Selasa, 30 Mei 2017

Kiat-Kiat Memulai Usaha Co-Working Space dengan Bujet Terbatas


COMMENTS
How to Build a Co-Working Space | Feature
Ekosistem startup India yang sedang naik daun, tingginya biaya sewa, serta langkanya kontrak jangka pendek memaksa perusahaan-perusahaan baru untuk mencari alternatif lokasi bekerja. Kondisi ini mendorong lahirnya tren usaha co-working space di India.

Negara ini memiliki lebih dari seratus co-working space yang tersebar di berbagai kota besar, dan saya rasa masih akan terus tumbuh seiring bertambahnya jumlah pebisnis atau pekerja lepas yang butuh ruang kerja dengan harga terjangkau.

Mengapa saya mendirikan usaha co-working space

Ah, rasanya saya sudah menjawab pertanyaan ini jutaan kali! Dan saya selalu jujur mengungkapkan motivasi di balik pendirian usaha co-working space saya: untuk mencari uang dan mendanai startup saya yang lain. (Tapi tentu kultur tetap menjadi prioritas utama kami. Mungkin terdengar aneh, tapi berhasil, kok!)
Saya sudah menjalankan bisnis ini selama hampir enam bulan, dan sejauh ini lancar. Kami berhasil menutup biaya operasional dalam tiga bulan pertama, dan sudah meraih untung sejak bulan keempat.
Dengan anggota tiga bootstrap yang besar dan sudah berlaba, serta beberapa bisnis IT ukuran sedang, kami yakin bisa balik modal pada akhir tahun 2017 bila ini berlanjut.
Berikut ini pengalaman serta strategi yang bisa saya bagikan dari membangun usaha co-working space sendiri, hanya dengan modal US$7.000 (sekitar Rp93 juta)

Analisis kompetisi

Hal pertama yang harus kamu lakukan di bisnis apa pun adalah mengenal para sainganmu. Ini akan membantumu merancang strategi dan mengambil keputusan finansial yang lebih baik.
Ada empat faktor yang saya pertimbangkan dalam analisis kompetisi usaha co-working space di kota New Delhi, yaitu:

Profil founder

Ini faktor yang penting tapi sering diabaikan. Kamu perlu tahu siapa otak yang bekerja di balik layar. Sangat perlu. Mengenal founder bisa membantumu memahami cara pandang para pesaingmu.
Pelajaran: Berbagai co-working space favorit dan terkemuka di New Delhi, seperti Innov8 dan 91 Springboard, dimiliki oleh para founder yang sangat berbakat. Tapi ada juga beberapa pemilik bisnis co-working yang tidak terlalu berjiwa entrepreneur.
Kami kemudian memutuskan untuk tidak bersaing di pangsa pasar teratas karena butuh modal besar, dan banyak saingan berat di sana. Kami justru mengincar segmen harga yang lebih murah, di mana kami bisa mengisi celah tersebut dengan membangun kultur dan relasi yang baik dengan para anggota.
How to Build a Co-Working Space | Photo 1

Produk dan layanan yang ditawarkan

Terlepas dari di mana dan bagaimana kamu beroperasi, co-working space milikmu tetap harus berkualitas bagus dan sesuai dengan harga yang kamu tawarkan. Kami bahkan memastikan fasilitas milik kami lebih baik dan lebih murah daripada milik saingan, sehingga para pelanggan lebih puas.
Pelajaran: Setelah menilik berbagai co-working space di New Delhi dan Wilayah Ibukota Nasional, kami akhirnya paham seperti apa layanan yang didapat konsumen di tiap tempat. Kemudian kami fokus pada satu hal: bagaimana caranya bisa lebih baik dari mereka.

Dinamika tempat secara keseluruhan

Supaya bisa lebih baik dari para saingan, infrastruktur kami haruslah sempurna. Kami selalu memastikan infrastruktur memiliki kondisi yang sesuai atau lebih baik dari ekspektasi pelanggan. Kami juga mempelajari masalah-masalah yang mereka hadapi di co-working space lain.
Pelajaran: Segmen harga yang berbeda akan mendatangkan konsumen dengan ekspektasi berbeda pula. Cobalah untuk selalu mengejutkan mereka dengan fasilitas yang lebih baik. Pahami masalah yang mereka hadapi, kemudian fokuslah mengatasi kebutuhan tersebut (tapi kami menyerah ketika ada konsumen yang meminta fasilitas jacuzzi di co-working space).

