Rabu, 07 Juni 2017

Demi Alasan Keamanan, Twitter Hapus 360.000 Akun Meresahkan Berbau Terorisme


0COMMENTS
twitter | featured image
Media sosial Twitter mengumumkan bahwa hari ini mereka menghapus 360.000 akun berbau terorisme yang beroperasi sejak pertengahan 2015. Tindakan ini merupakan buntut dari banyaknya teguran dari pemerintah dan sejumlah organisasi yang mengatakan bahwa Twitter lambat dalam menangani dan menghentikan akun yang terkait dengan ISIS.



Tindakan penghapusan akun berbau terorisme ini telah dilakukan Twitter di tahun 2015 dengan 125.000 akun dibekukan. Selanjutnya Twitter kembali melakukan hal serupa di Februari 2016 dengan membekukan 235.000 akun.
Twitter mengatakan bahwa alasannya menghapus akun ini karena terjadi delapan puluh persen peningkatan penyebaran informasi terkait ISIS melalui akun-akun tersebut. Kemudian Twitter juga mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan jumlah tim yang melakukan pengawasan dan analisa laporan dari pengguna lainnya.
Selain itu, Twitter mengungkap bahwa algoritma miliknya tidak dapat mengidentifikasi propaganda ekstremis, sehingga perusahaan ini mengandalkan alat pendeteksi spam untuk mengenali pelaku tindakan kurang pantas tersebut. Alat terbaru tersebut juga dapat mengenali pemilik akun yang dibekukan saat membuat akun baru.
Melalui blog resminya, Twitter juga mengumkan dua fitur baru, yakni Notification Setting dan Quality Filter. Kedua fitur tersebut ditujukan untuk meningkatkan kustomisasi pada tweet yang ingin dilihat oleh pengguna.
Tindakan penghapusan akun yang berbau kekerasan juga dilakukan oleh Facebook pada awal Agustus 2016 ini. Media sosial buatan Mark Zuckerberg tersebut membekukan akun yang memberikan informasi real-time terkait penembakan polisi di Amerika Serikat.
(Diedit oleh Mohammad Fahmi)

ABOUT ELFA

Suka menulis di bidang teknologi sejak lepas jadi pengajar anak-anak. Sapa saja perempuan penyuka warna ungu ini melalui akun Twitter @elfaelpa