Kamis, 05 Januari 2017

5 Alternatif Action Cam Terbaik Selain GoPro

1COMMENT
Setelah tren memotret dengan smartphone, orang-orang mulai beralih menggunakan action camera. GoPro menjadi pionir di sektor ini, meski sekarang vendor gadget lain hadir dengan action cam versi masing-masing. Banyak juga yang menawarkan harga lebih murah...

Mari kita lihat lima alternatif GoPro yang semuanya dibanderol di bawah $150 (sekitar Rp2,1 juta). Hampir semuanya berbobot sangat ringan, namun kuat dan kompatibel dengan aksesori-aksesori agar dapat ditempelkan di sepeda, kucing, dasbor mobil, helm, dan sebagainya.
Rata-rata action cam ini pun rasanya cocok menjadi kandidat hadiah natal kamu. Kendati tiap produk sama tangguhnya, semua yang ada di daftar ini juga dipilih karena menarik buat pengguna kasual, bukan hanya mereka yang suka berolahraga ekstrem.

1. Xiaomi YiCamera

  • Berat: 72 gram
  • Video: 1080p HD
  • Slow-motion: Ya, 1080p
  • Sudut pandang: 155 derajat
  • Kapasitas: Hingga 64 GB
  • Harga: $63 (sekitar Rp875.000 )
5-GoPro-alternatives-for-all-your-action-camera-needs-Yicamera
Saingan teranyar GoPro dikeluarkan oleh vendor ponsel asal Cina, Xiaomi. Saat ini, Xiaomi YiCamera hanya tersedia untuk pasar Cina, namun tersedia di negara lain, termasuk Indonesia, lewat jalur tidak resmi.
Sama halnya dengan produk ponsel mereka, Xiaomi YiCamera dibanderol setengah dari harga yang layak untuk barang dengan spesifikasi yang ditawarkan. Sama seperti lima pilihan yang ada dalam daftar ini, kamera ini bersaing ketat dengan GoPro Hero entry level, yang di negara asalnya dibanderol $129 (sekitar Rp1.793.100).
Kamera ini lebih ringan dari GoPro Hero dan juga mampu mengalahkannya dalam hal slow-motion 60fps pada resolusi 1080p HD.
Perlu dicatat bahwa YiCamera, yang sebetulnya dibuat oleh perusahaan Cina bernama Xiaoyi, namun dipasarkan oleh Xiaomi dan dijual sebagai bagian dari jajaran gadget pintar mereka, memiliki kekurangan: yaitu tak menyertakan aksesori dalam paket penjualan, bahkan microSD sekalipun. Juga, tak ada fitur image stabilization.
Ulasan kami terhadap YiCamera menunjukkan kualitas video yang baik, namun ketidakhadiran fitur image stabilization menjadi kendala saat kamu merekam sambil bergerak. YiCamera memimpin dalam aspek harga, namun seiring menurunnya harga-harga gadget, kamu tak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan action cam yang dilengkapi dengan fitur image stabilization.
Ulasan lengkap kami mengenai Xiaomi YiCamera dapat dilihat disini. Di bawah ini adalah contoh video saat YiCamera digunakan sambil mengendarai sepeda:

2. HTC Re

  • Berat: 66 gram
  • Video: 1080p HD
  • Slow-motion: Ya, 1080p
  • Sudut pandang: 146 derajat
  • Kapasitas: Hingga 128 GB
  • Harga: $80 (sekitar Rp1.112.000)
5-GoPro-alternatives-for-all-your-action-camera-needs-HTC-Re
HTC kini sedang bersusah payah untuk meraih kembali momentum mereka dalam persaingan smartphone, namun kehadiran action cam HTC Re mengindikasikan bahwa vendor asal Taiwan ini masih mengerti apa yang dinginkan jiwa muda. Kamera ini hadir dengan berbagai varian warna—putih, oranye, biru, dan hijau toska—meskipun dua warna terakhir cukup sulit untuk dicari.
Awalnya HTC Re dibanderol agak mahal, namun baru-baru ini HTC memutuskan untuk memangkas harganya. Ketika diluncurkan pertama kali, harganya adalah $200 (sekitar Rp2.780.000). Namun sekarang kamu bisa mendapatkannya dengan harga di bawah $100 (sekitar Rp13.900), tepatnya di kisaran $80 (sekitar Rp1.112.000) di Amazon.
Portabilitas perangkat kecil berbentuk periskop ini luar biasa. Bentuknya sempurna untuk digenggam dengan satu tangan. Kamu bahkan dapat menggunakannya saat sedang mengendarai sepeda, sembari berpegangan pada setang dengan tangan yang sama. Dan yang paling penting, kamera ini punya fitur image stabilization.
Paket penjualannya menyediakan dudukan multifungsi dan juga dockAction cam HTC juga unggul dalam hal kapasitas maksimal ruang penyimpanan, meskipun kamu hanya mendapatkan 8GB microSD dalam kotaknya.
Berikut ulasan HTC Re oleh tim Android Authority, yang mengatakan bahwa kualitas videonya tak terlalu baik, dan kurang maksimal dalam keadaan kurang pencahayaan.