Biaya operasi rata-rata

Langkah ini mengharuskanmu banyak mengontak orang. Temukan di mana para sainganmu beroperasi, hubungi para pedagang real estat di sekitarnya, dan cari tahu berapa tarif sewa yang berlaku. Kemudian hitunglah biaya konsumsi listrik per unit, jumlah staf yang dibutuhkan, biaya internet, dan lain-lain. Jumlahkan semua, dan kamu akan mendapat perkiraan biaya operasi bulanan kompetitormu.
Pelajaran: Bandingkan biaya beberapa kompetitormu yang teratas, lalu buat analisis singkat tentang pengeluaran mereka. Bandingkan hasilnya dengan strategi dan rencana keuanganmu. Bila rencanamu tidak bisa menyaingi kompetitor, jangan membuka co-working space.

Buat daftar lokasi-lokasi terpopuler

Lokasi adalah salah satu unsur vital dalam bisnis co-working. Dengan strategi yang tepat, lokasi bisa menjadi penentu kesuksesanmu. Di bawah ini langkah-langkah detail yang kami lakukan untuk menentukan lokasi.

Catat empat lokasi terpopuler

Pilih tempat yang merupakan jantung kota, di mana ada jaringan bisnis, transportasi, serta perdagangan secara umum. Intinya kamu harus berada di pusat kota.
Pelajaran: Saya pernah memiliki dan menjual restoran ketika masih kuliah, tiga tahun yang lalu. Saat itu sulit sekali untuk mendapat untung, hanya karena lokasinya tidak strategis. Lokasi adalah segalanya!

Pemanfaatan ruang

Setelah kamu punya daftar beberapa lokasi, buatlah analisis untuk susunan ruangan terbaik. Rancang sketsa setiap lokasi sebelum akhirnya menentukan mana lokasi yang terbaik.
Pelajaran: Kami melakukan kesalahan, yaitu terlalu mengoptimalkan ruang. Terlalu banyak area yang kami monetisasi, tapi kami segera menyadarinya dan mengurangi kapasitas penggunaan ruang sebanyak lima belas persen.

Keterbatasan lokasi

Pahami keterbatasan ruang tiap lokasi dan perkirakan bagaimana keterbatasan itu akan berpengaruh di masa depan. Mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi akan sangat berguna bagi perusahaanmu.
Pelajaran: Pada kasus kami, kebanyakan keterbatasan muncul karena pilihan kami sendiri. Bermain di segmen harga terendah memberikan tekanan besar bagi operasional kami. Jadi kami harus selalu membuat rencana untuk satu tahun ke depan, baik di sisi pemasukan dan pengeluaran.

Keuntungan lokasi

Ada keterbatasan, pasti ada juga kelebihan di tiap lokasi. Keuntungan lokasi keseluruhan, seperti kemudahan akses transportasi, fasilitas bank dan keuangan, suplai listrik dan internet, dan sebagainya, bisa kamu kamu gunakan untuk “memainkan” harga.
Pelajaran: Dengan mengetahui kelebihanmu dan seberapa bagus pelayananmu, kamu bisa selalu memenangkan negosiasi, tak peduli siapa lawanmu. Tetaplah pada pendirianmu bila kamu seratus persen yakin dan percaya pada layanan yang kamu tawarkan.

Analisis saingan berdasarkan lokasi

Di setiap lokasi yang kamu pilih, cari tahu harga dan fasilitas yang dimiliki setiap sainganmu, kemudian analisis kelebihan dan kekurangannya.
Pelajaran: Ini cukup sederhana. Kalahkan kompetitormu di setiap aspek, minimal dua kali lipat lebih baik.

