Rabu, 18 Oktober 2017

Ilmu Pengetahuan dan Skeptisisme




Ilmu pengetahuan merupakan cara berpikir dan bertindak tertentu yang bermanfaat untuk memahami berbagai pengetahuan yang diperoleh manusia, baik yang diterima secara langsung maupun tidak langsung (terjadi di masa lalu maupun masa kini). Hal-hal yang termasuk ke dalam cara berpikir manusia adalah semua hal mengenai ide, hipotesa, teori, dan paradigma. Sedangkan hal-hal yang termasuk ke dalam tindakan manusia adalah pengalaman, analisis statistik, penelitian lapangan, pengumpulan data, penemuan-penemuan, komunikasi dengan sesama, seminar (presentasi), dan tulisan-tulisan. Hal-hal yang termasuk ke dalam cara berpikir manusia itu dinamakan metode mental, sementara berbagai hal yang termasuk ke dalam tindakan manusia disebut metode sikap/kebiasaan.

Jika demikian, apa yang menjadi ciri khas ilmu pengetahuan? Metode apakah yang digunakan oleh, dan dalam ilmu pengetahuan? Apakah metode ilmu pengetahuan itu? Ada begitu banyak tulisan yang membahas mengenai metode ilmu pengetahuan ini. Namun, kata sepakat mengenai hal tersebut sangat sulit dicapai, atau setidaknya, di antara para ahli  memiliki rumusan hal itu yang saling berbeda mengenai hal tersebut. Namun demikian, hal ini tidak berarti mereka tidak mengetahui apa yang dilakukannya. Antara “melakukan” dan “menjelaskan” terdapat perbedaan, walaupun umumnya para ahli menjalankan proses “melakukan” dan “menjelaskan” tersebut.

sumber: brilliant-unix.tk


1. Tabrakan Antar Galaksi 

1 Top 10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

2. Quasar

2 Top 10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa
Credit: NASA-MSFC
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

3. Materi Gelap (Dark Matter)

3 Top 10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa
Credit: Andrey Kravtsov
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

Rabu, 11 Oktober 2017

Arcturian pada 2012

Beberapa hari setelah Harmonic Concordance pada tahun 2003  (ketika gerhana bulan terjadi dan lima planet membentuk Bintang David), saya mengalami kedatangan tamu dari Arcturian. Arcturian adalah makhluk multidimensi yang hidup dalam dimensi yang sejajar dengan realitas kita. Mereka adalah makhluk ultraterestrial yang penuh kebaikan yang dapat berkonversi dengan indra intuitif kita, dan bukan yang terlihat atau terdengar secara fisik. Selama kunjungannya, saya melihat banyak warna yang sangat indah dalam bentuk geometrik.

Seperti bangsa Maya, Arcturian memiliki pesan bawaan dan tak lekang waktu untuk diteruskan pada kita. Salah satu cara utama mereka berkomunikasi dengan kita adalah melalui lingkaran ladang(cropcircle). Ini juga cara mereka meneruskan kunci untuk membantu kita menghadapi kembalinya kesadaran pada 2012.

Arcturian bertanggung jawab pada hadirnya sebagian besar Cropcircle di seluruh dunia. Seperti diperlihatkan oleh periset terkenal Freddy silva, Robert Boerman, dan BLT Research Team, Inc. beberapa dari Cropcircle yang lebih rumit tidak mungkin hasil buah tangan manusia. Ilmuwan Paul Vigay, secara khusus, telah menemukan banyak aspek dalam gejala yang aneh dan tidak biasa. Ia adalah salah seorang dari sekian penemu efek elektromagnetik yang tidak dapat dijelaskan di dalam dan di seputar lingkaran ladang/Crop circle.

Sains, Agama dan Stephen Hawking




Tuhan telah resmi keluar dari fisika saat Stephen Hawking mendeklarasikannya. Fisikawan besar ini mengikuti jejak Darwin dalam biologi

Baru-baru saja ada berita kalau Stephen Hawking, salah seorang fisikawan besar, mengatakan kalau fisika modern telah mencapai sebuah titik dimana kita tidak perlu lagi adanya Tuhan untuk memahami alam semesta sekitar kita.
Seperti kata Paijo, kalau kita tidak perlu lagi memakai radio panggil untuk komunikasi, bukan berarti radio panggil itu tidak ada. Tapi beberapa orang religius merasa hal itu berarti kalau itu berarti pernyataan kalau Tuhan tidak ada. Sedemikian hingga mereka memberikan komentar-komentar  memprotes.
FaktaIlmiah.com juga tergelitik untuk membahasnya. So inilah bahasan kami berdasarkan transkrip hasil debat yang bisa anda akses disini:



