembali lagi ke langkah sebelumnya di Google Search Console.
Kini Google Search Console telah terpasang di blog WordPress milikmu. Walau begitu, kamu harus menunggu hingga beberapa hari sampai kamu dapat melihat berbagai statistik dari blog.
Seluruh proses SEO awal telah selesai kamu lakukan. Kini saatnya kita beralih ke tahap optimalisasi dari segi pembuatan konten.

Melakukan optimalisasi dari segi konten

Optimalisasi SEO | Image 24
Sumber: Pexels
SEO dari segi konten, atau yang biasa disebut SEO on-page, adalah sebuah upaya untuk memaksimalkan sebuah halaman situs web agar dapat berada di peringkat yang lebih tinggi di mesin pencari. Selama beberapa tahun belakangan, Google telah meluncurkan beberapa pembaruan untuk menyempurnakan algoritme mesin pencari mereka. Deretan pembaruan ini diluncurkan dengan harapan bahwa pemilik situs web atau blog dapat membuat struktur yang lebih baik lagi untuk konten yang mereka sajikan.
Terlepas dari pembaruan yang dilakukan Google terhadap algoritme mereka, proses SEO dari segi konten adalah salah satu hal yang patut kamu perhatikan. Google ingin agar pembaca tetap senang ketika mereka mengunjungi blog kamu, dan salah satu cara Google untuk mengetahui hal tersebut adalah seberapa lama pembaca menghabiskan waktu mereka di blog kamu. Karenanya, konten yang dibuat secara menarik serta telah dioptimalisasi dengan baik adalah kunci untuk menjaga agar pembaca betah berlama-lama untuk membaca artikel di situs kamu.
Pada bagian ini, saya akan menyajikan beberapa informasi yang dapat kamu terapkan ketika sedang melakukan SEO pada konten.

Judul artikel

Judul artikel kamu adalah salah satu dari faktor terpenting yang menentukan kesuksesan SEO konten kamu. Setiap konten yang kamu publikasikan harus memiliki sebuah judul yang unik dan memancing orang untuk melihat artikel yang kamu buat. Selain itu, kamu juga harus merancang sebuah judul yang di dalamnya terdapat kata kunci, atau biasa disebut focus keyword, yang hendak kamu optimalkan. Sedikit menantang memang, terutama bagi para penulis pemula
Sebagai contoh, kamu membuat sebuah konten tentang cara membuat blog WordPress yang self hosted. Dengan memasukkan kata kunci “cara membuat blog”, kamu akan membantu konten kamu untuk dapat muncul di hasil pencarian Google.
Optimalisasi SEO | Image 25
Sumber: Pexels
Sebagai alternatif, mungkin kamu dapat menambahkan kata kunci lain seperti “cara membuat blog self hosted” atau “cara membuat blog berbayar”. Dengan cara seperti ini, ketika seseorang mencari sebuah konten dengan kata kunci yang sama (“cara membuat blog”), konten yang kamu buat tetap akan muncul karena kamu menggunakan bagian dari kata kunci “cara membuat blog” sebagai alternatifnya.
Hindari juga penggunaan judul artikel yang bersifat click-bait (memancing pengguna untuk masuk artikel kamu dengan kata-kata yang bersifat persuasif). Tidak ada satu pun pembaca yang senang dibohongi ketika artikel yang mereka baca berbeda dengan judul yang disajikan.

Meta description

Banyak yang melupakan meta description ketika sedang membuat sebuah konten di blog. Deskripsi ini adalah sebuah bagian yang penting, di mana kamu juga akan memasukkan kata kunci yang relevan dengan konten kamu, begitu juga tentang penjelasan singkat akan konten yang disajikan. Sebagai contoh, jika kita menggunakan contoh yang sama (cara membuat blog), meta description yang baik untuk artikel tersebut harus mencantumkan kata kunci dan alternatifnya.
“Kali ini artikel cara membuat blog akan membantu kamu membuat blog self-hosted yang berbayar. Simak selengkapnya di sini!”. Contoh tersebut dapat menjadi meta description yang baik, karena selain singkat, deskripsi ini juga mengandung kata kunci yang menjadi sorotan.
Perlu diketahui bahwa meta description tidaklah penting dalam membuat kamu muncul pada peringkat teratas di Google. Namun itu akan membantu pengguna untuk memutuskan apakah tautan yang akan dia klik benar-benar membantu atau tidak.

