Rabu, 01 Agustus 2018

AGRO WISATA PANTAI BERBASIS KLAPA KOPYOR KULTUR JARINGAN







Agrowisata klapa kopyor Kultur jaringan pantai
Penulis:Susanto sn (wa 087872252754 )


Daftar isi:

I.Kata pengantar..……………………………………………………………….hal 1
II.Visi,misi,metode,target……………………………………………………….hal 2

III.Selayang pandang K.kopyor dan cerita rakyat yang mistis…….hal 3

IV.Budi daya klapa kopyor secara singkat………………………………hal 4

V.Kultur Embrio Rescue untuk perbanyakan bibit klapa kopyor…..hal 7

VI.Potensi Agrowisata klapa kopyor genjah…………………………….hal 9

VII.Bisnis klapa kopyor yang sangat menggiurkan…………………….hal 11

VIII.Rencana Anggaran “Agrowisata “Klapa kopyor…………………..hal 12

IX.Time schedule…………………………………………………………………hal 18

X.Sususnan Team Pengurus…………………………………………………hal 20

XI.Galery……………………………………………………………………………hal 21

XII.Penutup…………………………………………………………………………hal 22

XIII.Lampiran :
Petunjuk teknis,penanaman dan perawatan klapa kopyor
                           Kultur jaringan  oleh Dr.Imron Riyadi Msi (6 hal )
                                                                      KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan nikmat-Nya kami dapat menyelesaikan proposal tentang “ Agrowisata berbasis kelapa kopyor “

Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami karena pada akhirnya kami dapat menyajikan informasi dan data mengenai  “Agrowisata kelapa kopyor “ ini.karakteristik demografis, geografis, perilaku dan persepsi wisatawan mancanegara maupun domestic terhadap daya tarik wisata di Indonesia dan khususnya pantai selatan pulau Jawa memang di perlukan banyak perhatian sebab berpotensi sangant besar untuk meraih jumlah kunjungan wisata manca Negara maupun domestic.

Kami harapkan usulan pengembangan “Agrowisata pantai ” yang ber basis pada perkebunan kelapa kopyor kultur jaringan ini bisa di tindak lanjuti sehingga membawa banyak manfaat dari segi per ekonomian pedesaan maupun perlestarian plasma nufsah Indonesia maupun technologi yang terkait.



Diharapkan dengan informasi yang disajikan pada proposal ini dapat dipergunakan oleh semua pihak sebagai bahan masukan dalam pembuatan kebijakan terkait dengan kepariwisataan pesisir selatan pulau jawa dan pendapatan per kapita pedesaan.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan survei dan penulisan proposal “Agrowisata pantai berbasis kelapa kopyor“ ini.

Semoga bermanfaat bagi pengembangan kepariwisataan pesisir selatan pulau jawa.

Bogor,1 Agustus 2018.
Susanto sastronegoro SE.










1


IIVisi:
Mengembangkan Agrowisata pantai cikangkung dengan budi daya klapa kopyor dan juga meningkatkan per ekonomian desa Cikangkung,ujung genteng ,surade,sukabumi.

Misi :
1.Mengembangkan sumber daya manusia ter utama di bidang pertanian klapa kopyor kultur jaringan.
2.Mengembangkan wisata agro  di pantai Cikangkung,ujung genteng,Surade,sukabumi.
3.Meningkatkan pendapatan  masyarakat desa ,awal desa Cikangkung sebanyak 2.800 kk
4.Akan di kembangkan ke desa lain setelah program di evaluasi dan ternyata baik.
5.Meningkatkan Sumber daya manusia desa.
6.Melestarikan kekayaan Plasma Nutfah asli Indonesia dan kemajuan technologie nya.

Metode:
1.Bentuk “Inti Plasma “ sebagai penggerak program
2.Kemitraan bagi hasil dengan “Plasma” yang adalah Kepala Keluarga (KK ) desa.
3.Mempergunakan Dana Bergulir atau Revolving fund.
4.Mengembangkan perkebunan inti rakyat.