Stephen Hawking

Pertama yang harus diperhatikan disini adalah, siapa sih Tuhan? Tanpa jelas apa itu Tuhan, maka kita membicarakan sesuatu yang bisa saja berbeda. Sebagai contoh, Paijo mengatakan kalau kita ia tinggal di Bandung. Temannya, Poniran,  memprotes karena ia tidak tinggal di Bandung. Tapi jelas Paijo benar, karena yang dimaksud Bandung oleh Paijo adalah rumah kapal di sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Di sana rumah kapal disebut Bandung. Poniran juga benar, karena apa yang ia maksud adalah kota Bandung, ibu kota Jawa Barat. Tapi keduanya bertengkar karena semata berbeda pengertian dari kata Bandung.

Kamis, 21 September 2017

Aura...bener apa tidak ?

Rabu, 30 Mei 2012


Image result for aura gambarAura adalah sebuah medan yang diduga dipancarkan oleh tubuh manusia.

Katanya ada orang yang bukan hanya dapat melihat aura, tapi bahkan mampu memakainya untuk mendiagnosa apapun dari penyakit sampai masalah kejiwaan. Di Iran, aura di sebut farr atau keagungan : ia diasosiasikan dengan raja-raja Zoroaster dan nabi-nabi Islam. Teosofis abad ke-19, Charles Leadbeater bahkan telah membuat deskripsi tiap warna dan maknanya bagi kejiwaan seseorang.


Berdasarkan penjelasan itu seorang yang kritis tentunya bertanya, kenapa ada orang yang bisa sementara yang lain tidak? Bagaimana kalau sains menyelidikinya karena alat optik sains lebih objektif daripada mata manusia? Kenapa dokter tidak memakainya untuk mendiagnosa pasien?

 

Tentang Mata

Pertanyaan pertama bisa dijawab dengan mudah. Karena ada orang yang sehat dan ada yang sakit. Mengejutkannya, orang yang sakitlah yang bisa melihat aura. Sakitnya adalah migren. Anda pernah migrain? Bila pernah, mungkin anda bisa merasa melihat aura. Selain migrain, sakit lain yang bisa membuat penderita melihat aura adalah epilepsi, gangguan sistem penglihatan dan sejenis gangguan otak. Selain itu juga ditemukan  jenis sinestesia yang juga menampilkan aura. Sinestesia dalam arti medis adalah konsleting syaraf indera. Karena syaraf kita pada dasarnya adalah jaringan listrik, ada kemungkinan konslet. Dan saat syaraf mata konslet dengan syaraf kulit, apa yang dirasakan oleh kulit justru terlihat oleh mata.  Narkotika LSD juga dapat membuat seseorang melihat aura.

Rabu, 20 September 2017

Teknologi Hologram Mendekati Kenyataan

Rabu, 30 Mei 2012


Ilmuwan asal University of Arizona telah mengembangkan teknologi dimana suatu hari yang bisa digunakan untuk menyimpan sejumlah besar data dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser Peyghambarian,
substansi optik ini yang akan menawarkan aplikasi masa depan dalam bidang kedokteran dan manufaktur, serta dalam industri hiburan. "Teknologi seperti komunikasi secara langsung dengan hologram sepertinya hanya ada di dalam film saja. Dan kami para ilmuwan mencoba membawanya keluar ke alam nyata," sebutnya, seperti dikutip Nature.

Kita adalah Suatu Gelombang dalam Sturktur Kosmos

Kamis, 26 April 2012



Ada intelejensi yang melandasi timbulnya semua struktur materi, tubuh kita, dan alam semesta secara keseluruhan, segalanya mulai dari bintang dan galaksi hingga partikel-partikel subatom. Medan intelejensi sadar inilah sumber kosmos. Dialah tubuh kita bersama; dialah yang menghubungkan kita semua. Inti keberadaan saya adalah juga inti keberadaan Anda, dan inti keberadaan semua.

