Kamis, 05 Juli 2018

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?


Sejarah Bitcoin


                                                     Logo Bitcoin

Investawan.com
 – Bagi Anda yang sudah sering mendengar tentang Bitcoin, menurut Anda apakah Bitcoin itu? Suatu mata uang, penyimpanan nilai, jaringan pembayaran atau kelas aset? Jika ditanya apa itu Bitcoin sebenarnya adalah suatu software, jangan sampai Anda terkecoh dengan adanya gambar simbol Baht thai pada logonya.
Bitcoin merupakan suatu fenomena digital murni, yang merupakan protokol dan prosesnya. Dari banyak usaha yang dilakukan untuk menciptakan uang virtual melalui penggunaan kriptografi atau ilmu pembuatan dan pemecah kode, Bitcoin dinilai yang paling berhasil. Meskipun, dapat dikatakan banyak pula persaingan yang memanas dari uang virtual buatan Satoshi Nakamoto ini.





Sedangkan, blockchain merupakan suatu protokol jaringan yang dimiliki bitcoin untuk berjalan. Satoshi Nakamoto (bukan nama sebenarnya), menggambarkan bahwa Blockhain dan Bitcoin memiliki arti yang hampir sama, keterangan ini ditulis pada sebuah makalah tahun 2008. Setelah itu, blockchain pun secara kosenptual telah bercerai dari aplikasi pertamanya, bahkan ribuan blockchains telah dibuat dengan menggunakan teknik kriptografi yang serupa.

Akibat dari hal ini, membuat nomenklatur bingung, terkadang Blockchain mengacu pada bitcoin asli, namun juga mengacu pada teknologi Blockchain yang umum atau juga Blockchain spesifik lainnya, seperti kekuatan yang ada pada Ethereum.
Dasar dari teknologi blockchain sangat mudah. Setiap Blockchain terdiri dari sekumpulan blok blok yang berisi informasi terpisah dan disusun secara kronologis. Dimana prinsip informasinya bisa berupa  1s dan 0s, seperti kontrak, email, surat nikah dan bahkan perdagangan obligasi pun juga. Karena fleksibilitas yang ada pada Blockchain ini, akhirnya menarik perhatian pemerintah maupun swasta. Akan tetapi, untuk bitcoin ini informasi sebagian besarnya merupakan transaksi.
Data yang ada pada bitcoin benar-benar hanyalah transaksi. Misalnya seperti Si A mengirim X bitcoin ke si B, dimana si B telah mengirim Y bitcoin ke si C dan begitu seterusnya.
Blockchain memiliki nama lain yaitu buku besar terdistribusi, yang menekankan suatu perbedaan utama yaitu teknologi dengan dokumen word yang telah tersimpan. Blockchain bersifat publik, sehingga setiap orang dapat mengunduhnya secara keseluruhan atau sejumlah situs yang menguraikannya.
Bila Anda penegak hukum yang canggih dan ingin mencari tahu riwayat dari suatu link Anda bisa segera mengetahuinya, misal siapa yang mengendalikannya kapan di posting dan hal lainnya. Dan, perlu Anda ketahui bahwa bitcoin sama sekali tidak anonim atau bisa dikatakan walaupun melakukan tindakan pencegahan tertentu, akan sangat sulit untuk menghubungkan transaksi dengan individu.
Post-Trust
Walaupun, Bitcoin ini benar-benar terbuka untuk publik akan tetapi sebenarnya masih sulit untuk mnegutak-atiknya. Karena, bitcoin tidak memiliki bentuk fisik, sehingga tidak bisa membuat Anda melindungi bitcoin dengan cara menguncinya dengan aman atau bahkan bisa menguburnya dalam-dalam di padang belantara. Anda sering membayar jumlah yang besar untuk hal yang di miliki, agar tidak diambil oleh seorang pencuri yang akhirnya malah menambah garis daftar panjang Anda. Sehingga, yang menjadi kekhawatiran terbesar Anda adalah pengeluaran ganda. Jika seorang aktor yang buruk menghabiskan beberapa bitcoinnya, maka yang dilakukan adalah membelanjakannya lagi, sering sekali akibat dari itu kepercayaan terhadap mata uang akan cepat menguap.
Agar hal seperti itu tidak terjadi Anda pun membutuhkan kepercayaan. Untuk kasus seperti ini, solusi yang biasa dilakukan oleh beberapa orang adalah bertransaksi melalui artiber sentral dan netral atau juga sebuah Bank. Sekarang, bitcoin membuat semua hal tersebut tidak perlu (Mungkin bukan kebetulan saja deskripsi asli Satoshi diterbitkan pada bulan Oktober 2008, saat kepercayaan pada bank berada pada tingkat terendah multigenerasi). Jaringan bitcoin memiliki otoritas yang andal, tetap menyimpan data dan juga memiliki jaringan yang luas. Namun, tetap desentralisasi dan setiap orang bisa bertransaksi langsung satu dengan yang lainnya.
Tidak perlu lagi ada kata saling mempercayai atau mengenal siapapun, dengan asumsi dimana semua bekerja sebagaimana mestinya, protokol kriptografi ini dapat memastikan bahawa setia blok pada transaksi dilempar ke rantai yang panjang dan tidak berubah.
Mining

