Kamis, 10 November 2016

Inilah Jawaban Bagi yang Ragu Kerja di Startup


perusahaan startupApa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata startup? Perusahaan baru, kantor yang kecil, karyawannya sedikit, dan mungkin masih banyak lagi.
Sebenarnya yang disebutkan di atas ada benarnya. Tapi yang menjadi masalah adalah, masih banyak orang yang ragu untuk bekerja di startup dan cenderung ingin mencari aman dengan hanya mengincar perusahaan-perusahaan besar.
Sebenarnya, Anda tak perlu ragu untuk bekerja di startup. Namun, agar tak salah langkah, Anda harus memastikan startuptersebut memiliki modal yang kuat dan punya potensi untuk berkembang terlebih dahulu.
  1. Perusahaan baru, modalnya dari mana?
Di dunia startup, ada istilah yang sudah tidak asing lagi, yaitu angel investor. Sesuai dengan namanya, investor ini memang bak malaikat. Bayangkan saja mereka mau berbaik hati mengucurkan dana bagi startup untuk menjalankan usaha, tanpa ada jaminan ke depannya akan berhasil atau tidak.

Oleh karena itu, sebelum bergabung dengan sebuah startup, Anda perlu memastikan bahwa pendirinya pintar membangun ide dan strategi bisnis yang unggul. Founder yang cerdas akan bisa meyakinkan para investor untuk memperkuat modal bisnisnya.

  1. Apa bayarannya menjanjikan?
Walaupun startup pada umumnya belum mendapat pemasukan dan hanya mengandalkan aliran dana dari investor, tapi Anda tidak perlu khawatir akan mendapatkan gaji yang kecil. Gaji di beberapa perusahaan startup ternyata cukup bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah lama berdiri. Berikut ini contohnya:
Gaji Staff Design Gojek

Gaji Manager IT Tokopedia
Masih penasaran dengan gaji di perusahaan atau startup lain, Anda bisa mampir ke sini.

  1. Kulturnya seperti apa?
Kerja di perusahaan startup cocok untuk Anda yang tidak suka dengan birokrasi yang rumit. Karena umumnya startup terdiri dari tim yang kecil, Anda bisa berinteraksi langsung dengan CEO perusahaan.
Di kantor startup, kemungkinan Anda bertemu dengan ruang-ruang bersekat alias kubikel juga sangat kecil. Selain itu, startupjuga identik dengan karyawan yang masih muda-muda serta memiliki kreativitas tinggi, sehingga membuat suasana kantor menjadi lebih fun. Karyawan pun biasanya dibebaskan berpakaian dengan gaya kasual.
Badr Interactive

Blibli.com

Contoh perusahaan startup lainnya bisa Anda liat di sini.

  1. Bagaimana dengan karirnya?
Di awal berdirinya startup, pikiran soal jenjang karir tentu bukan menjadi prioritas. Tapi ketika jumlah karyawan sudah semakin bertambah, kemungkinan bagi Anda untuk naik posisi justru semakin terbuka lebar karena persaingannya tidak terlalu ketat.
Selain itu, berhubung startup dijalankan oleh tim kecil, maka dalam satu posisi kemungkinan Anda akan memegang tanggung jawab yang lebih besar. Hal positif dari kondisi ini adalah, Anda jadi bisa meningkatkan skill dan belajar lebih banyak ilmu dibandingkan dengan bekerja di korporat atau perusahaan besar.

  1. Apa startup bisa bertahan lama?
Tidak ada yang bisa menebak berapa lama sebuah perusahaan bisa bertahan. Tapi jika dipikirkan kembali, perusahaan besar sekalipun tentunya memiliki risiko untuk bangkrut. Justru di startup Anda bisa benar-benar merasakan sendiri turun tangan ikut mengembangkan perusahaan hingga benar-benar berhasil. Mengapa? Karena dengan jumlah karyawan yang tidak banyak, sekecil apapun pekerjaan yang Anda lakukan akan sangat berdampak bagi kelangsungan perusahaan.

Jadi bagaimana? Tertarik bekerja di startup?

sumber