Kita dan alam semesta adalah sama. Kita adalah alam semesta, yang dilokalisasikan dalam seorang manusia dalam ruang dan waktu. Kita sama sama ada hanya sebagai gelombang tertentu dalam intelejensi sadar. Setiap aspek diri kita ini diartikulasikan dan diorkestrasikan oleh intelejensi non lokal/kesadaran yang tak terbatas ini, lautan kesadaran yang tiada berujung ini, dari mana kita dan alam semesta muncul. Bahkan pemikiran kitapun, angan-angan, hasrat atau impian kita, secara teknis bukanlah pemikiran, angan-angan, hasrat atau impian kita. Mereka adalah perwujudan alam semesta total. Dan ketika kita sadar bahwa niat dan hasrat yang timbul dalam diri kita adalah juga niat alam semesta. Kita bisa melepaskan hasrat kita akan kendali dan membiarkan kehidupan yang ajaib, yang dimaksudkan untuk kita jalani itu, terungkap dalam segala kebesarannya yang tak terbayangkan.

Santet


Menurut cerita, dukun mampu mengirimkan benda-benda langsung dari dukun ke korban.

Menurut cerita juga, dukun mampu membuat penderita sakit hanya dengan menyakiti boneka yang mewakilinya. Inilah santet, voodoo versi Indonesia.

Masyarakat awam mengatakan hal ini adalah sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Tapi benarkah?
 
Penjelasan yang Telah Ada
Teleportasi

Semenjak Teori Kuantum diterima luas dalam fisika, muncul kesadaran kalau teleportasi adalah sesuatu yang mungkin untuk dilakukan. Tahun 1993, Charles Bennet dari IBM dan rekan ilmuannya mulai merintis usaha untuk menunjukkan teleportasi dapat dilakukan. Teori kuantum memungkinkan fisikawan mengambil satu foton (atau atom) dan mengirim sifat-sifatnya ke foton lain dalam seketika, walaupun foton tersebut ada di sisi lain alam semesta kita. Dan mereka berhasil di akhir tahun 1997. Untuk pertama kali, teleportasi berhasil ditunjukkan.

Sisi Gelap Kedokteran Modern

Ingat kasus dan statistik yang kami paparkan dalam bahasan mengenai santet?



Di situ ditunjukkan bagaimana orang mengeluh ada sesuatu di dalam tubuhnya dan ternyata adalah alat bedah. Alat bedah tersebut tertinggal saat pembedahan terakhir. Juga telah kami tunjukkan kalau kejadian ini bukanlah peristiwa langka, bahkan di negara semaju Inggris dan Amerika Serikat. Ada apa sebenarnya?

Realitas mungkin mengejutkan kita. Sebuah penelitian besar dari Lembaga Pengobatan Amerika Serikat tahun 2007 memperkirakan bahwa “kurang dari separuh” prosedur yang dilakukan dokter dan keputusannya mengenai pembedahan, resep obat dan pemeriksaan merupakan keputusan yang pasti dan efektif. Lebih dari separuh merupakan kombinasi dari tebakan, teori dan tradisi, dengan pengaruh kuat dari well, kapitalis. Yup, kita sudah akrab dengan faktor yang satu ini. Mengenai betapa mahalnya harga sewa kamar semalam atau harga obat.

Dokter sering kali sama butanya dengan pasien mereka saat mereka mencoba memberikan resep obat, melakukan pembedahan atau pemberian implan. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika) hanya mengatur obat, alat dan prosedur pemeriksaan, namun ia tidak mengendalikan bagaimana dokter harus menggunakannya dan tidak punya kendali sama sekali pada operasi pembedahan. Kurangnya pengawasan ini berakibat pada kurangnya pengetahuan dokter mengenai efek samping, bahkan dari produk atau prosedur yang telah digunakan bertahun-tahun. Bila sebuah produk baru datang, katakanlah obat jenis baru dan penjualnya menyebutnya obat anti tuberkulosis, dokter kemungkinan kecil tahu perbedaan antara benar atau tidaknya klaim tersebut.

Selasa, 29 Agustus 2017

Ilusi Gravitasi


Oleh: Juan Maldacena

(Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 75-81)


Gaya gravitasi dan salah satu dimensi ruang bisa dihasilkan dari interaksi ganjil partikel-partikel dan medan-medan yang eksis di alam dimensi rendah.







TEORIHOLOGRAF mengaitkan satu perangkat hukum fisika yang bermain dalam sebuah volume dengan perangkat hukum fisika lain yang bermain pada permukaan perbatasan, sebagaimana digambarkan di sini dengan pesulap dan citra warna dua-dimensi dirinya. Hukum permukaan melibatkan partikel-partikel quantum yang mempunyai muatan “color” dan berinteraksi seperti quark dan gluon dalam fisika partikel standar. Hukum interior adalah sebentuk teori string dan mencakup gaya gravitasi (dialami oleh pesulap), yang sulit untuk diterangkan dari segi mekanika quantum. Namun demikian, fisika permukaan dan interior adalah ekuivalen sepenuhnya, meski uraian mereka berbeda sama sekali.