Struktur URL

Optimalisasi SEO | Image 26
Sumber: Wikimedia
Dengan menggunakan URL yang “bersahabat” dengan mesin pencari, blog kamu akan lebih mudah untuk masuk search engine results page (SERP). Bila memungkinkan, kamu juga dapat menggunakan URL yang lebih pendek agar mudah diingat. Akan lebih optimal lagi apabila kamu menggunakan URL simpel serta menyertakan focus keyword di dalamnya.
Ini akan menjadi salah satu faktor penentu bagi blog kamu untuk mudah dicari di Google. Sebagai contoh: DomainKamu.com/cara-membuat-blog terlihat lebih bersahabat dengan mesin pencari dan mudah diingat, ketimbang DomainKamu.com/123/321/tulisangue/cara-membuat-blog. Cara untuk mengatur URL tersebut akan saya jelaskan di bawah.
Contoh lainnya: kamu juga dapat melihat URL dari artikel ini, yang telah dirancang agar mempermudah pengguna untuk mencari artikel cara membuat blog di mesin pencari.

Body tag (H1, H2, H3, dst.)

Ketika sedang menulis artikel, kamu harus memecah konten yang kamu miliki menjadi bagian-bagian kecil dan paragraf agar memudahkan pembaca. Bagian-bagian ini dapat dimulai dengan sebuah judul, di mana tag seperti H1, H2, H3, dan seterusnya dapat digunakan.
Umumnya, H1 digunakan sebagai judul artikel, sementara H2, H3, H4, dan seterusnya berfungsi sebagai subjudul. Mesin pencari menggunakan tag ini untuk mengerti struktur dokumen yang kamu buat. Inilah mengapa sebuah judul yang didalamnya terdapat kata kunci akan sangat berguna dibanding judul yang tidak menggunakannya.

Kepadatan keyword/kata kunci

Optimalisasi SEO | Image 27
Sumber: Pexels
Dengan memasukkan kata kunci yang relevan ke dalam artikel kamu, Google akan semakin mudah untuk mengetahui isi sebenarnya dari konten yang kamu sajikan. Walau begitu, cobalah untuk tidak membombardir artikel dengan kata kunci hanya semata-mata ingin meningkatkan kepadatan keyword. Hal ini tidak disukai oleh mesin pencari, dan bahkan dapat membuat artikelmu “dihukum” dengan tidak ikut ditampilkan di SERP.
Untuk menghindari hal seperti ini, kamu dapat menjaga porsi kata kunci yang kamu gunakan antara dua hingga lima persen dari total kata yang ada di dalam artikel. Awalnya mungkin akan terasa sulit, karena kamu harus mencari kata ganti dari kata kunci tersebut. Tetapi dengan bantuan tesaurus dan sinonim, perlahan kamu akan mampu untuk menulis artikel dengan kata kunci yang kamu incar tanpa perlu khawatir risiko terkena hukuman dari Google.
Intinya, baca lagi artikel yang kamu buat dan tanyakan ke dirimu sendiri, apakah artikel ini terasa natural atau malah mengganggu dengan penggunaan terlalu banyak kata kunci.

Optimalisasi gambar

Seluruh gambar yang kamu gunakan di dalam artikel juga memiliki judul, jadi perlakukan judul gambar ini seperti kamu memperlakukan judul artikel—termasuk menyertakan kata kunci yang relevan pada Alt Text. Gunakan gambar gratis untuk blog kamu, yang dapat kamu unduh pada situs-situs ini.
Apabila tidak memungkinkan, kamu juga dapat mengambil foto/membuat gambar vektor sendiri atau menggunakan gambar dari situs web lain dengan menyertakan tautan aslinya.
Optimalisasi SEO - JPEGMini
Penggunaan JPEGmini dapat mempercepat waktu load halaman blog dengan memperkecil ukuran gambar
Ukuran file dari gambar juga akan menentukan seberapa cepat blog kamu akan dimuat di browser. Bahkan, kecepatan memuat konten situs web adalah salah satu elemen dari SEO yang menjadi penentu kesuksesan blog kamu di mesin pencari.
Gunakan tool untuk mengompres gambar seperti JPEGmini sebelum mengunggah gambar ke dalam artikel. Ukuran file gambar yang kecil juga akan menghemat penggunaan file hosting kamu, jadi biasakan untuk mengompres file gambar, video, atau suara kamu.