Target Yang akan di capai :
1.Membentuk “Inti Plasma “Kelapa kopyor sebagai penggerak per ekonomian desa dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 5ha atau 50.000 m2 secara bertahap akan dicapai pada proyek pertama di tahun ke 4 dengan jumlah tanaman kelapa kopyor 204 phn dan selanjutnya  4 ha berikut nya akan selesai di tahun ke 8 dengan jumlah tanaman 1.020 phn kelapa kopyor.
2.Melaksanakan kemitraan sistim bagi hasil dengan kepala keluarga (KK ) cikangkung yang disebut “plasma” sebanyak 2.800 kk  dengan sistim bagi hasil;1/3 bagian Plasma dan 2/3 bagian “Inti plasma “ yang dimulai di tahun ke 5 akan selesai di tahun ke 12 dengan jumlah tanaman kelapa kopyor 41.011 phn atau rata2 KK (plasma ) memiliki 14,6 phn atau sama dengan pendapatan Rp.2.600.000,--/bln/kk.
3.Kebutuhan dana bergulir atau revolving fund untuk proyek tsb adalah Rp.890.260.000,--

Klapa kopyor selayang pandang.Kopyor (yang oleh sebagian masyarakat di Jawa Tengah disebut garoh) adalah kelainan genetik pada buah kelapa. Ciri kelainan ini adalah "daging buah" yang empuk atau terlepas dari tempurungnya, jumlah air kelapa sedikit, dan aroma yang khas yang berbeda dari daging kelapa biasa. Sifat ini merupakan hasil mutasi spontan di bagian mayang yang bersifat setempat (biasa dikenal dalam botani sebagai chimera). Perubahan sifat ini dapat terjadi pada saat setelah pembuahan atau bahkan sebelumnya. Buah kelapa kopyor dapat dikenali dengan menggoyang-goyangkan buah ke kiri dan ke kanan, dan akan terdengar bunyi seolah buah kelapa tersebut bukan terisi air tetapi terisi pasir.

Buah kopyor sangat disukai karena rasanya yang menyegarkan bila disajikan sebagai minuman. Kegunaan lainnya ada sebagai bahan kue, baik kue kering maupun kue basah. Nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan kelapa biasa, harga kelapa kopyor dapat mencapai empat sampai 10 kalinya. Dengan teknik kultur jaringan orang dapat membuat kelapa yang mampu menghasilkan 70-90% buah kelapa kopyor.


Cerita rakyat yang berbau mistis.Di beberapa daerah di Jawa, masyarakat tidak memakan daging buah kelapa kopyor karena buah tersebut dianggap sisa makanan bulan. Menurut kepercayaan masyarakat tradisional, ketika terjadi gerhana bulan, bulan turun ke bumi dan makan buah kelapa. Sisa buah kelapa yang telah dimakan bulan itu menjadi kelapa kopyor. Untuk mencegah agar bulan tidak makan lebih banyak korban, orang memukul kentongan, beduk dan benda-benda lainnya dengan tujuan menakut-nakuti bulan agar segera meninggalkan bumi.

Kelapa kopyor merupakan komoditas andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan di cirikan oleh daging buah yang bertekstur gembur dan sebagian besar tidak melekat di tempurungnya serta rasa yang gurih pada buah yang mudah. Di Filipina, Jenis kelapa ini di sebut makapuno, di Srilangka dan Thailand disebut dikiri. Buah kopyor ini di duga berasal dari tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa berbuah kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal. Buah kelapa kopyor dapat dipasarkan dalam bentuk segar dan siap saji maupaun melalui pengolahan lebih dahulu.
Di Indonesia, pemanfaatan kelapa kopyor lebih ditujukan untuk kebutuhan konsumsi bahan pangan berupa es kopyor, es krim kopyor, koktil, selei kopyor dan bahan campuran kue. Di Filipina, jenis produk yang dapat dihasilkan dari kelapa kopyor lebih beragam dan berkembang, antara lain makapuno coconut candy, pure makapuno preserve (buah kaleng), bokupai (kue kelapa) dan manisan. Produk produk ini telah di pasarkan secara luas di Filipina.
Hasil survei yang di laksanakan Balitka pada tahun 2006 menunjukan bahwa kelapa kopyor terdiri atas dua tipe, yaitu tipe Dalam dan tipe Genjah. Tipe Dalam terdapat di Kalianda (Lampung Selatan), Ciomas (Bogor), Sumenep dan Jombang (Jawa Timur) dan Pati (Jawa Tengah).
Di Kabupaten Pati Kelapa Kopyor Tipe Genjah tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Tayu, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Gembong dan Trangkil. Pertanaman kelapa kopyor ini dijumpai dalam bentuk tanaman tunggal dan populasi.
Berdasarkan riset Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan menilai kelapa kopyor (Cocos mucifera L) di Pati, Jawa Tengah, terbaik di Indonesia. Kelapa kopyor di kota bumi mina tani itu mendekati persentase kemurnian kelapa kopyor yang dikembangkan dengan teknik kultur embrio.



