Rabu, 07 Juni 2017

3 Strategi Startup Teknologi Menggaet Konsumen Selama Ramadan

0COMMENTS
TIA Ramadan Gathering Talk Show | Featured
Pada tanggal 16 Juni 2016 lalu, Tech in Asia bekerja sama dengan MSILogitechGarenaPlay InteractiveSony Interactive Entertainment Singapore, dan Cynthia Catering, mengadakan acara talkshow dan kompetisi game bertajuk Tech in Asia Ramadan Gathering.

Diadakan di Freeware Spaces, Kemang, sesi pertama talkshow menghadirkan tiga tokoh dari perusahaan teknologi tanah air, yaitu Falah Fakhriyah (VP Hijabenka), Archie Wirija (Produser di Qur’an Indonesia Project), dan Fahri Amirullah (Digital Marketing Manager di Kitabisa). Dalam kesempatan tersebut, mereka bertiga berbagi strategi yang mereka lakukan dalam membuat program atau promo di bulan Ramadan.

Buat promo bernuansa Islami

13 E-commerce yang Menyajikan Produk dan Promo untuk Keperluan Ramadan | FeaturedDemi lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, salah satu strategi yang biasa dijalankan perusahaan teknologi tanah air adalah dengan menghadirkan program bernuansa Islam. Itulah mengapa di bulan Ramadan tahun 2016 ini, situs crowdfunding Kitabisa menghadirkan sebuah portal pengumpulan zakat.
“Kami bekerja sama dengan beberapa lembaga amil zakat, seperti Dompet Dhuafa, Baznas, dan Rumah Zakat,” jelas Fahri.
Selain itu, Kitabisa juga mengajak para pengguna mereka untuk bersedekah di portal khusus lain yang mereka buat. Uang yang terkumpul dari sedekah tersebut akan diberikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pihak yang membutuhkan.
Hal yang sama pun dilakukan Qur’an Indonesia Project, sebuah proyek pembuatan rekaman Alquran yang bisa diunduh secara gratis. Mereka mengajak masyarakat Indonesia untuk berbagi foto dengan caption ayat Alquran di Instagram, lewat kampanye yang bernama #SebarkanWalau1Ayat.
“Pengguna yang fotonya terpilih akan mendapat CD Audio dari Qur’an Indonesia Project,” jelas Archie.
Sedikit berbeda dengan Fahri dan Archie, Falah justru mengakui kalau Hijabenka tidak menyajikan sesuatu yang benar-benar berbeda di bulan Ramadan. “Kami hanya menghadirkan beberapa promo yang kebetulan waktunya bertepatan dengan bulan Ramadan, seperti Jakarta Great Online Sale,” ujar Falah.
Menurut Falah, Hijabenka telah mempunyai strategi yang berjalan sepanjang tahun, tidak khusus di bulan Ramadan saja. “Namun ketika kebetulan kami berulang tahun di awal Juni 2016 kemarin contohnya, kami pun membuat program bernuansa Islam, yaitu undian berhadiah umroh,” jelas Falah.

Prime time” di waktu makan siang

TIA Ramadan Gatherin Talk Show | Photo 1
Kiri ke kanan: Archie Wirija (Produser Qur’an Indonesia Project), dan Fahri Amirullah (Digital Marketing Manager Kitabisa)
Google pernah merilis sebuah riset yang menyatakan kalau selama bulan Ramadan akan ada peningkatan aktivitas masyarakat Indonesia di dunia maya pada waktu makan siang di bulan Ramadan. Hal ini ternyata sesuai dengan pengalaman ketiga narasumber tersebut.
“Ada lonjakan pembelian produk di Hijabenka sekitar pukul 10.00 hingga 15.00,” ujar Falah. Fahri dan Archie pun mengatakan kalau mereka banyak mendapat donasi dan like di media sosial saat waktu makan siang.

Harus sesuai dengan misi

Quran Indonesia Project Selebriti | Ilustrasi
Khusus untuk Qur’an Indonesia Project, Archie mengatakan kalau proyek ini bisa cukup efektif mengundang banyak unduhan setelah ia bekerja sama dengan para tokoh terkenal untuk ikut merekam bacaan Alquran. Tak tanggung-tanggung, Archie pun menggandeng selebriti terkenal, seperti Dian Sastrowardoyo, Raisa, Melly Goeslaw, Rossa, dan Irwansyah.
“Dengan begitu, saya jadi tidak perlu bersusah payah mengajak orang untuk mengunduh rekaman lantunan Alquran yang kami sediakan,” jelas Archie.
Sebaliknya, Falah menjelaskan kalau Hijabenka justru menghindari penggunaan selebriti dalam setiap promo yang mereka buat. Bukan karena promo seperti itu kurang efektif, tapi karena target Hijabenka memang tidak menyasar kalangan atas.
“Kami lebih mencari tokoh-tokoh yang down to earth untuk mempromosikan produk kami,” ujar Falah.
Oleh karena itu, Falah menyarankan para startup untuk tidak “latah” menggandeng selebriti, apalagi jika target produk yang mereka punya adalah pasar dari kalangan menengah ke bawah.

Dari strategi-strategi yang dijelaskan di atas, bisa diambil kesimpulan kalau setiap jenis startup atau perusahaan teknologi punya cara yang berbeda-beda untuk menggaet pelanggan. Namun selama bulan Ramadan, mereka sama-sama harus menyesuaikan strategi mereka, seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat Indonesia di bulan suci ini.
(Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah; sumber gambar: Telko.id)

ABOUT ADITYA

Suka menulis perkembangan dunia startup dan teknologi. Pecinta buku biografi dan science fiction. Bisa diajak ngobrol lewat email aditya@techinasia.com atau Twitter @adheet_ya.