Pemberian tautan internal

Selain dapat mempermudah pengunjung untuk mengakses konten lain yang relevan di blog kamu, hal ini juga akan mempermudah bot crawler Google untuk mengetahui seluruh artikel yang ada di blog kamu.
Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menyertakan tautan internal ke dalam artikel kamu. Beberapa di antaranya adalah tautan di dalam konten, dan tautan navigasi permanen (seperti tautan “artikel terkait”), dan lainnya. Ingatlah untuk tidak menambahkan tautan internal secara berlebihan dan hanya gunakan tautan internal apabila hal tersebut memang membantu pembaca.
Beberapa teknik on-page tersebut akan membantu upaya SEO bagi blog kamu. Dengan menerapkan teknik di atas secara bersamaan, kamu akan melihat adanya peningkatan traffic serta peringkat blog kamu di mesin pencari. Karenanya, sediakan waktu khusus untuk melakukan teknik-teknik tersebut untuk meningkatkan kualitas blog kamu.

Optimalisasi lainnya

Setelah beberapa cara optimalisasi SEO yang saya sajikan di atas, ada beberapa langkah lagi yang mesti kamu lakukan sebelum blog kamu siap untuk dipublikasikan. Salah satu yang terpenting adalah dengan melakukan pengaturan terhadap plugin Yoast SEO. Plugin ini akan memastikan bahwa konten yang kamu buat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mesin pencari.
Untuk mengakses menu pengaturan Yoast SEO, lakukan login ke dashboard WordPress kamu dan akses menu melalui Plugins > Installed Plugins. Pada bagian Yoast SEO, klik “activate” apabila kamu belum mengaktifkan plugin ini.
Jika sudah, kamu dapat mengeklik “settings” untuk mengakses pengaturan Yoast SEO. Bagi kamu yang awam, mungkin akan kebingungan melihat berbagai pengaturan ini, namun kamu tidak perlu mengatur semuanya—setidaknya belum sekarang. Kita akan mengatur beberapa hal yang esensial saja agar konten dalam blog kamu dapat optimal.
Optimalisasi SEO | Image 29
Pada pengaturan Yoast SEO, masuk ke menu Titles & Metas > Homepage. Ganti title template dengan nama blog kamu, dan meta description template dengan deskripsi singkat tentang konten apa yang kamu hadirkan melalui blog tersebut. Klik “save changes” untuk menyimpan perubahan.
Optimalisasi SEO | Image 15
Berbicara tentang konten, tentu tidak akan ada pembaca yang suka untuk menghafal URL panjang dari sebuah konten. Karenanya, kamu juga harus mengoptimalkan URL dari tiap artikel yang kamu buat agar mudah dicari oleh pembaca.
Kamu dapat melakukan hal ini dengan mengakses pengaturannya di Settings > Permalinks. Pada bagian Common Settings, pilih “post name” sebagai struktur URL yang akan kamu gunakan. Klik “save changes” untuk menyimpan pengaturan.
Kini setelah blog kamu dioptimalisasi, giliran kamu yang mengoptimalkan konten yang akan kamu buat dengan bantuan Yoast SEO.