BUDIDAYA KELAPA KOPYROR SECARA SINGKAT :
Secara alami, tanaman kelapa kopyor tipe Dalam hanya menghasilkan buah kopyor 1-2 butir per tandan. Hal ini disebabkan kelapa tipe Dalam termasuk tanaman menyerbuk silang sehingga peluang bertemunya gen resisif pada bunga betina dan serbuk sari relatif kecil. Kelapa kopyor tipe Genjah menghasilkan buah kopyor per tandam lebih banyak dari tipe Dalam, kadang kadang dapat mencapai 50% hal ini disebabkan kelapa tipe Genjah termasuk tanaman menyerbuk sendiri sehingga peluang bertemunya gen resisif pada bunga betina dan serbuk sari lebih besar.
Buah kelapa kopyor tipe Dalam terdiri atas 3 warna, yitu hijau, hijau kekuningan dan coklat, hijau kekuningan, sedangkan buah kelapa kopyor tipe Genjah terdiri atas 5 warna, yaitu; hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning, (gading wulan) dan orange (gading). Berdasarkan tipe buah, kelapa kopyor dengan daging buah yang tebal dan buahnya berwarna hijau dan coklat memiliki rasa yang lebih enak dan gurih.
Perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, cara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan 1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Pati. Kedua cara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang di hasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang di perbanyak dengan cara ini telah di tanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur.
Oleh karena sifat sifat menyerbuk silang, maka bibit kelapa kopyor tipe Dalam hasil teknik in vitro harus di tanam pada areal teisolasi dari pertanaman kelapa biasa. Jarak yang dapat di tolelir adalah 400 m. Sebaliknya karena sifat menyerbuk sendiri, bibit kelapa kopyor tipe Genjah dapat di tanam pada areal yang tidak terisolasi terlalu ketat seperti tipe Dalam.
Seperti halnya dengan jenis tanaman kelapa lainnya, tanaman kelapa kopyor dapat di serang hama dan penyakit. Jenis hama utama yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor, antara lain Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha. Penyakit yang dapat menyerang tanaman kelapa kopyor, antara lain; bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma. Pengendalian hama dan penyakit saat ini adalah dengan cara pegendalian hama dan penyakit terpadu dengan konsepsi analisis ekonomi.

Perhitungan kelayakan invenstasi kelapa kopyor berdasarkan atas pedoman teknik budidaya kelapa secara umum, yang meliputi; pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Secara umum, usaha tani kelapa kopyor cukup menjanjikan tetapi investasi yang di lakukan harus memenuhi beberapa kriteria kelayakan investasi .

SEKILAS TENTANG KELAPA KOPYOR DI KABUPATEN PATI
Berdasarkan riset Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan menilai kelapa kopyor (Cocos mucifera L) di Pati, Jawa Tengah, terbaik di Indonesia. Kelapa kopyor di kota bumi mina tani itu mendekati persentase kemurnian kelapa kopyor yang dikembangkan dengan teknik kultur embrio.
Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan Witjaksana Darmosaskoro menyatakan hal itu seusai menandatangani kerja sama pembudidayaan kelapa kopyor bersama kelompok tani “Sarwono Makmur”, Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pati, pada hari Selasa tanggal 22 Mei 2012, di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.
Menindaklanjuti hal itu, PPKS membeli 1.200 kelapa kopyor grade C (berdiameter 15 sentimeter) dari petani. PPKS akan mengambil embrio kelapa kopyor itu untuk dibudidayakan dengan teknik kultur embrio.
Pati mengembangkan kelapa kopyor sejak 50 tahun lalu. Jenis kelapa kopyor yang dikembangkan adalah kelapa genjah hijau kopyor, genjah coklat kopyor, genjah kuning kopyor, dan oranye kopyor. Batang induk pohon kelapa kopyor itu sebanyak 1.951 pohon. Induk itu tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Tayu, Dukuhseti, dan Margoyoso. Kelapa kopyor itu dikembangkan di tepi jalan, pekarangan, tepi sungai, dan kebun.

Hingga kini menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, luas tanam kelapa kopyor di Kabupaten Pati mencapai 378,09 ha. Tiga kecamatan yang memiliki areal per tanaman terluas yaitu Dukuhseti, Tayu, dan Margoyoso, dengan luas berturut-turut 132,60 ha, 131,55 ha, dan 69,50 ha.