3. Polaroid XS100 HD

  • Berat: 136 gram
  • Video: 1080p HD
  • Slow-motion: Ya, 720p
  • Sudut pandang: 170 derajat
  • Kapasitas: Hingga 32 GB
  • Harga: $129 (sekitar Rp1.793.100 )
5-GoPro-alternatives-for-all-your-action-camera-needs-Polaroid
Polaroid masih menunjukkan tajinya di era digital ini, dan kamera sport mereka nampaknya menjadi salah satu produk yang menjanjikan—lengkap dengan fitur image stabilization.
Dalam kotak penjualannya, ada banyak aksesori dan dudukan yang berguna, contohnya untuk helm dan stang. Sekilas kamera ini terlihat seperti senter. Karena bentuknya yang tabung, kamera ini hadir dengan fitur rotasi otomatis sehingga pengambilan gambar tak akan terbalik.
Sepanjang tahun 2015 ini, Polaroid belum menurunkan harga kameranya, yang berarti sedikit mengurangi keinginan untuk membelinya.
Berikut ulasan menarik dari GetOutThereGear, dilengkapi contoh rekaman video XS100i. Terlepas dari kurangnya kemampuan dalam kondisi minim cahaya jika dibandingkan dengan GoPro, hasil kamera ini dalam situasi normal cukup baik

4. Sony HDR-AS20/B

  • Berat: 57 gram
  • Video: 1080p HD
  • Slow-motion: Ya, 720p
  • Sudut pandang: 170 derajat
  • Kapasitas: Hingga 64 GB
  • Harga: $149 (Sekitar Rp2.071.000)
5-GoPro-alternatives-for-all-your-action-camera-needs-SOny
Harga yang ditawarkan action cam 4K Sony ini cukup mahal, jadi kita fokus saja dengan fitur yang ditawarkan Sony di kisaran harga ini. Ada fitur image stabilization, yang mereka namakan Steady Shot. Dalam paket penjualannya, kamu akan mendapatkan dudukan yang dapat direkatkan beserta casing anti air dan debu.
Kekurangan yang cukup fatal, action cam termurah dari Sony ini tak punya dudukan untuk tripod standar, sehingga kamu perlu menggunakan casingnya jika ingin menggunakan tripod.
Ukurannya tak begitu besar, namun perlu diingat action cam ini tak berguna tanpa casing, kecuali kamu merekam sambil memegannya. Selain itu, casing-nya yang berbentuk bulat juga tak bisa di letakkan di tempat yang datar.
Perlu diperhatikan juga kalau casing-nya kurang baik jika digunakan di dalam air, karena bagian depannya yang cembung membuat gambar terdistorsi. Terlepas dari silang pendapat mengenai casing-nya, ulasan online mengatakan bahwa inilah pilihan paling baik sebagai pengganti GoPro.
Berikut ulasan HDR-AS20/B dari pengguna YouTube. Arahkan kursor video ke menit keenam untuk melihat hasil rekaman gadget ini:

5. SJCam SJ5000

  • Berat: 74 gram
  • Video: 1080p HD
  • Slow-motion: Ya, 480p SD
  • Sudut pandang: 170 derajat
  • Kapasitas: Hingga 32 GB
  • Harga: $115 (Sekitar Rp1.495.000)
5-GoPro-alternatives-for-all-your-action-camera-needs-SJCam
Jika kamu tak keberatan beralih ke perangkat dengan merek anti-mainstream, kamera dari SJCam ini cukup dapat diandalkan. Spesifikasinya nampak mumpuni dan ulasan di media online juga kebanyakan positif.
Walaupun harganya terbilang mahal untuk produk keluaran perusahaan yang kurang dikenal luas, kamera ini hadir dengan beragam aksesori, seperti kantong anti air, dudukan setang, frame dengan dudukan, adaptor tripod, dan sebagainya.
Kekurangan bagi pecinta slow-motion adalah SJCam hanya mampu merekam 60fps pada 480p. Di Amazon, ulasan kamera ini terbagi antara positif dan negatif. Sementara GoPro Hero sedikit lebih murah. Action cam ini bukan alternatif, melainkan pilihan selain GoPro. Namun sulit untuk melihatnya sebagai pilihan yang bagus.
Berikut contoh video dari SJCam SJ5000 yang diunggah oleh pengguna YouTube:

Kendati semua action cam di atas adalah pilihan yang sepadan sebagai alternatif GoPro, ulasan media onlilne mengatakan bahwa GoPro Hero entry-level masih menjadi standar terbaik. Walaupun di Indonesia, sayangnya, GoPro Hero dijual dengan harga yang relatif masih mahal, yaitu di kisaran Rp4,5 juta untuk model Hero+ dengan LCD.
Spesifikasinya, seperti perekaman 1080p pada 30fps dan 720p pada 60fps, dapat diadu dengan Polaroid, Sony, dan HTC, dan komentar-komentar di Amazon menunjukan kepuasan yang lebih tinggi terhadap GoPro Hero dibandingkan dengan action cam pendatang baru manapun.
Kesimpulannya, sulit menemukan action cam alternatif dengan kualitas mumpuni, jadi jangan mudah tergoda dengan harga murah dan resolusi kamera yang tinggi.
(Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia dan Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)
Link asil:

ABOUT STEVEN

Steven mengikuti kehebatan dan kecanggihan gadget, media sosial, dan fenomena budaya lain di seluruh Asia. Ia juga ahli dalam melakukan riset di bidang e-commerce, Android, penggunaan smartphone, dan aplikasi secara umum. Ia saat ini tinggal di dekat Shanghai. Jika Anda punya tips, kritik atau saran, Anda bisa menghubungi Steven melalui emailWeibo, atau Twitter.