Tiga dimensi ruang bisa dilihat di sekitar kita—atas/bawah, kiri/kanan, depan/belakang. Tambahkan waktu pada campuran ini, dan hasilnya adalah paduan ruang dan waktu yang dikenal sebagai ruangwaktu. Dengan demikian, kita hidup di alam semesta empat-dimensi. Benarkah itu?

Informasi di Alam Semesta Holografis


Oleh: Jacob D. Bekenstein

(Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 67-73)

"Hasil temuan teoritis tentang black hole mengisyaratkan bahwa alam semesta mungkin seperti hologram raksasa"

Tanyakan kepada setiap orang, dari apa dunia fisik kita terbuat, dan kemungkinan besar Anda akan mendapat jawaban “materi dan energi”. Jika kita mempelajari hal-hal dari ilmu teknik, biologi, dan fisika, informasi sama krusialnya dengan bahan. Robot di pabrik kendaraan disuplai dengan logam dan plastik tapi tidak bisa membuat apa-apa tanpa instruksi berlimpah yang memberitahunya bagian mana yang harus dilas dan seterusnya. Ribosom dalam sel di tubuh Anda disuplai dengan blok-blok penyusun asam amino dan ditenagai energi yang dilepaskan oleh konversi ATP menjadi ADP, tapi ia tidak dapat mensintesiskan protein tanpa informasi dari DNA di nukleus sel. Demikian pula halnya, seabad perkembangan fisika telah mengajari kita bahwa informasi adalah pemain krusial dalam sistem dan proses fisik. Bahkan, kecenderungan mutakhir, yang diprakarsai oleh John A. Wheeler dari Universitas Princeton, memandang dunia fisik terbuat dari informasi, sementara energi dan materi adalah sesuatu yang insidental.

Sains Modern Menemukan Tuhan


Ada suatu zaman ketika sains menjadi musuh keyakinan agama – zaman itu sudah berlalu! Fisika dan kosmologi modern (sains mengenai awal-mula dan perkembangan alam semesta) kini menyediakan bukti objektif kuat tentang eksistensi Tuhan, mengkonfirmasikan atribut utama Tuhan, dan menunjukkan bagaimana Tuhan menciptakan eksistensi fisik dari ‘kenihilan/ketiadaan’. Pengetahuan ini berasal dari analisis kritis atas teori ‘Big Bang’, Teori Relativitas Khusus Einstein, dan penelitian yang tengah dilakukan dalam fisika quantum. Konsep di balik pengetahuan ilmiah esoterik ini sekarang dapat disampaikan sedemikian rupa sehingga dipahami setiap orang yang berpendidikan modern.

Kamis, 24 Agustus 2017

Energi Negatif, Wormhole, dan Warp Drive

Selasa, 08 Mei 2012


Oleh: Lawrence H. Ford dan Thomas A. Roman
 

(Sumber: Scientific American, Special Edition – The Edge of Physics, Mei 2003, hal. 84-91)

Pembangunan wormhole dan warp drive membutuhkan bentuk energi yang sangat tak biasa. Tapi hukum fisika yang memperkenankan “energi negatif” ini juga membatasi perilakunya. 











Wormhole akan terlihat sebagai bukaan bulat menuju wilayah kosmos yang jauh. Dalam foto Times Square rekayasa ini, wormhole memungkinkan warga New York berjalan ke Sahara dengan satu langkah. Walaupun tidak melanggar hukum fisika yang dikenal, wormhole semacam itu membutuhkan jumlah energi negatif yang tak realistis.

Black Hole Quantum

Selasa, 08 Mei 2012


Oleh: Bernard J. Carr dan Steven B. Giddings

(Sumber: Scientific American Reports – Special Edition on Astrophysics, 2007, hal. 20-27)


"Fisikawan dapat segera menciptakan black hole di laboratorium".

Sejak fisikawan menemukan akselerator partikel, hampir 80 tahun silam, mereka telah menggunakannya untuk tugas-tugas sedemikian eksotis seperti memecah atom, mengubah unsur, menghasilkan antimateri, dan menciptakan partikel-partikel yang sebelumnya tidak teramati di alam. Dengan keberuntungan, mereka dapat segera mengemban sebuah tantangan yang akan membuat pencapaian-pencapaian itu terasa hampir biasa-biasa saja. Akselerator dapat menghasilkan objek paling misterius di alam semesta: black hole.