Populasi kelapa genjah kopyor Pati, memiliki enam variasi warna buah, yaitu hijau, hijau kecoklatan, coklat, coklat kehijauan, kuning, dan oranye (gading), namun yang paling dominan adalah yang berwarna hijau, kuning, dan coklat. Ketiga varietas kelapa genjah kopyor tersebut menurut Pudjo telah dilepas Menteri Pertanian pada 29 Desember 2010 sebagai varietas unggul dengan nama Kelapa Genjah Coklat Kopyor, Kelapa Genjah Hijau Kopyor, dan Kelapa Genjah Kuning Kopyor. Hal ini dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) No. 3995/KPTR/SR/120/12/2010 yang siap dilepas untuk kelapa genjah varietas genjah cokelat kopyor. Berikutnya varietas genjah hijau kopyor dengan sertifikat No. 3936/KPTR/SR/120/12/2010, sedangkan genjah kuning kopyor sertifikat No. 3997/KPTR/SR/120/12/2010. Dengan adanya SK Menteri Pertanian itu, otomatis Kabupaten Pati sudah memiliki kekuatan hukum yang pasti sehingga diperlukan pengawasan yang benar-benar intensif agar hak kekayaan lokal yang sudah mendapat pengakuan secara nasional itu tidak dinikmati pihak lain yang tidak bertanggung jawab.



KULTUR EMBRIO UNTUK PERBANYAKAN TANAMAN KELAPA KOPYOR
Kelapa kopyor (Cocos nucifera kultivar kopyor) merupakan jenis kelapa yang menghasilkan buah abnormal yaitu daging buah (endosperma) lepas dari batoknya dan bertekstur remah. Hal ini terjadi karena tanaman kelapa tersebut tidak memiliki gen α-galaktosidase yang bertanggung jawab terhadap mengerasnya endosperma untuk menempel pada batok kelapa .



[1]. Di alam, tanaman kelapa kopyor tersebar dalam populasi yang sangat rendah dan menghasilkan hanya satu atau dua butir buah kopyor per tandan. Kelapa kopyor alami banyak dijumpai di daerah Lampung, Tangerang, Pati, Klaten, dan Sumenep

[2].Karena kelangkaan dan rasa khas buah kelapa kopyor maka harga buah kelapa kopyor lebih dari sepuluh kali lipat dari harga kelapa biasa. Dengan semakin populernya buah kelapa kopyor di masyarakat, maka semakin beragam aneka makanan atau minuman yang menggunakan bahan baku daging buah kelapa kopyor. Daging buah kelapa kopyor bertekstur remah, lepas-lepas yang mempunyai rasa manis, lezat, dan khas berbeda dibandingkan dengan daging buah kelapa biasa. Daging buah kelapa kopyor biasanya dibuat sebagai bahan minuman, campuran es krim, dan aneka kue.
Buah kelapa kopyor tidak dapat ditanam sehubungan dengan rusaknya endosperma. Embrio tidak bisa berkembang menjadi bibit karena tidak memperoleh suplai makanan dari endosperma yang rusak. Oleh karena itu, perbanyakan kelapa kopyor secara konvensional dilakukan dengan menggunakan buah normal yang dihasilkan dari tanaman kelapa yang telah dikenal menghasilkan buah kopyor. Misalnya dari satu tandan diperoleh delapan buah kelapa, dua di antaranya kopyor, sedangkan enam lainnya normal. Enam buah kelapa normal inilah yang disemaikan untuk menghasilkan bibit kelapa kopyor. Namun, mengingat gen kopyor termasuk gen resesif maka hanya sekitar 25% dari bibit tersebut yang mempunyai sifat kopyor.
peningkatnya permintaan terhadap daging buah kelapa kopyor di masyarakat luas mendorong usaha peningkatan produksi kelapa kopyor melalui perluasan areal tanaman. Penyediaan bibit sulit dipenuhi melalui perbanyakan konvensional karena rendahnya persentase bibit yang bersifat kopyor. Untuk itu, teknologi in vitro menawarkan alternatif guna mengatasi masalah perbanyakan konvensional tersebut. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia telah berhasil mengembangkan kultur in vitro kelapa kopyor melalui teknik kultur penyelamatan embrio (embryo rescue)