Bangun infrastruktur dengan cara hemat

Tekan anggaran untuk membeli aset tetap

Hindari membeli perabot seperti meja, kursi, dan sebagainya dari showroom. Toko-toko tersebut biasanya memasang harga empat puluh hingga enam puluh persen lebih tinggi dari harga produk aslinya.
Pelajaran: Kami punya waktu untuk membuat perabot sendiri dari nol berkat adanya masa tenggang sebelum sewa yang diberikan oleh pemilik tempat. Semua kami kerjakan sendiri, mulai dari pencarian material sampai pekerjaan tangan. Memang melelahkan, tapi hasilnya kami berhasil hemat banyak biaya.

Lengkapi kebutuhan teknologi secara bertahap

Bila kamu mendirikan co-working space dengan anggaran terbatas, sediakanlah kebutuhan teknologi mendasar terlebih dahulu. Kemudian tingkatkan teknologi tersebut seiring bertambahnya anggota.
Pelajaran: Pada awalnya kami hanya menyediakan sedikit kursi dan bandwidth internet terbatas. Begitu jumlah pelanggan meningkat, kami pun memastikan adanya peningkatan infrastruktur.
How to Build a Co-Working Space | Photo 2

Gunakan estetika untuk membuat pelanggan merasa nyaman

Buat co-working space milikmu terlihat rapi dan tidak terlalu lebay. Usahakan keseluruhan ruangan memberi suasana energik.
Pelajaran: Kami berusaha memberi estetika terbaik sehemat mungkin. Kami mencomot ide dari semua orang, termasuk para pelanggan, untuk mengetahui apa sebenarnya yang mereka inginkan.

Hilangkan anggaran pemasaran

Kami menghemat banyak uang di sisi pemasaran, bahkan sebenarnya kami tidak melakukan pemasaran sama sekali sampai sekarang. Dan kami berhasil mencapai tingkat hunian tujuh puluh persen. Ini dia rahasianya.

Gunakan Facebook secara cerdas

Kami mencari semua grup startup Facebook yang aktif di kota kami, serta siapa saja anggota yang aktif di grup tersebut. Kemudian kami mengirim pesan iklan pada mereka.
Pelajaran: Kami juga menelusuri event Facebook dan mencari siapa saja yang aktif datang ke acara-acara startup ini, siapa yang ada di daftar “akan hadir”, dan siapa saja yang memberi Like di foto acara. Kami mengirim pesan iklan ke mereka semua untuk mempromosikan co-working space kami.

Manfaatkan Quora dan Google

Ini cara promosi perusahaan yang cukup ortodoks. Cari kata-kata kunci di Quora yang berhubungan dengan usahamu, kemudian jawab pertanyaan yang ada dengan bijak. Jangan spamming, karena Quora akan menyaringnya.
Pelajaran: Tidak banyak yang bisa kami tambahkan. Cari saja “Quora hacks” di Google, kemudian berpikirlah ke belakang.

Manfaatkan jaringan entrepreneur yang sudah ada

Saya cukup beruntung menjadi bagian dari jaringan startup yang membantu saya berkenalan dengan orang-orang hebat. Yang saya lakukan adalah mengirim pesan di grup WhatsApp dan meminta tolong pada mereka untuk menyebarkannya. Efeknya sangat manjur!
Pelajaran: Ini membantu saya memahami cara pikir perusahaan segmen menengah yang beroperasi dengan anggaran ketat.

Selain kiat-kiat di atas, pastikan para co-worker selalu memberi umpan balik. Ini akan sangat membantumu memahami masalah serta kebutuhan mereka. Mengobrollah tidak hanya dengan para founder, tapi juga dengan para anggota tim mereka.
Mudah-mudahan apa yang saya tulis bisa bermanfaat dan membantumu menghilangkan keraguan dalam pikiran. Saya akan dengan senang hati membantu siapa saja yang ingin membuka usaha co-working space. Jika menurutmu ada bagian atau masalah yang saya lewatkan, silakan beri tahu di kolom komentar.
(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Ayyub Mustofa sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Septa Mellina)

ABOUT AMANVEER

Saya Amanveer dan saat ini tinggal di New Delhi. Skill saya mencakup Sales & Marketing, Digital Marketing, dan Business Development.
You can create a community post just like Amanveer here!