Selasa, 27 Desember 2016

Softbank perkenalkan Pepper, robot pertama di dunia yang mampu kenali emosi manusia


0COMMENTS
Pepper-TN
Pada konferensi pers siang ini, Masayoshi Son, CEO operator asal Jepang SoftBank, memperkenalkan robot pertama di dunia yang mampu mengenali emosi manusia. Dinamakan “Pepper,” robot berbentuk manusia berwarna putih setinggi 120 cm ini akan dijual untuk publik mulai tahun depan.

“Ketika ada orang disebut berperilaku seperti robot, itu berarti mereka tidak memiliki perasaan atau emosi – kami mulai menyanggah konsep tersebut hari ini,” kata Masayoshi. “Hari ini adalah pertama kalinya dalam sejarah robotik dimana kami memasukkan emosi di dalam robot dan memberinya hati.”
(Baca juga: Astroscale and Pocari Sweat terbangkan minuman dan impian anak-anak ke bulan pada 2015)
Pepper dilengkapi dengan empat mikrofon canggih yang memungkinkannya untuk mengidentifikasi arah suara. Robot ini juga menggunakan teknologi inframerah untuk menjaga jarak yang proporsional dengan manusia. Tapi, fungsi yang paling penting dari robot ini adalah sensor pengenalan emosinya.
Masayoshi mengatakan bahwa pengumuman hari ini akan tercatat dalam sejarah:
Selama 25 tahun terakhir ini saya percaya bahwa komputer suatu hari nanti akan berfungsi seperti otak kanan manusia – sisi yang mengontrol emosi dan kepekaan. Saya bangga memperkenalkan robot pertama yang dapat membaca emosi. Pepper menandai langkah awal dalam mimpi kami untuk membuat robot yang bisa memahami perasaan seseorang, lalu secara mandiri mengambil tindakan [atas hal tersebut].
Pepper akan memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) berbasis cloud untuk menyimpan “collective wisdom” – istilah yang digunakan perusahaan ini untuk menyebut pengamatan terhadap emosi manusia. Masayoshi berharap bahwa “ratusan ribu” Pepper akan belajar emosi ini di rumah para pemiliknya, kemudian berbagi data yang mereka kumpulkan dengan robot lain untuk mempercepat evolusi mereka.
Misalnya ketika Pepper merayakan pesta ulang tahun dengan keluarga manusianya, robot ini akan menyadari saat-saat emosional seperti menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin – saat-saat emosional yang penting akan dicatat dan dikirim ke cloud. Saat-saat emosional kecil, seperti reaksi dari menonton TV, akan dikurangi atau dihapus.
Pepper akan mulai belajar emosi manusia besok ketika mereka ditempatkan di lokasi ritel Softbank di Omotesando dan Ginza. Konsumen akan dapat membeli Pepper mereka sendiri mulai Februari mendatang dengan harga JPY 198.000 (sekitar Rp 22,96 juta).
SoftBank berinvestasi di perusahaan robotik asal Perancis Aldebaran, perusahaan yang membuat Pepper, pada tahun 2012. SoftBank diduga membayar USD 100 juta untuk lebih dari 80 persen saham Aldebaran, selain USD 50 juta untuk mempercepat sektor penelitian dan pengembangan.
Foxconn akan memproduksi versi konsumen dari robot ini yang akan dijual tahun depan.

ABOUT J.T.