Awal-mula Alam Semesta: Big Bang dan Implikasi Filosofisnya


Presentation Contributor: Kevin Wagoner & Matthew Miller
Course: Introduction to Astronomy (AST1002)

Instructor: Profesor Mullikin

Abstrak

Big Bang adalah teori tentang sebuah peristiwa yang meluncurkan alam semesta menuju eksistensi. Pada abad terakhir, data dan riset astronomi, termasuk dari Hubble dan Einstein, telah membingungkan ilmuwan naturalis dan juga orang awam, karena data dan riset itu mengarah kepada sebuah masa (tidak secara harfiah) ketika alam semesta belum ada.

Alam Semesta Quantum yang Mengatur Diri

Selasa, 08 Mei 2012


Oleh: Jan Ambjørn, Jerzy Jurkiewicz, dan Renate Loll

(Sumber: Scientific American, Juli 2008, hal. 42-49)

Sebuah pendekatan baru terhadap persoalan tua gravitasi quantum kembali ke pangkal masalah dan memperlihatkan bagaimana blok-blok penyusun ruang dan waktu menyatukan diri.

Bagaimana ruang dan waktu terjadi? Bagaimana mereka membentuk kehampaan halus empat-dimensi yang bertindak sebagai latar belakang untuk dunia fisik kita? Terlihat seperti apa mereka pada jarak amat kecil? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini terletak di batas luar sains modern dan mendorong pencarian teori gravitasi quantum—unifikasi teori relativitas umum Einstein dengan teori quantum yang sudah lama dicari-cari. Teori relativitas menggambarkan bagaimana ruangwaktu pada skala besar bisa mengambil bentuk-bentuk berbeda yang tak terhitung banyaknya, menghasilkan apa yang kita rasakan sebagai gaya gravitasi. Kebalikannya, teori quantum menggambarkan hukum fisika pada skala atom dan subatom, mengabaikan efek gravitasi sama sekali. Teori gravitasi quantum bermaksud menggambarkan sifat ruangwaktu pada skala terkecil—kehampaan di antara partikel-partikel unsur terkecil yang dikenal—lewat hukum quantum dan barangkali menjelaskannya dari segi beberapa konstituen fundamenta.

Dalam Dunia Kuantum, Berlian Berkomunikasi Satu Sama Lain


Image result for berlian


Pengukuran menunjukkan bahwa mereka terikat: Getaran berlian yang kedua bereaksi terhadap apa yang terjadi pada getaran yang pertama.

Para peneliti yang bekerja di Laboratorium Clarendon di Universitas Oxford, Inggris, telah berhasil membuat satu berlian kecil berkomunikasi dengan berlian kecil lainnya dengan memanfaatkan “keterikatan kuantum”, salah satu fitur yang menggugah dalam fisika kuantum.

Keterikatan (entanglement) telah terbukti sebelumnya, namun apa yang membuat percobaan Oxford menjadi unik adalah konsepnya yang ditunjukkan dengan benda padat yang cukup besar pada suhu ruangan.

Keterikatan materi sebelumnya melibatkan partikel submikroskopik, seringkali pada suhu yang dingin.

Semuanya Adalah Energi

Senin, 01 Oktober 2012



Mengapa penemuan Albert Einstein ini begitu penting? Untuk memahami ini, Anda perlu memiliki sedikit informasi tentang latar belakangnya. Sebelum Einstein, para ilmuwan percaya bahwa alam semesta dibuat dari dua unsur yang berbeda secara mendasar, yaitu materi (yang dianggap dibuat dari partikel yang tidak terbagi) dan energi (dianggap dibuat dari gelombang). Materi dan energi ini berinteraksi untuk membentuk jagad material, tetapi mereka tidak bercampur (yang satu tidak bisa diubah menjadi yang lain).

