Selasa, 04 April 2017

Kisah di Balik Tergabungnya 50 Co-Working Space di Komunitas Coworking Indonesia


10COMMENTS
Co-Working Space | Featured Image
Perkembangan dunia startup di tanah air ternyata juga mendorong pertumbuhan berbagai bisnis pendukung, seperti co-working space. Dengan memanfaatkan co-working space, sebuah startup yang belum mempunyai dana besar bisa tetap menikmati tempat bekerja yang nyaman. Selain itu, co-working space juga bisa mendorong kolaborasi dari beberapa startup berbeda.

Melihat fenomena ini, sekitar lima puluh co-working space di Indonesia berinisiatif untuk membentuk sebuah komunitas yang bernama Coworking Indonesia. Ide ini bermula ketika beberapa pemilik co-working space tanah air bertemu di acara Coworking Unconference Asia di Bali pada Februari 2016 lalu.
Faye Scarlet Alund, co-founder dari Kumpul Coworking Space, akhirnya terpilih sebagai Presiden dari komunitas Coworking Indonesia ini. Kepada Tech in Asia, Faye menjelaskan bahwa komunitas Coworking Indonesia dibentuk agar bisa memberikan dukungan terhadap co-working space yang sudah ada, menjaga agar bisnis mereka tetap berjalan, serta bersama-sama memperluas pasar co-working space di Indonesia.
“Tutupnya Comma menjadi tamparan keras bagi kami sebagai pemilik co-working space. Sebagai pemain pertama di Jakarta, mereka sebelumnya selalu menjadi tempat kami berkonsultasi terkait cara membangun co-working space,” tutur Faye.
Coworking Indonesia | Foto
Beberapa foto di balik komunitas Coworking Indonesia
Menurut Faye, hambatan terbesar bisnis co-working space di Indonesia masih seputar kurangnya penetrasi pasar. Banyak masyarakat Indonesia yang masih belum mengerti konsep co-working space, meski konsep ini sudah menjamur di luar negeri.
“Saya menganalogikan pemain di bisnis co-working space tanah air seperti seseorang yang baru masuk ke dalam hutan. Di dalam hutan tersebut kita bisa menemukan gunung emas, atau bahkan harimau. Oleh karena itu, kita harus berjalan bersama agar bisa saling memperingatkan apabila ada ‘harimau’ yang mendekat,” jelas Faye.
Komunitas Coworking Indonesia terbentuk dari banyak orang dengan berbagai keahlian. Menurut Faye, hal itu bisa memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah, serta membantu orang-orang yang baru ingin mulai membangun co-working space.
“Dalam waktu dekat, kami akan mempersiapkan sebuah survei tentang bisnis co-working space di Indonesia. Selain itu, kami juga berencana untuk mengadakan event Coworking Indonesia di Bandung sekitar bulan April 2017,” pungkas Faye.
Berikut ini adalah daftar co-working space yang saat ini tergabung di dalam komunitas Coworking Indonesia:
WILAYAHNAMA CO-WORKING SPACE
JabodetabekEV Hive
Coworkinc
Kolega
Kekini
Estubizi
Conclave
Tier Space
Kedasi
Collective Id (coming soon)
Cre8
Rework
Galeri Indonesia WOW (Smesco)
Freeware Spaces
Bits
Skystar, Serpong
Kaze, Bekasi
Code Margonda, Depok
lilou Space, Depok
Pramesvari, Depok
Bandungsosiohub
CO&CO
Freenovation
Eduplex
Ruang Reka
Office&beyond
moonsoon
Spasial
BaliKumpul, Sanur
Hubud, Ubud
Dojo, Canggu
Lineup Hub
Outpost, Ubud
Coffee Network
Sanur Space
BIRO, Denpasar
Bejubels, Denpasar
The Night Market Cafe & Co-working, Denpasar
SurabayaSUB Co
Forward Factory
Nin3 Space
Gerdhu
C2O
YogyakartaMALIOME
Innovative Academy
SamarindaPohon Ulin
Ayka Indonesia
MedanClapham Collective
PadangUP Coworking Space
SemarangImpala Space
SoloCangwit Creativity Hub
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

ABOUT ADITYA

Suka menulis perkembangan dunia startup dan teknologi. Pecinta buku biografi dan science fiction. Bisa diajak ngobrol lewat email aditya@techinasia.com atau Twitter @adheet_ya.