[3]. Dengan teknologi ini tanaman kelapa yang dihasilkan akan menghasilkan buah yang hampir semuanya kopyor.
Kultur embrio kelapa kopyor pada prinsipnya adalah menyediakan bahan makanan buatan menggantikan fungsi endosperma dalam mendukung embrio untuk tumbuh dan berkembang. Embrio zigotik diambil dari buah kelapa kopyor berumur 10-11 bulan setelah antesis dan dikultur pada media agar berisi hara mineral, vitamin, bahan organik, zat pengatur tumbuh dan sukrosa. Embrio akan membentuk tunas (shoot) berwarna putih kehijauan dan akar berwarna kecoklatan. Mengingat ukuran planlet kelapa kopyor yang relatif tinggi maka planlet selanjutnya dipindah ke tabung kultur yang besar (diameter 4 cm dan tinggi 25 cm). Setelah 6-10 bulan, sebagian besar planlet sudah memiliki 2-4 daun dan perakaran yang baik dengan tinggi lebih dari 20 cm. Pada kondisi ini, planlet siap untuk diaklimatisasi ke lingkungan luar. Lama periode kultur in vitro antara 6-12 bulan.
Aklimatisasi adalah tahap peralihan dari kondisi in vitro di lab ke kondisi ex vitro di lingkungan luar yang kondisi lingkungannya (suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya) sangat jauh berbeda, lebih ekstrem dan fluktuatif. Planlet ditanam di pot kecil berisi media berupa campuran tanah, pupuk kandang dan pasir, kemudian diletakkan di dalam sungkup plastik transparan tertutup rapat di pesemaian di bawah tajuk pepohonan atau plastik net (waring). Setelah tiga bulan, sungkup mulai dibuka secara bertahap. Bibit yang mulai berkembang kemudian dipindah ke polibeg ukuran besar. Polibeg tetap diletakkan di dalam sungkup selama beberapa minggu sebelum dipindah ke pesemaian dengan naungan kemudian ke lingkungan luar di bawah sinar matahari langsung selama 1-2 bulan. Pada tahap ini bibit siap untuk ditanam di lapang. Lama periode aklimatisasi antara 6-8 bulan, sehingga jangka waktu mulai dari kultur embrio sampai bibit siap tanam sekitar 1,5 tahun. Sampai saat ini persentase keberhasilan kultur embrio kelapa kopyor dari jumlah embrio zigotik yang dikultur menjadi bibit yang siap tanam sekitar 50%.
Kelapa kopyor  kultur in vitro (Kultur Jaringan / Kultur Embrio) yang di kembangkan ada 2 tipe: tipe Genjah dan Dalam.




Perbedaan:

Genjah (Kopyor jenis genjah ):
Umur berbunga berbuah 3 tahun (berdasar uji-lapang), sehingga BEP lebih cepat.
Pertumbuhan meninggi lambat (slow growth) sehingga terlihat pendek (dwarf) atau cebol. Hal ini lebih efisien dalam biaya perawatan terutama pemanenan.
Kelebihan khusus: bersifat autogamy (menyerbuk sendiri) dan cleistogany (begitu manggar/tandan bunga pecah, kondisi putik sudah terbuahi oleh polen sendiri). Hal ini yang menyebabkan terjaganya sifat kemurnian genetik tidak terpengaruh gen tanaman kelapa lain melalui cross pollination.
Hasil dari pengamatan di lapangan,kopyor genjah bias di panen per 25 hari sekali sebanyak 20 sd 25 btr,jadi dalam 1 tahun bias di panen sebanyak 13 kali dengan hasil rata2 260 btr/thn.


Dalam (Kopyor jenis dalam ):
Umur berbunga berbuah 5 tahun (berdasar uji-lapang) atau 4 tahun (berdasar uji-lapang di Loajanan Samarinda KalTim),
Pertumbuhan meninggi normal.
Sifat penyerbukan didominasi cross pollination sehingga lebih baik (produktif) dalam bentuk populasi. Namun kemungjkinan terjadinya cross pollination lebih besar bila dekat dengan kelapa biasa sehingga mengurangi persentase buah kopyor tergantung sebarapa berat densitas polen yang menyerbuk ke putik induk tanaman kopyor. Namun tidak mungkin di bawah 50%. Baiknya jauh dari kelapa selain kelapa Kopyor.