7 hewan abadi yang hidup di dunia

Keabadian hidup ternyata tidak hanya dalam cerita fiksi. Dalam kehidupan nyatapun ada makhluk yang bisa hidup abadi atau sulit mati, tentu saja bukan dikalangan manusia. Keabadian yang dimaksud disini terjadi pada sebuah hewan spesies tertentu. Berikut 7 makhluk hidup yang sulit mati, berumur sangat panjang, bahkan benar-benar abadi atau tidak bisa mati.



kecoa tanpa kepala

 1. Kecoa
Kecoa adalah salah satu hewan yang sangat sulit dibunuh atau abadi. Anda pasti pernah mengalami, seberapa banyak menyemprotkan pestisida kecoa tetap tidak akan musnah. Kecoa bahkan masih bisa hidup selama seminggu mesti kepalanya sudah dipenggal. Kecoa masih bisa hidup tanpa kepala karena hewan ini tak mengalami pendarahan saat dipenggal. Kecoa yang sudah dipenggal kepalanya baru akan mati setelah mengalami kelaparan karena tidak memiliki mulut untuk makan. Alasan lain mengapa kecoa kuat bertahan hidup adalah karena kemampuanya dapat beradaptasi pada kondisi atau lingkungan apapun.


immortal jellyfish

 2. Ubur-ubur Turritopsis (Immortal Jellyfish)

Semesta yang Hidup


galaxy_universe-normalOleh : Duane Elgin
Saya percaya bahwa tren yang paling ekstrem dari zaman kita adalah munculnya pergeseran dalam pandangan kita bersama tentang alam semesta – dari memandang semesta sebagai benda mati menjadi semesta yang hidup. Kita memandang alam semesta sebagai hidup dan diri kita sebagai bagian yang terus berkelanjutan dalam kehidupan itu, kita melihat bahwa kita sangat erat berhubungan dengan segala sesuatu yang ada.

Pandangan ini – bahwa kita berhubungan dengan segala sesuatu, dalam alam semesta yang terus meregenerasi – merupakan cara baru kita dalam memandang dan berhubungan dengan semesta, dan mengatasi pemisahan mendalam yang telah menandai kehidupan kita selama ini. Dari penggabungan kebijaksanaan ilmu pengetahuan dan spiritualitas munculah pemahaman yang bisa memberikan landasan persepsi baru bagi masyarakat yang beragam untuk hadir bersama-sama membangun masa depan yang berkelanjutan dan lebih bermakna.

Rabu, 23 Agustus 2017

Alam Semesta Paralel


Sejak beberapa abad, sosok dan sifat alam semesta selalu menjadi bahan perdebatan panas. Sepuluh tahun terakhir ini, silang sengketa yang mencuat adalah kemungkinan adanya alam semesta lain, di luar alam semesta yang kita kenal.

Memang amat sulit untuk menerima aksioma adanya alam semesta lain. Pendukung utama teori alam semesta pararel atau multiversum, seperti Prof. Michio Kaku dari Universitas New York, mengemukakan kemungkinan adanya banyak alam semesta. Atau juga pakar astrofisika Inggris, Marcus Chown yang meyakini, di luar batasan alam semesta yang nampak, terdapat banyak alam semesta lainnya.

Paradoks Perjalanan Waktu


Oleh: Maggie Gaster

Ide tentang perjalanan menembus waktu selalu dianggap sebagai sains fiksi. Einstein tidak tahu bahwa teori relativitas khususnya akan mengarah pada kemungkinan aktual perjalanan waktu. Bila kita dapat memulai perjalanan menembus waktu, dunia penuh kemungkinan akan terbuka. Kita bisa kembali ke masa lalu dan melihat semua kenyataan dibanding berspekulasi berdasarkan dokumentasi yang ditinggalkan orang-orang. Karena kita belum pernah menganggap perjalanan waktu sebagai sebuah kemungkinan, dunia akan seperti sekarang bila kita tidak melakukannya. “Menurut teori Relativitas Khusus Einstein, waktu melambat ketika sebuah objek mendekati kecepatan cahaya. Ini membawa banyak ilmuwan kepada keyakinan bahwa perjalanan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya bisa membuka kemungkinan perjalanan waktu ke masa lalu dan masa depan.” (How Time Travel Will Work, Kevin Bonsor).

Alam semesta yang sangat misterius

Senin, 07 Mei 2012


Alam semesta ternyata lebih misterius dari yang diperkirakan. Berbagai penemuan terbaru di bidang astro-fisika, justru membuka semakin banyak teka-teki. Berdasarkan perhitungan terbaru, diketahui sebagian besar isi alam semesta, terdiri dari materi atau energi yang belum diketahui wujudnya.

Materi yang kasat mata, rupanya hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan materi di alam semesta. Bintang-bintang, planet dan gas antar galaksi, volumenya hanya sekitar lima persen dari volume alam semesta secara keseluruhan. Materi dan energi yang tidak kasat mata itu, diberi nama materi gelap dan energi gelap, terbukti memainkan peranan sangat menentukan di alam semesta.

