Senin, 19 Desember 2016

Pernah Tertipu Jutaan Rupiah, Founder Ini Buat Platform Affiliate Marketing yang Aman


2COMMENTS
Affiliate Marketing 2 | Ilustrasi
Sebagai pebisnis affiliate marketing (strategi memasarkan barang dengan cara meminta orang lain untuk mempromosikan barang tersebut dan bila berhasil akan mendapat komisi), Handoko Tantra pernah mengalami sebuah pengalaman yang tidak mengenakkan. Beberapa tahun yang lalu ia membantu seseorang untuk menjual barang hingga seharusnya mendapat komisi sebesar Rp6 juta, namun komisi tersebut tidak pernah ia terima.

Kesalahan saya waktu itu adalah langsung percaya begitu saja kepada pemilik barang tersebut karena produknya memang bagus. Saya pun langsung mempromosikan barang tersebut meski baru mengenal pemiliknya.
Pengalaman tersebut pun memberinya ide untuk membuat sebuah platform affiliate marketing yang lebih aman, agar tidak ada lagi orang yang mengalami hal buruk seperti dirinya.
Handoko kemudian bertemu dengan seorang pebisnis affiliate marketing lain, yaitu Yusuf Hadi Suseno Putro. Yusuf hadir dalam sebuah acara workshop yang diadakan Handoko di Surabaya. Mereka berdua pun mendiskusikan ide Handoko untuk membuat platform affiliate marketing.
Pada bulan April 2014, mereka berdua akhirnya meluncurkan sebuah situs yang bernama Ratakan.

Andalkan sistem pembayaran escrow

Ratakan Tim | Foto
Handoko Tantra, founder dari Ratakan (kedua dari kiri) bersama tim
Ratakan sendiri merupakan platform affiliate marketing khusus untuk produk digital seperti video tutorial, software, hingga ebook. Sejauh ini, sudah ada 500 produk yang bisa dipromosikan dan dijual di Ratakan. Produk dengan topik cara menghasilkan uang di dunia maya, merupakan produk yang paling sering diincar oleh para pengguna.
Pengguna yang ingin mendapatkan konten digital tersebut bisa langsung melakukan pembelian di dalam platform Ratakan, untuk kemudian mengunduh konten tersebut.
Demi memberikan rasa aman kepada para pengguna mereka, Ratakan pun menghadirkan metode pembayaran dengan konsep rekening bersama (escrow). Seorang pemilik produk baru akan mendapat uang hasil pembayaran setelah sang pembeli menyatakan kalau ia telah mendapatkan konten digital yang diinginkan.
Untuk setiap transaksi yang berlangsung, Ratakan akan mengambil komisi sekitar lima hingga lima belas persen.

Miliki puluhan ribu pengguna aktif

Ratakan | Screenshot
Ratakan sendiri digawangi oleh tim yang berjumlah 12 orang. Mayoritas dari mereka merupakan tim operasional dan customer service. Ratakan mengaku kalau mereka tidak mempunyai seorang pun developer inhouse.
“Bagi kami, yang terpenting adalah terus bisa melayani para konsumen. Karena itu kami memanfaatkan platform yang sudah ada, serta menyewa seorang developer untuk mengurus berbagai persoalan teknis kami,” tutur Handoko.
Hingga saat ini, Ratakan mengklaim kalau mereka telah mempunyai 45.000 pengguna terdaftar, dengan sekitar 20.000 di antaranya merupakan pengguna aktif. Mereka juga telah memfasilitasi 30.000 transaksi dengan nilai total mencapai Rp10 miliar.
Menurut Handoko, sampai sekarang Ratakan masih berjalan dengan dana pribadi milik para pendirinya.
Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa startup dengan layanan serupa, seperti Idaff dan Accesstrade. Menurut Handoko, permasalahan utama dari bisnis yang ia jalankan adalah kesulitan mengedukasi masyarakat tentang konsep affiliate marketing.
Itulah mengapa ia justru ingin merangkul para pesaing agar bisa sama-sama mengedukasi masyarakat tentang bisnis ini.
“Ke depannya, baru kami akan menciptakan target pasar kami masing-masing. Ratakan contohnya, ingin menggandeng lebih banyak orang dengan keahlian yang bisa dijual lewat konten digital, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga para orang tua,” pungkas Handoko.