Senin, 10 Oktober 2016

VIRTUAL OFFICE DAN COWORKING, KOMBINASI DAHSYAT PENDUKUNG BISNIS



virtual office dan coworking
Apa itu virtual office dan coworking? untuk mengerti kedua hal tersebut, kita harus mengerti terlebih dahulu bahwa ruang kerja seorang entrepreneur ataupun freelancer tidak dibatasi oleh 1 kantor fisik ataupun cubicle-cubicle dengan sekat-sekat yang sifatnya sudah permanen. Ruang kerja entrepreneur dan freelancerada di mana saja, di kafe, di meja taman, bahkan mungkin saja di kamar tidur.

Tentu saja sebagai pemilik bisnis, seorang entrepreneur atau freelancer biasanya harus mempunyai alamat kantor yang dapat dimasukkan ke dalam SIUP ataupun kartu nama untuk didistribusikan kepada calon klien. Untuk menyiasati biaya pembuatan kantor fisik yang ‘sesungguhnya’, maka timbul  ide penggunaan sebuahvirtual office yang biayanya lebih terjangkau untuk jangka pendek-menengah bagi seorang entreprenuer atau freelancer. Tetapi apa itu sebenarnya virtual office?
Menurut Dictionary.com,  virtual office dapat didefinisikan sebagai “a combination of off-site live communication and address services that allow users to reduce traditional office
Karakteristik dari virtual office ini sendiri biasanya sudah menyerupai kantor sungguhan dengan adanya meja, kursi hingga ruang meeting apabila diperlukan. Selain fasilitas kantor tersebut, keuntungan lainnya adalah alamat virtual officetersebut dapat dijadikan alamat kantor resmi kita. Penyedia virtual office yang sudah lama beroperasi di Indonesia ada beberapa, contohnya adalah Regus atau CEOSuite.
Kemudian sekarang ada konsep baru yang sedang hangat dibicarakan di dalam dan luar negeri, yaitu coworking. Apa itu sebenarnya coworking?
Menurut Wikipedia, coworking didefinisikan sebagai “a style of work that involves a shared working environment, often an office, and independent activity”.

KOMBINASI DARI VIRTUAL OFFICE DAN COWORKING

Dari dua definisi tersebut, virtual office dan coworking sangat erat kaitannya, dimana aktivitas coworking rata-rata bertempat di sebuah space virtual officesehingga dinamakan sebuah coworking space.
Di sebuah coworking space ini anda dapat bertemu dan berkolaborasi dengan banyak orang dengan macam-macam keahlian dan latar belakang. Misalkan anda adalah sebuah perusahaan e-commerce yang menjual barang-barang kebutuhan bayi dengan 2 orang founders (belum mempunyai karyawan). Mungkin anda dan partner anda mempunyai keahlian masing-masing dalam bidang pemasaran dan finansial, tetapi bagaimana dengan aspek lainnya dalam sebuah e-commerce seperti teknis coding / IT, design materi promosi, copywriting dari konten web anda dan lain-lain. Semua kekurangan keahlian tersebut dapat diakomodir dengan berkolaborasi dengan orang-orang yang ada di coworking space tersebut, karena bisa saja anda bertemu dengan seorang graphic designer atau copywriter yang bisa anda ajak kerja sama saat itu juga.
Menurut studi yang dilakukan oleh Deskmag (sebuah majalah yang membahas mengenai inovasi tempat kerja)  yang dilansir oleh FastCompany,  90% dari orang-orang yang melakukan coworking merasa mempunyai rasa percaya diri yang lebih. Lebih lanjut lagi, hasil studi tersebut mengungkapkan fakta bahwa 71% partisipan mengalami kenaikan dalam hal kreatifitas dan 62% mengaku bahwa standar kerja mereka meningkat. Hal ini pula yang mendorong lahirnya coworking space pertama bernama Comma yang telah dibuka untuk umum di Jakarta awal 2013 ini.
Menurut CEO dari Regus, Mark Dixon, adanya fleksibilitas untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan ‘cara kita sendiri’ dan tidak dibatasi oleh ruang kerja konvensional membuat produktivitas meningkat dan adanya kepuasan dalam bekerja.
Jadi, tunggu apalagi? yuk kita mulai coworking di virtual office dari sekarang =)
image courtesy of http://blog.debitlinks.co

sumber