Dimensi Ke 11 Menembus Alam Semesta


Perkembangan ilmu pengetahuan memprediksikan bahwa alam semesta memiliki lebih dari tiga ruang dimensi, yang disebut Dimensi Ke 11

Teori String Quantum Modern (Modern Quantum String Theories) menyatakan bahwa ada sebelas dimensi di alam semesta. Tetapi dimensi tambahan mungkin tertutupi di daerah yang sangat kecil (mikroskopis) atau berada di luar deteksi kita. Yang sering kita bayangkan bahwa di jagad raya ini hanya memiliki tiga dimensi, dan pendapat itu sebenarnya sudah dipatahkan sejak Einstein masih hidup.

Artikel kali ini akan menjelaskan teori Albert Einstein yang dikembangkan Ed Witten dari Princeton dan Paul Townsend dari Cambridge, menjadi Teori Terpadu yang dicari Einstein selama 40 tahun terakhir masa hidupnya.

It from Bit?


John Archibald Wheeler (kanan) bersama kolega (Eckehard W. Mielke. (Foto oleh Emielke – CC BY-SA 3.0)Oleh: Rachel Thomas
18 Desember 2015
(Sumber: plus.maths.org)

Artikel ini merupakan bagian dari proyek informasi tentang informasibekerjasama dengan FQXi. Klik di sini untuk membaca artikel lain terkait konsep “it from bit” milik John Wheeler.
Jika sebatang pohon tumbang di hutan tapi tak ada orang di sana untuk mendengarnya, apakah ia betul-betul menghasilkan suara? Apa sesuatu eksis hanya jika ia diindera? Apa kata fisika tentang realitas? Ini adalah sebagian dari pertanyaan terbesar dalam fisika dan filsafat, tak kunjung terjawab setelah perdebatan selama berdekade-dekade, atau bahkan berabad-abad. Sebagian pihak penasaran apa ini bisa dijawab, tapi satu fisikawan tidak gentar mencoba:

Pemandangan Teori String

Selasa, 08 Mei 2012


Oleh: Raphael Bousso dan Joseph Polchinski

(Sumber: Special Edition Scientific American – The Frontiers of Physics, 2006, hal. 41-49)


Teori string memprediksi bahwa alam semesta mungkin menempati salah satu “lembah” sembarang dari pilihan lembah tak terhingga di sebuah pemandangan kemungkinan yang luas

 

Pemandangan teoritis yang didiami sederetan kemungkinan alam semesta tak terhitung diprediksikan oleh teori string. Pemandangan itu memiliki barangkali 10500 lembah, yang masing-masingnya dapat disamakan dengan set hukum fisika yang mungkin beroperasi di gelembung ruang yang luas. Alam semesta tampak kita mungkin adalah sebuah kawasan relatif kecil di dalam gelembung semacam itu.

Bagaimana Fisika Baru Memvalidasi Konsep Near-Death


quantumfoam1Oleh : CD Rollins
CD Rollins bukanlah seorang yang ahli dalam fisika juga tidak memiliki banyak tulisan akademik. Namun, Rollins memiliki gelar sarjana di bidang teknik mesin dan memiliki minat khusus dalam fisika dan pengalaman mendekati kematian. Rollins percaya bahwa hukum dasar alam semesta, yang memungkinkan kehidupan adalah hukum-hukum Tuhan. Dia tidak mengklaim, seperti orang lain, bahwa teori-teori baru dalam fisika mendukung atau bahkan membuktikan kelangsungan hidup dari kesadaran manusia setelah kematian. Dia hanya ingin berbagi beberapa pengamatan yang dia lakukan saat meninjau beberapa perkembangan baru dalam teori fisika. Ada beberapa buku yang sangat menarik yang membahas tentang teori-teori baru dalam fisika dan kesadaran seperti, The Holographic Universe dan The Physics of Consciousness. Ini adalah bacaan yang sangat baik. Berikut ini adalah profil dari pengamatannya dari buku tersebut yang berhubungan dengan pengalaman mendekati kematian.

Rumus Semesta atau Theory of Everything

Selasa, 24 Juli 2012


Ini adalah suatu dalil universal yang menjelaskan keseluruhan jagad raya. Mulai dari partikel terkecil sampai bintang terbesar. Bagaimana menulis sebuah rumus seperti itu dalam sehelai kertas ukuran folio?

