Selasa, 27 Desember 2016

Geeknesia, platform untuk mempermudah pembuatan produk Internet of Things


0COMMENTS
Geeknesia Featured
Ranah Internet of Things (IoT) mulai ramai diperbincangkan di Indonesia. Konsep Smart City yang ingin dianut oleh berbagai kota di tanah air menggunakan teknologi IoT ini sebagai pondasi mereka. Beberapa nama besar seperti Intel dan Ooredo (induk perusahaan perusahaan telekomunikasi Indosat) juga telah menyatakan siap mendukung teknologi ini dengan mengembangkan berbagai layanan IoT di negara kepulauan ini.

Menurut laporan dari IDC, pasar IoT di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai angka USD7,3 triliun (Rp94,5 kuadriliun) pada Tahun 2017. Angka tersebut tentunya mengalami peningkatan dari USD4,8 triliun (Rp62,1 kuadriliun) di tahun 2012 silam. Selain itu, laporan riset tersebut menunjukkan bahwa peluang IoT terbesar awalnya terletak pada konsumen, pabrikan, dan industri yang dikelola pemerintah.
Melihat besarnya potensi tersebut, sebuah startup yang berasal dari Bandung bernama Geeknesia berusaha untuk memberi wawasan kepada masyarakat Indonesia mengenai manfaat dan pentingnya teknologi IoT. CEO dan Co-Founder Geeknesia, Martin Kurnadi, menjelaskan bahwa tujuan utama ia mendirikan Geeknesia adalah ingin mendirikan sebuah ekosistem IoT di tanah air agar teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
Hal itu nampaknya tercerminkan pada website yang mereka miliki. Dengan dominasi warna merah dan putih, nuansa nasionalisme sangat terasa dan sejalan dengan visi “teknologi IoT untuk kepentingan bangsa” yang dianut.

Memberi kemudahan bagi para technopreneur untuk membuat perangkat IoT

Geeknesia IoT
Tampilan pembaca data IoT di website Geeknesia
Geeknesia sendiri merupakan sebuah platform cloud yang menyediakan sebuah layanan backend bagi para pencipta IoT. Melalui Geeknesia, para pencipta IoT tidak perlu dipusingkan dengan aspek software dan backend cloud yang biasanya terdapat di dalam sebuah alat IoT. “Kami ingin mempermudah pembuatan sebuah alat IoT mulai dari pencetusan ide hingga menjadi produk purwarupa,” ungkap Martin. “Para technopreneur (sebutan bagi para pencipta IoT di Geeknesia) hanya perlu membuat hardware IoT dan kemudian dapat dengan mudah menghubungkan perangkat mereka ke dalam platform backend yang kami miliki,” tambahnya. Penerapan teknologi IoT ini pun tidak terbatas. Mulai dari home security hingga smart city, semua orang bisa menggunakan teknologi ini.
Dari pertama diluncurkan bulan Februari lalu, Geeknesia sudah menjaring sekitar 80 pengguna terdaftar melalui situs mereka. Alat-alat IoT yang diciptakan pun kebanyakan masih sekadar merupakan sebuah alat sensor pembaca suhu sederhana. Namun, Ikin Wirawan selaku CTO dan Co-Founder Geeknesia yakin bahwa angka ini akan terus bertambah seiring kesiapan pasar terhadap teknologi IoT. Faktor edukasi pasar memang sesuatu yang sangat penting dilakukan dalam ranah ini. Ikin pun mengakui bahwa mereka perlu membuat pasar siap dengan menghasilkan sebuah produk yang “matang” secara teknologi.
Lebih lanjut, Ikin mengakui bahwa saat ini Geeknesia belum ada rencana untuk melakukan monetisasi. “Kami masih ingin menjaring pengguna,” ungkapnya. Namun, bukan berarti hal tersebut menutup kemungkinan Geeknesia untuk mengambil untung. Ke depannya, Ikin mengungkapkan bahwa startup ini akan menerapkan skema berlangganan, serupa dengan layanan dari Xively yang berasal luar negeri. “Nantinya kami akan mengenakan biaya berlangganan pada masing-masing produk yang terhubung pada platform Geeknesia,” ungkap Ikin.
Untuk menutup biaya operasional, Martin dan Ikin mengatakan bahwa saat ini mereka sudah mempunyai pendanaan dari angel investor dan akan terus menggunakan dana tersebut hingga saatnya siap untuk mereka melakukan monetasi. “Mungkin satu sampai dua tahun ke depan,” ungkap Martin.
Ketika ditanya mengenai rencana jangka panjang Geeknesia, Martin mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan beberapa fitur baru seperti Kolaborasi yang dapat dijadikan wadah brainstorming bagi para developer software dan hardware guna menciptakan sebuah alat IoT baru.
(Diedit oleh Lina Noviandari)

ABOUT T. R.

Rizky adalah seorang tech enthusiast. Ia tersesat di dunia entrepreneurship sebelum akhirnya menemukan hasrat menulis di dunia jurnalistik dan langsung menyukainya.