Potensi Perkebunan Kelapa Kopyor Genjah Yang Menggiurkan 

Dunia perkebunan sekarang menjadi primadona penanaman saham bisnis bagi banyak kalangan. Bagaimana tidak, dunia perkebunan saat ini lebih menjanjikan hasilnya dibandingkan beberapa bidang usaha lainnya. Dalam dunia perkebunan, yang terlintas pertama di pemikiran kita tentunya adalah perkebunan sawit, karet, gaharu, dan lain-lain. Dan ternyata selain jenis perkebunan tersebut, ada jenis perkebunan lainnya yang hasilnya sangatlah menggiurkan. Bentuk perkebunan tersebut adalah jenis perkebunan kelapa. Perkebunan kelapa di Indonesia memang sudah banyak, baik untuk kopra maupun untuk konsumsi. Tetapi perkebunan kelapa yang kali ini akan diulas disini adalah perkebunan kelapa kopyor genjah. Mari kita pelajari lebih lanjut kenapa perkebunan kelapa kopyor genjah ini hasilnya sangat menggiurkan.

Sebelumnya apakah Anda sudah mengenal jenis kelapa kopyor genjah ini? Jika belum silahkan baca artikel tentang kelapa kopyor genjah terlebih dahulu, biar lebih mudah nantinya untuk memahami potensi perkebunan ini. Selanjutnya akan saya ulas mengenai alasan kenapa potensi perkebunan kelapa kopyor genjah sangat menggiurkan. Ada beberapa alasan mendasar yang dapat diterima nalar dan dapat diterjemahkan dalam ilmu ekonomi juga mengenai keuntungannya. Di bawah ini akan diulas beberapa
alas an dari diangkatnya artikel ini.

#Reason 1 : Buah kelapa kopyor adalah buah dengan nilai ekonomis tinggi
Tidak heran memang dengan alasan ini, semua orang sudah pada tahu, apalagi yang sudah pernah mencicipi dan membeli buah kelapa kopyor. Harga buah kelapa kopyor tergolong tinggi untuk ukuran harga buah-buahan. Bagaimana tidak, harga terendah buah kelapa kopyor terhenti di angka Rp20.000,- /butir dan harga tertinggi bisa mencapai Rp40.000,- /butir. Bukankan itu harga yang sangat dahsyat untuk menebus 1 butir kelapa. Padahal seperti yang kita tahu, harga kelapa yang biasa dimanfaatkan sebagai santan hanya sekitar Rp.2.000- Rp4.000,- /butir, bukankah itu bisa mencapai 10x lipatnya. Jadi alasan ini bisa menjadi alasan yang mutlak untuk membangun perkebunan kelapa kopyor genjah.
Kelapa kopyor genjah mulai berbuah kira2 umur 3 tahun,dengan hasil buah 15 sd 25 butir setiap 25 hari,Jadi kalau di ambil rata2 –kira2 produksinya 20 btr x 13 =260 btr per tahun @ Rp.25.000 =Rp.6.500.000,-- atau Rp.500.000,-- per 25 hari.

#Reason 2 : Buah kelapa bukan buah musiman
Dari dulu sampai sekarang tidak ada yang bilang "sekarang adalah musim buah kelapa", seperti yang sering kita dengar ketika musim buah rambutan datang dan musim buah yang lainnya datang. Karena semua hari dan semua musim adalah musim buah kelapa. Begitu juga status ini dimiliki oleh buah kelapa kopyor genjah. Kalapa kopyor genjah bukanlah buah musiman. Buahnya dapat dipanen setiap waktu sepanjang tahun dengan range waktu yang telah ditentukan. Jadi yang memiliki perkebunan kelapa kopyor genjah akan panen buah kelapa kopyor genjah setiap hari bisa dan tidak over suplay sebab klapa kopyor bukan buah musiman.


#Reason 3 : Panen buah kelapa kopyor genjah tidak bersifat masal
Masih mengenai panen buah yang bukan musiman, pasti akan merasa takut harga anjlok karena panennya banyak sepanjang tahun. Jangan kawatir!! Itu tidak akan terjadi. Karena sistem panen buah kelapa kopyor tidak bisa masal seperti buah yang lainnya. Panennya bertahap dengan kuantitias buah kelapa kopyor yang diperoleh yang tidak terlalu banyak. Hanya saja range waktu panen hanya sekitar 3 hari jeda, jadi 1 minggu bisa panen 2 kalo dengan kuantitas hasil yang berbeda pula. Jadi pemasaran buahnya akan tetap stabil dan tidak terkoyak dengan harga musiman.