Para fisikawan menyebutnya sebagai Theory of Everything. Teori tentang segala sesuatu. Rumus semesta. Albert Einstein belum berhasil mendapatkannya. Ribuan fisikawan kondang sampai Stephen Hawking pun belum mampu memecahkan rahasia terbesar ke-Ilahi-an ini. Adalah Prof. Lee Smolin, fisikawan alumnus Harvard University dan guru besar di “Perimeter Institute for Theoretical Physics” di Kanada, yang berhasil memecahkan rahasia paling rahasia di alam semesta kita ini. Namun Prof. Lee Smolin harus siap membela temuannya, berhadapan dengan ribuan fisikawan lain. Apa yang dimaksud dengan Theory of Everything? Bagaimana pula prinsip Yin-Yang bisa ada di dalamnya?

Selasa, 22 Agustus 2017

Apakah Biologi, Astronomi dan Fisika Menghilangkan Keberadaan Tuhan


religioOleh: Natalie Wolchover
Selama beberapa abad terakhir, ilmu pengetahuan dapat dikatakan telah secara bertahap menjauh dari dasar keyakinan tradisional untuk percaya adanya Tuhan. Banyak dari apa yang dulu tampaknya misterius – seperti asal usul keberadaan manusia, kesempurnaan kehidupan di Bumi, cara kerja alam semesta – sekarang dapat dijelaskan oleh biologi, astronomi, fisika dan domain ilmu pengetahuan lainnya.

Meskipun misteri kosmik tetap ada, Sean Carroll, seorang kosmolog teoritis di California Institute of Technology, mengatakan ada alasan yang baik untuk berpikir bahwa ilmu pengetahuan pada akhirnya akan sampai pada pemahaman yang lengkap tentang alam semesta yang tidak menyisakan adanya Tuhan.

Carroll berpendapat bahwa pengaruh kepercayaan akan adanya Tuhan telah menyusut secara drastis di zaman modern, ketika fisika dan kosmologi telah berkembang dalam kemampuan mereka untuk menjelaskan asal-usul dan evolusi alam semesta . “Ketika kita belajar lebih banyak tentang alam semesta, semakin sedikit dan semakin sedikit untuk melihat adanya sesuatu di luar sana yang membantu,” katanya kepada majalah Life Little Mysteries.

Penjelasan Tentang Teori Fisika Kuantum









Teori kuantumWheeler sebenarnya sudah muncul sejak pasca Perang Dunia II, digagas oleh fisikawan John A. Wheeler. Kalo kita bicara tentang teori kuantum, harus kita pahami bahwa alam semesta (maksudnya alam partikel) bersifat fluktuatif, tidak ada yang pasti, karena dikontrol oleh asas ketidakpastian Heisenberg sehingga hanya probabilitas posisi dan momentumnya saja yang kita ketahui.

Bukti Bahwa Kesadaran menciptakan Realitas

Selasa, 22 Agustus 2017


god consciousnessOleh : Steven Bancarz

Apakah kesadaran menciptakan dunia materi? Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, penting untuk pertama melihat dunia materi sesungguhnya dari tingkat mendasar. “Realitas” tidak hanya terbuat dari potongan-potongan fisik kecil, seperti sekelompok kelereng atau bola bowling kecil kecil. Molekul terbuat dari atom, dan atom yang terbuat dari partikel-partikel subatomik seperti proton dan elektron yang terdiri dari 99,99999% ruang kosong dan berputar berisi muatan listrik. Mereka terbuat dari quark, yang kemudian merupakan bagian dari bidang Superstring yang terdiri dari string bergetar yang menimbulkan partikel dasar berdasarkan sifat getaran mereka.

Kita berinteraksi dengan dunia benda-benda fisik hanya karena cara otak kita menerjemahkan data sensorik. Pada skala terkecil dan paling mendasar dari alam semesta, gagasan “realitas fisik” adalah tidak ada. Pelopor mekanika kuantum yang memenangkan hadiah Nobel, Neils Bohr mengatakan , “Segala sesuatu yang kita sebut nyata dibuat dari hal-hal yang tidak dapat dianggap sebagai nyata. Jika mekanika kuantum belum membuat Anda terkejut, Anda belum mengerti hal itu dengan cukup baik. “Ketika Anda saling menyentuh tangan Anda bersama-sama, itu sesungguhnya hanyalah ruang kosong yang menyentuh ruang kosong, dengan sedikit materi spin energik partikel yang sangat kecil. Materi sama sekali bukanlah struktur fisik.