Rabu, 23 November 2016

Srimulyani :Fintech solusi pengembangan UKM

Sri-Mulyani-FinTech-Solusi-Membantu-Pelaku-UKM

Sri Mulyani: FinTech Solusi Membantu Pelaku UKM

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa perusahaan Financial Technology di Indonesia yang mayoritas didirikan oleh anak muda merupakan solusi untuk menjembatani kesenjangan ekonomi yang digeluti pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di daerah yang belum terjamah bank.

“Dengan adanya FinTech memungkinkan efesiensi dari segi cost – nya,” katanya dalam acara Indonesia Financial Technology & Conference 2016 di Indonesia Convention Exebition (ICE), BSD, Tangerang.
Meski demikian, ia berharap agar jangan muncul stigma yang menyebut FinTech menjadi saingansektor perbankan yang telah lama bermain dari sisi ekonomi .
“Saya berharap mereka tidak anggap ini (FinTech) ancaman, tapi kesempatan untuk model bisnis mereka (bank) lebih efesien. Sehingga bisa menjangkau masyarakat lebih efesien,” ujar dia.
Presiden, tambah Sri, sudah sangat jelas berkomitmen terhadap keberadaan FinTech di tanah air. Untuk itu pemerintah akan membuat kerangka aturan agar teknologi ini bisa menjadi kekuatan menumbuhkan ekonomi Indonesia. “Pada akhirnya bisa memberantas kemiskinan,” imbuh mantan Direktur Bank Dunia itu.
Dari keikutsertaan perusahaan FinTech dalam gelaran Indonesia Financial Technology & Conference 2016 ini diharapkan akan memberikan dampak postif kepada pelaku UMKM, salah satunya fasilitas untuk mengurangi biaya transaksi.
“Hal ini akan mendorong UKM menjadi teratur, formal, dan bisa bayar pajak. Karena itu yang penting bagi Menkeu,” ujarnya diiringi tepuk tangan para peserta konferensi.
Selain itu dengan semakin maraknya startup di bidang Fintech yang memberikan jasa keuangan hingga pelosok negeri akan mampu melahirkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat terutama di wilayah pedesaan.
meningkatkan produktivitas usaha
“Maka masyarakat yang bekerja pada sektor informal akan mendapat keuntungan formal,” ujarnya.
Selain Sri Mulyani, beberapa pembicara lain juga turut memeriahkan pagelaran Indonesia Financial Technology & Conference 2016 ini, di antaranya: Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Ratu Belanda, Queen Maxima.
Amartha sebagai salah satu perusahaan FinTech yang telah menyalurkan dana sebesar 38 milyar kepada 20 ribu lebih anggotanya juga turut memeriahkan pesta para pegiat FinTech di Indonesia tersebut.
Di acara ini Amartha memamerkan produk produk hasil pengusaha UMKM binaannya, seperti hasil ikan cupang, kerajinan tangan, hingga makanan tradisional dodol dan rengginang.
Dari sekian banyak perusahaan FinTech, booth Amartha sendiri, termasuk banyak dikunjungi peserta Indonesia Financial Technology & Conference 2016 yang tertarik dengan paltform peer to peer lending.

sumber