#Reason 4 : Cepat berbuah, umur pohon lama, dan produktivitas buah tinggi
Untuk alasan yang satu ini menyangkut masalah jangka panjang. Umur kelapa kopyor genjah termasuk dalam kategori tumbuhan berumur lama dengan produktivitas buah yang tinggi. Umurnya bisa sampai puluhan tahun dengan hasil buah yang melimpah. Selain itu pohon kelapa kopyor genjah berbeda dengan jenis kelapa lainnya seperti kelapa dalam.Dalam pertumbuhan normal kurun waktu 3  tahun sudah bisa berbuah pertama dan buah akan siap panen pada umur 8-9 bulan berikutnya.


#Reason 5 : Konsumsi buah kelapa kopyor semakin meningkat
Jika Anda memikirkan soal pemasaran buah kelapa kopyor genjah nantinya, Anda tidak perlu kawatir !!!. Banyak orang yang mencari dan mengkonsumsi buah kelapa kopyor. Peningkatan konsumen akan terus bertambah dengan lebih dikenalnya buah ini di masyarakat. Selain dari masyarakat, ada beberapa perusahaan yang membutuhkan buah kelapa kopyor sebagai bahan baku produknya, salah satunya adalah perusahaan Ice Cream Campina yang digunakan untuk membuat es krim kelapa kopyor Campina.
Resto2 berkelas biasa mempunyai menu klapa kopyor,sebab harga es klapa kopyor cukup malah,bisa mencapai Rp.30.000- Rp40.000/gelas.
Klapa kopyor jaga bisa di kembangkan untuk produck2 lain seperti Candy,caramel kopyor,kue2,ice cream dll……………ii tinggal ber inovasi.

#Reason 6 : Tidak ada perawatan khusus seperti buah istimewa
Alasan terakhir yang akan diulas disin adalah tentang teknik penanaman dan perawatan yang tidak merepotkan. Kelapa kopyor genjah dapat tumbuh di segala kondisi tanah. Hanya saja jenis tanah yang kurang direkomendasikan adalah tanah kapur. Untuk masalah ketinggian dataran juga tidak berpengaruh besar, hanya saja kebutuhan sinar matahari minimal 75% harus terpenuhi untuk pertumbuhan yang optimal. Pemupukan juga mudah, cukup sekali pemupukan dengan pupuk kandang dan sekali pemupukan dengan pupuk kimia seperti NPK setelah sudah tumbuh sekitar 1 tahun. Pohon kelapa lebih tahan dengan hama, jadi jarang sekali penangan masalah hama yang menyerang.













Selain alasan-alasan tersebut sebenarnya masih banyak sekali alasan yang mendasari mengapa potensi perkebunan kelapa kopyor begitu menggiurkan. Tidak perlu banyak dan luas dalam memiliki kebun kelapa kopyor, cukup memiliki lahan 1 hektar dengan keberadaan 204 batang pohon dengan jarak tanam 7x7m, ketika sudah aktif berbuah bisa menjadi tabungan hari tua yang menjanjikan.





