Minggu, 12 Februari 2017

5 Teknologi VR Terbaru yang Diumumkan Facebook di Oculus Connect 3

1COMMENT
Oculus Connect 3 Facebook
Pada tanggal 4 Oktober 2016 yang lalu, Google mengumumkan perangkat Virtual Reality (VR) terbaru mereka Daydream View. Seperti tidak ingin kalah, Facebook pun memperkenalkan teknologi-teknologi terbaru mereka di dunia VR dalam acara Oculus Connect 3 yang dimulai pada tanggal 6 Oktober 2016 kemarin...

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang diumumkan Facebook dan Oculus dalam acara yang dihadiri oleh sekitar tiga ribu pengunjung tersebut.

Peluncuran controller VR bernama Touch

Salah satu hal paling penting yang diumumkan di acara Connect kali ini adalah peluncuran controller untuk perangkat Oculus Rift yang bernama Touch. Perangkat tersebut sudah mulai bisa dipesan pada tanggal 10 Oktober 2016 nanti dengan harga US$199 (sekitar Rp2,6 juta).
Oculus juga meluncurkan Touch dengan beberapa fungsi menarik, seperti Medium yang bisa memudahkan kamu membentuk tanah liat digital menjadi sebuah patung virtual, Quill yang membantu dalam pembuatan lukisan dan ilustrasi virtual, hingga Kingspray bagi kamu yang suka membuat graffiti.
Perangkat Oculus Rift sebenarnya sudah mempunyai speaker di dalamnya. Meski begitu, Oculus tetap melengkapinya dengan sebuah earphone yang bisa menghilangkan gangguan suara dari luar, demi menghadirkan kualitas suara yang memuaskan. Perangkat tersebut dijual dengan harga US$49 (sekitar Rp636 ribu).

Prototipe perangkat VR standalone

Dalam berbagai demo yang mereka lakukan pada acara Connect kali ini, Oculus tetap menggunakan perangkat Oculus Rift seharga US$600 (sekitar Rp7,8 juta) yang masih harus terhubung dengan PC untuk dioperasikan. Meski begitu, Oculus juga menampilkan sebuah prototipe dari perangkat VR terbaru mereka yang bisa berjalan sendiri (standalone), tanpa perlu terhubung dengan smartphone, PC, maupun console game.
Prototipe yang bernama Santa Cruz tersebut bahkan tidak akan dilengkapi dengan sensor eksternal untuk mengetahui posisi pengguna. Oculus kini menggunakan teknologi computer vision untuk “melihat” kondisi ruangan di sekitar kamu. Perangkat standalone ini diharapkan bisa membuat perangkat VR bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, dan bisa digunakan di mana saja.

Interaksi virtual dengan Avatar

Avatar VR | Ilustrasi
Oculus juga meluncurkan Avatar, sebuah tampilan yang bisa membuat komunikasi antar manusia di platform VR bisa menjadi lebih “nyata”. Kamu bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk rambut, wajah, hingga pakaian dan aksesori yang kamu kenakan.
Avatar tersebut nantinya akan terlihat ketika beberapa pengguna masuk secara bersamaan dalam sebuah ruang virtual bernama Parties dan Rooms. Dalam ‘“ruangan” tersebut, semua gerakan dan ekspresi wajah dari lawan bicara kamu akan terlihat jelas.
Mark Zuckerberg bahkan memberikan contoh bagaimana dia bisa hadir secara virtual di rumahnya, menghubungi sang istri lewat Facebook Messenger, hingga mengambil foto selfie bersama anjingnya yang tengah berada di rumah. Semua hal tersebut bisa dilakukan di dalam platform VR.

Spesifikasi PC yang lebih bersahabat untuk menjalankan VR

Pada kesempatan yang sama, Oculus juga memperkenalkan sebuah teknik baru untuk menjalankan program VR yang bernama Asynchronous Spacewarp (ASW). Dengan teknologi tersebut, kamu bisa menggunakan Oculus Rift tanpa harus menggunakan PC dengan spesifikasi yang sangat tinggi.

Investasi tambahan Rp3 triliun untuk VR

Facebook Investasi VR
Setelah membeli Oculus dengan harga US$2 miliar (sekitar Rp26 triliun) pada tahun 2014, ternyata Facebook tidak langsung menutup kantong mereka. Selama dua tahun terakhir, mereka bahkan telah menghabiskan US$250 juta (sekitar 3,25 triliun) untuk mengembangkan platform VR tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, Facebook juga mengumumkan kalau mereka akan kembali menginvestasikan dana sebesar US$250 juta dalam pengembangan VR, baik di bidang game, hingga pendidikan. “Pendidikan akan menjadi contoh yang baik akan potensi VR. Saat ini, sepuluh persen dari konten VR yang ada di Oculus Store adalah konten pendidikan,” ujar Mark Zuckerberg, CEO Facebook.
(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

ABOUT ADITYA

Suka menulis perkembangan dunia startup dan teknologi. Pecinta buku biografi dan science fiction. Bisa diajak ngobrol lewat email aditya@techinasia.com atau Twitter @adheet_ya.