Kamis, 23 Maret 2017

3 Cara Indonesia Menjadi Lebih Menarik Bagi Investor Asing


0COMMENTS
OE-World-Bank-350x150
Indonesia selau tangguh dalam mengatasi masalah keuangan. Menurut laporan komisaris layanan perdagangan Kanada, Indonesia berhasil melewati krisis keuangan global pada tahun 2008 dengan baik. Indonesia mengungguli negara tetangganya dan bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi di saat negara lain sedang mengalami kesulitan.

Kestabilan tersebut menarik minat para investor luar untuk berinvestasi di pasar yang sedang berkembang ni. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia- dimana setengah penduduknya berada di bawah umur 30 tahun – Indonesia telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Beberapa perusahaan venture capital (VC) dari Amerika dan Jepang sudah mulai ikut serta.
Untuk memecahkan masalah global, banyak investor dari Eropa dan Mountain View mulai mengeksplorasi Asia Tenggara dengan Indonesia menjadi tujuan utama. Namun, sebelum Jakarta bisa menarik investor yang lebih besar, perlu usaha yang keras. Tanpa diurut, berikut adalah tiga hal yang perlu dilakukan Indonesia untuk menarik investor luar agar berinvestasi lebih banyak pada startup lokal.

1. Meningkatkan infrastruktur

Bank dunia mengatakan dukungan terhadap infrastruktur di Indonesia sangat sulit. Pemerintah lokal hanya berpikir bahwa Jakarta memerlukan jalan dan sistem drainase yang lebih baik setelah gagal menangani ekspansi ekonomi. Hal ini mengakibatkan terganggunya sektor bisnis seperti kekurangan listrik dalam beberapa dekade. “Kurangnya infrastruktur menyebabkan kemacetan dan menghambat kesempatan pertumbuhan di masa depan” ungkap pejabat senior bank dunia Karsten Fuelster.
Oe-Flickr-Charles-Wiriawan-720x537
Sumber gambar: Pengguna Flickr Charles Wiriawan
Portal bisnis Indonesia-Investments menulis:
Kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan biaya logistik di Indonesia meningkat tajam, sehingga mengurangi daya saing dan daya tarik investasi di Indonesia. […] Masalah utama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan infrastruktur negara adalah kurangnya sumber daya finansial. Oleh karena itu, peran serta sektor swasta – baik luar maupun dalam negeri – sangat diperlukan.
Baca juga: 5 masalah utama yang dihadapi pebisnis teknologi di Indonesia

2. Buka lebih banyak inkubator bisnis

Kontributor Forbes Sylvia Vorshourse-Smith mengatakan bahwa pekerja di Indonesia tidak memenuhi persyaratan untuk pekerjaan abad ke-21, dan sistem pendidikan lokal tidak bisa menghasilkan lulusan yang lebih cepat. “Bagaimanapun, mereka sedang memperbaiki hal itu” tulisnya. “Tapi hal yang perlu dikerjakan sangatlah banyak dan permintaan untuk hal tersebut sangatlah sulit. Jadi pencari bakat perlu meningkatkan status bisnis yang sangat penting ini ke tingkat kritis”
OE-Gepindonesia-720x369
Sumber gambar: Website Gepi
Kelebihan Jakarta adalah kota ini rajin mengadakan pendidikan kewirausahaan seperti Ciputra GEPI Incubator, IdeaboxStartupLokal, dan Jakarta Founder Institute. Tapi pada tahap pembangunan ekonomi – dan dengan ketertarikan dana dari luar – ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengambil dana investasi tersebut.
Baca juga: Inilah 8 startup yang selangkah lagi menjadi peserta Ideabox batch 2
 

3. Membangun kebijakan investasi yang lebih ramah

Pemerintah Indonesia telah terkenal dengan kebijakan administrasi yang membuat orang asing sulit berinvestasi di Indonesia. Awal tahun ini, presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan “daftar investasi negatif” – yaitu sebuah peraturan yang menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa dimiliki orang asing di Indonesia.
Menurut Reuters, pemerintah melarang orang asing untuk berinvestasi dalam toko retail yang menjual elektronik, sepatu, tekstil, mainan, dan makanan – kemungkinan membuat sulit perusahaan seperti IKEA yang berencana melakukan ekspansi di Indonesia.
Namun, presiden yang baru dipilih Joko “Jokowi” Widodo akan bekerja secara resmi mulai bulan depan, dan media berspekulasi Jokowi akan mengadopsi peraturan pasar yang lebih ramah untuk menarik investor asing. Untuk perusahaan lokal, ini adalah berita baik, karena mereka tidak perlu lagi mendaftarkan perusahaan mereka di Singapura hanya untuk mendapatkan dana asing.
OE-Flickr-user-Global-Panorama-720x480
Sumber gambar Jokowi: Pengguna Flickr Global Panorama
Jadi meskipun ekonomi yang stabil, tangguh, dan tingkat konsumsi yang tinggi menjadi elemen utama yang menarik investor ke Indonesia, itu bukan dasar yang kuat untuk menjaga mereka tetap di sini. Negara ini perlu melihat kemajuan yang lebih luas dalam waktu singkat.

ABOUT LEIGHTON