Selasa, 25 April 2017

120 Juta Warga Indonesia Adalah Unbanked, Bagaimana E-money Bisa Menjangkaunya?


1COMMENT
tiadevtalk september
Melakukan transaksi dengan menggunakan uang elektronik atau biasa disebut dengan e-money memiliki nilai tambah tersendiri. Dengan bertransaksi menggunakan e-money, kamu bisa bertransaksi dengan lebih mudah, cepat, dan tidak perlu membawa uang kas dalam jumlah banyak.

Kelebihan lainnya dengan menggunakan e-money adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang masuk golongan unbanked (tidak memiliki akses ke layanan bank) di Indonesia. Berbagai transaksi yang biasanya memerlukan bank, bisa digantikan oleh penyedia layanan e-money, termasuk transfer dan pembayaran lainnya.
“Di Indonesia, ada 120 juta orang yang tergolong unbanked. Ini merupakan target industri e-money. Saatnya pemain e-money di Indonesia meningkatkan cashless society, karena dengan banyaknya cashless society dapat mengurangi beban pemerintah untuk mengatur alur peredaran uang kas,” jelas Joedi Wisoeda, Head of Country TrueMoney Indonesia dalam Tech in Asia DevTalk beberapa waktu lalu yang diadakan di kantor TrueMoney.
Di sisi lain, masyarakat unbanked sebetulnya memilki daya beli yang cukup tinggi. Namun karena keterbatasan akses terhadap bank, mereka tidak bisa berbelanja dengan leluasa, terutama secara online.
Dalam acara Tech in Asia DevTalk tersebut, berbagai hal seputar e-money dikupas tuntas. Di antaranya, sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh para pemain e-money di Indonesia. Termasuk regulasi yang terbilang tricky, sekaligus melindungi.
Menurut Calindra da Cunha, Head of Product TrueMoney Indonesia, “OJK mengeluarkan berbagai regulasi yang memberikan sejumlah batasan untuk aktivitas transaksi e-money. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko-risiko yang tidak diinginkan. Misalnya, memberikan pinjaman ke pihak-pihak yang memiliki tujuan tidak baik, atau tersendatnya pembayaran yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi pemain fintech atau e-money.”
Selain regulasi, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah dari segi teknologi. Untuk meraih masyarakat unbanked, perlu diingat bahwa banyak dari mereka yang masih belum menggunakan smartphone. Di sisi lain, yang sudah menggunakan smartphone sering kali terhalang kendala jaringan internet yang kurang stabil, atau “irit” pulsa untuk berlangganan internet. Sehingga, diperlukan layanan e-money yang cukup bersahabat dengan profil calon pengguna seperti itu.
Apa lagi tantangan yang perlu dihadapi oleh para pemain di industri fintech? Bagaimana caranya agar e-money dapat berkembang di Indonesia? Apakah Indonesia sudah siap menggunakan layanan e-money? Simak dalam tayangan lengkap Tech in Asia DevTalk berikut ini.

Tech in Asia DevTalk merupakan sebuah program dari Tech in Asia Developer Community yang bertujuan sebagai ajang berkumpulnya developer dan siapapun yang tertarik pada hal-hal teknis untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan. Tech in Asia Developer Community terbuka untuk kemungkinan kolaborasi baik secara offline maupun online.
Jika komunitas kamu tertarik untuk berkolaborasi silahkan mendaftar di form ini. Daftarkan juga diri kamu ke sini agar mendapatkan informasi acara dan program terbaru dari tim Tech in Asia Developer Community.
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

ABOUT PRAHARIEZKA ARFIENDA

Love to hear and write about startup, life, and combination of those two. Movie geek and sweeties hunter after work. Reach me at arfie@techinasia.com