Bitcoin

Jaringan Bitcoin

Proses pengelolaan buku besar publik ini yang tidak mengenal ampun ini, dikenal sebagai mining. Jaringan pengguna bitcoin yang menjual kripto antar mereka sendiri, adalah sebuah jaringan pengguna yang mencatat transaksi di Blockchain.
Merekam serangkaian transaksi sederhana untuk komputer modern, akan tetapi mining ini sulit dilakukan, dikarenakan perangkat lunak bitcoin membuat proses ini memakan waktu secara artifisial. Tanpa kesulitan, seseorang bisa menipu transaksi untuk memperkaya diri dan membuat orang lain bangkrut. Mereka bisa membuatnya terblokir dan membuat transaksi begitu banyak, sehingga membuat penipuan mereka tersebut menjadi tidak mungkin untuk dilihat.
Dengan cara yang sama pula, akan lebih mudah untuk memasukkan transaksi penipuan ke dalam blok yang sudah lama. Sehingga, membuat jaringan tersebut menjadi kacau besar dari buku besar yang bersaing, dan akhirnya bitcoin menjadi tidak berharga.
Menggabungkan “proof of work” dengan teknik kriptografi lainnya juga merupakan terobosan dari Satoshi. Perangkat lunak yang dimiliki bitcoin, bisa mengatasi kesulitan pengguna untuk membatasi jaringan dari satu blok baru, 1mb per 10 menit, dengan begitu volume transaksi pun bisa diproses. Jaringan memiliki waktu untuk memeriksa blok baru dan juga buku besar yang telah mendahuluinya, sehingga setiap orang dapat mencapai konsensus untuk status quo. Ada “fork” yang terbagi menjadi bersi yang berbeda-beda, dimana rantai terpanjang dianggap yang paling valid, karena sebagian besar pekerjaan telah berhasil masuk kedalamnya.
Ini beberapa penjelasan mengenai mining.
Hash
Jaringan pengguna, tersebar diseluruh dunia dan tidak terikat satu sama lain, baik itu dalam ikatan pribadi maupun professional, dan langsung menerima data transaksi terbaru. Mereka menjalankan data melalui algoritma kriptografi, yang menghasilkan “hash”, suatu rangkaian angka dan huruf yang berfungsi untuk memverifikasi validitas informasi, akan tetapi tidak mengungkapkan informasi dari data itu sendiri.
Contoh hash 00000000000000000c2c4d562265f272bd55d64f1a7c22ffeb66e15e826ca30, Anda tidak bisa mengetahui transaksi yang relevan dengan blok (# 480504). Dengan bagaimanapun Anda bisa mengambil sekumpulan data yang mengaku menjadi blok #480504 dan memastikan tidak dirusak. Apabila satu nomer tidak pada tempatnya, tidak akan masalah bila tidak signifikan, data akan menghasilkan hash yang sama sekali berbeda. Jika Anda menjalankan deklarasi kebebasan dengan menggunakan kalkulator hash, hasil yang akan Anda dapatkan  adalah 839f561caa4b466c84e2b4809afe116c76a465ce5da68c3370f5c36bd3f67350. Hapus periode setelah “submitted to a candid world”, dan Anda akan mendapatkan 800790e4fd445ca4c5e3092f9884cdcd4cf536f735ca958b93f60f82f23f97c4, dengan sedikit hal yang berbeda.
Dengan menggunakan teknologi ini, memungkinkan jaringan bitcoin untuk dapat memeriksa validitas blok. Butuh waktu yang lama untuk memeriksa seluruh buku besar agar memastikan bahwa pengguna kumpulan trannsaksi belum mencoba sesuatu yang menarik. Sebagai gantinya, hash blok sebelumnya pun muncul di blok yang baru. Jika setiap menit detail diubah di blok sebelumnya, hash tersebut akan berubah. Bahkan, apabila  setiap perubahan mencapai 20.000 blok kembali ke dalam rantai, hash blok itu akan memicu serangkaian hash baru dan melepaskan jaringannya.

sumber