Rabu, 23 November 2016

Kelemahan UKM

permodalanukm

Mengenal Lebih Dekat dengan Pemodalan UKM

Di Indonesia, Usaha Kecil Menengah menjadi sektor yang berpengaruh terhadap stabilitas perekonomian nasional. Sehingga, UKM merupakan sarana yang potensial untuk pengentasan kemiskinan dan meminimalisir jumlah pengangguran.

Namun, di sisi lain pemodalan menjadi salah satu kendala yang harus dialami UKM di Indonesia. Karena alasan keterbatasan asset menjadikan UKM sulit mendapat pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank.
Tanpa pemodalan yang baik, memang UKM akan sulit berkembang. Hal inilah yang akhirnya membuat ketidakefisienan dalam pengentasan angka kemiskinan di negara ini. Selain itu alasan lainnya UKM sulit mendapatkan akses perbankan karena minimnya pengetahuan terhadap bank itu sendiri.
Padahal saat krisis ekonomi melanda Indonesia di tahun 1998, kehadiran UKM merupakan penyelamat perekonomian yang sempat sangat terpuruk kala itu.
Ada beberapa hal yang menyebabkan UKM sulit mendapatkan layanan keuangan, seperti belum berbadah hukum (PT, CV), struktur organisasi perusahaan yang sederhana, dan tidak memiliki laporan keuangan yang lengkap.
Atas keprihatinan itulah diperlukan sebuah lembaga keuangan mikro yang door to door mengedukasi dan berani menawarkan pemodalan bagi para pelaku UKM.
Menjawab tantangan itu, Amartha yang telah bermetamorfosis dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM) menjadi peer to peer (P2P) lending diharapkan bisa membantu para pengusaha UKM untuk tetap eksis menjadi penyokong utama penyediaan lapangan pekerjaan Indonesia.
Menggaet Investor untuk Membantu UKM
Memanfaatkan financial technology (fintech) Amartha.com menyediakan sarana bagi para investor yang ingin berinvestasi namun mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu financial dan sosial.
Financial karena Amartha memberikan imbal hasil yang menarik sebesar 20 persen per tahun tergantung profil resikonya. Sedangkan keuntungan impact didapatkan karena investasi tersebut disalurkan sebagai modal untuk UKM di pedesaan yang belum mendapatkan layanan keuangan dari perbankan.
Investor tidak perlu khawatir membutuhkan modal yang besar bila berinvestasi di marketplace lending Amartha.com. Cukup dengan minimal saldo sebesar 3 juta, Anda sudah bisa memulai menjadi seorang investor bagi UKM yang membutuhkan modal.
Keamanan dalam berinvestasi juga menjadi jaminan yang diberikan Amartha kepada para investornya. Hal ini dibuktikan dengan nilai kegagalan pembayaran sebesar 0 (nol) persen selama enam tahun berturut turut.
Cara Mendapatkan Pembiayaan Amartha
Pinjaman yang diberikan Amartha bagi peminjam disalurkan untuk usaha produktif di tempat mereka tinggal. Usaha tersebut melingkupi: Perdagangan, industri rumah tangga, pertanian, peternakan, jasa, pendidikan, perumahan, air dan sanitasi, serta kesehatan. Saat ini ada 3 wilayah mencakup Kabupaten Bogor, Bandung, dan Subang.
Untuk mendapatkan pembiayaan dari Amartha, proposal pembiayaan yang telah direview nantinya akan terdaftar di marketplace untuk ditawarkan kepada investor yang berminat.
Bila telah mendapatkan komitmen dana dari investor, Amartha akan memfasilitasi akad dan pencairan kepada peminjam.
Selanjutnya selama masa pembiayaan berlangsung, setiap peminjab diwajibkan mengikuti pertemuan mingguan. Pertemuan ini bersama dengan field officer Amartha. Dalam pertemuan, FO akan memonitor perkembangan usaha secara berkala.

sumber