Membuat konten dengan bantuan Yoast SEO

Artikel yang ramah SEO adalah artikel yang dibuat dengan mengacu kepada berbagai sinyal yang digunakan mesin pencari. Sinyal-sinyal inilah yang akan menentukan peringkat artikel kamu di mesin pencari.
Karenanya, Yoast SEO hadir untuk membantu kamu membuat artikel yang optimal di mata Google, Bing, serta mesin pencari lainnya. Yoast SEO akan menampilkan berbagai atribut yang harus kamu penuhi dalam pembuatan sebuah artikel.
Optimalisasi SEO | Image 16
Seperti yang dapat kamu lihat pada gambar di atas, untuk membuat sebuah artikel yang telah melalui optimalisasi SEO, kamu harus memenuhi beberapa indikator yang ada pada kolom Yoast SEO. Beberapa indikator yang harus kamu penuhi antara lain:
  • Sertakan tautan, baik ke luar ataupun ke dalam situs milikmu, terkait dengan topik yang sedang kamu bahas di dalam artikel.
  • Yakinkan kembali bahwa target keyword dapat ditemukan oleh pembaca di artikel kamu pada paragraf pertama. Dengan ini mesin pencari akan mengerti bahwa konten yang kamu sajikan relevan dengan kata kunci yang kamu incar. Hal ini tidak wajib, namun sangat direkomendasikan.
  • Gunakan kata kunci secara bijak di dalam artikel. Idealnya, persentase kata kunci yang ada dalam sebuah artikel antara dua hingga lima persen. Kurang dari dua persen akan membuat konten kamu kurang optimal, sementara apabila lebih dari lima persen, Google akan menganggap ini sebagai upaya licik untuk mempermainkan mesin pencari.
  • Apabila memungkinkan, gunakan kata kunci pada salah satu subjudul dalam artikel. Hal ini tidak wajib, namun direkomendasikan untuk membuat konten lebih optimal.
  • Sertakan kata kunci di dalam judul artikel dan meta description. Hal ini dilakukan agar pengguna yang mencari konten di mesin pencari akan langsung mengetahui artikel seperti apa yang mereka cari lewat kata kunci yang kamu masukkan.
  • Gunakan SEO Title dan Meta Description berdasarkan indikator yang ada. Apabila berwarna merah, tandanya SEO Title dan Meta Description masih kurang optimal. Apabila sudah berwarna hijau, tandanya SEO Title dan Meta Description telah optimal.
  • Gunakan kata kunci pada kolom Alt Text di setiap gambar yang kamu masukkan ke dalam artikel. Hal ini juga dilakukan untuk mempermudah pemberian inekds dari artikel kamu di mesin pencari. Jangan lupa juga untuk menyertakan tautan sumber gambar untuk menambah nilai blog kamu di mata mesin pencari.
  • Pembaca suka artikel dengan panjang tulisan yang sedang — kecuali artikel-artikel yang membahas sebuah topik secara menyeluruh seperti artikel ini. Idealnya, panjang artikel yang ideal adalah lebih dari 300 kata dan tidak lebih dari 2.000 kata. Apabila artikel kamu lebih dari 2.000 kata, ada baiknya kamu membuat artikel berseri dari sebuah artikel panjang. Ini akan mempermudah para pembaca untuk mencerna informasi yang berusaha kamu sajikan.
  • Hindari penggunaan sebuah kata kunci secara berulang. Ini akan membuat mesin pencari kebingungan ketika akan melakukan pemberian indeks. Jangan takut untuk bereksperimen dengan kata kunci. Apabila kata kunci “cara membuat blog” telah kamu gunakan sebelumnya, kamu dapat menggunakan kata kunci “cara membuat blog secara berbayar” apabila topik tersebut yang sedang kamu bahas.
  • Jangan lupa untuk memasukkan kategori dari artikel yang kamu buat serta tag yang akan berguna untuk pembaca ketika mereka ingin mencari artikel yang mereka inginkan.
Tahap instalasi SEO, Google Search Console, dan optimalisasi blog kamu telah selesai. Kini kamu siap untuk membuat sebuah konten yang “bersahabat” dengan Google. Gunakan indikator dari plugin Yoast SEO untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki artikel kamu.

Artikel ini adalah bagian ketiga dari rangkaian seri cara membuat blog pribadi. Pada edisi mendatang, saya akan membahas bagaimana untuk mempromosikan blog kamu di internet, melakukan maintenance dasar, hingga praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas blog kamu. Sampai bertemu di seri selanjutnya!
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

ABOUT JOHN PATRICK

PC Master Race love child. Currently cheating with NDS and PSP1000. Had a love-hate relationship with caffeine. Passive-aggressive. Writes tech and video game for Tech in Asia ID.