Bisnis Kelapa Kopyor Sangat Menggiurkan

Saat ini permintaan kelapa untuk minuman air kelapa sangat tinggi, hampir semua restoran dan tempat rekreasi memerlukan, karena itu budidaya kelapa pasti untung. Apalagi kalau yang dibudidayakan adalah kelapa kopyor.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Agus Susanto, peneliti senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) kepada perkebunannews.com, di Purwakarta.
Saat ini harga kelapa kopyor sangat tinggi atau berkisar antara Rp 30.000 – 40.000/butir di kebun. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi , sehingga bisnis budidaya kelapa kopyor sangat menggiurkan.
“Selain itu, kelapa kopyor itu sendiri termasuk varietas asli Indonesia yang berasal dari Pati, Jawa Tengah. Tetapi karena sifatnya yang homozigot resesif maka peluang terjadinya kopyor hanya 25%,” jelas Agus.
Di Pati sendiri, Agus mengatakan dalam satu janjang hanya 1-2 buah saja yang kopyor. Itulah sebabnya meskipun permintaan tinggi tetapi penambahan pasokan tidak naik signifikan. Apalagi areal kebun kelapa milik petani luasannya kecil-kecil.
PPKS sudah bisa mengatasi masalah ini dengan teknologi kultur embrio. Melalui kultur embrio dihasilkan bibit yang mampu menghasilkan kopyor 100%.
Saat ini Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengelola kebun kelapa kopyor sekaligus pembibitan lewat kultur embrio bekerjasama dengan PTPN VIII seluas 3 ha di Purwakarta, Jawa Barat.
Dedi Waskito, Kepala Kebun Kelapa Kopyor PPKS, menambahkan bahwa saat ini PPKS mampu menghasilkan bibit kelapa kopyor sebanyak 1.500/bulan.
“Saat ini banyak orang yang ingin menanam sehingga harus antri. Setiap ada bibit yang siap tanam sudah langsung diambil konsumen,” kata Dedi.
Sedang produksi kelapa kopyor dengan luas kebun sebesar 3 ha, setiap bulan mampu menghasilkan 1.500 – 1.700 butir. Pembeli kelapa juga antri tiap ada produksi 500 butir langsung diangkut. “Tapi harus diakui meskipun permintaan sangat tinggi tetapi dengan luas kebun 3 ha hanya ini kemampuan kita. Bahkan permintaan dari sebuah perusahaan ice cream kita tidak bisa penuhi,”
Melihat situasi pasar dan pasokan, Agus menyarakan kepada masyarakat untuk menanam kelapa kopyor karena dengan permintaan yang tinggi bisa meningkatkan kesejahteraanya. Kuncinya adalah menggunakan bibit yang berasal dari kultur embrio PPKS yang 100% kopyor.



Adapun masalah utama budidaya kelapa adalah kumbang Oryctes . Banyak orang menanam kelapa hancur karena hama ini. “Maka dalam hal ini kita PPKS sudah menyediakan teknologi yang bisa mengatasinya yaitu penggunaan feromon,” kata Agus lagi.
Bertanam kelapa kopyor 1 ha itu sudah bagus sekali. Pada luas lahan 1 rante atau 400 m2 bisa menanam 9 batang. Karena harga bibit yang mahal biaya awal investasi tahun pertama sampai Rp 15 juta, dengan komponen terbesar untuk bibit sedang sisanya untuk penanaman, perawatan, pupuk organik dan feromon. Tahun ke empat kalau menggunakan kopyor genjah sudah bisa berbuah.
Dengan harga kelapa kopyor Rp 25.000/butir maka setiap tahun bisa menghasilkan 20x13x9=2.340 btr, maka dalam 3 tahun total pengeluaran Rp 20.000.000 sedang pendapatan Rp 58.500.000, sehinggakeuntungannya bisa mencapai Rp 38.500.000,--
Kemudian untuk tahun ke empat total pendapatan Rp 58.500.000 sedang pengeluaran Rp 2.000.000, maka keuntuntungan bisa mencapai Rp56.500.000/tahun atau perbulan bisa menghasilkan Rp 4.700.000/bln.
Dengan begitu tahun berikutnya sudah bisa daftar haji. Ini dengan luas lahan hanya 20 x 20 m saja . Kalau punya 1 hektar maka keuntungan per bulan mencapai Rp80 sd 100juta,”
















                
SUSUSNAN PENGURUS

     AGROWISATA KLAPA KOPYOR PANTAI  CIKANGKUNG – SURADE-SUKABUMI

      

                                               DEWAN PEMBINA :
                                               Bapak Gunawan (Kades)
                                               Susanto sastronegoro SE


                                             KETUA PELAKSANA:
                                                Mohamad Sobari Spd.
                           Drs.Imron Riyadi Msi (Pakar PPBBI/Embrio Rescue )


                                                 SEKRETARIS:
                                                         Ulfa


                                                  BENDAHARA:
                                                   Drs.Ridwan Suhasan.

                                               KETUA HARIAN :
                                                   Edy Lesmana


PELAKSANA HARIAN :



DISCLAIMER AND/OR LEGAL NOTICES


                                               DEWAN PEMBINA :
                                               Bapak Gunawan (Kades)
                                               Susanto sastronegoro SE


                                             KETUA PELAKSANA:
                                                Mohamad Sobari Spd.
                           Drs.Imron Riyadi Msi (Pakar PPBBI/Embrio Rescue )


                                                 SEKRETARIS:
                                                         Ulfa


                                                  BENDAHARA:
                                                   Drs.Ridwan Suhasan.

                                               KETUA HARIAN :
                                                   Edy Lesmana


PELAKSANA HARIAN :



DISCLAIMER AND/OR LEGAL NOTICES
Segala penjelasan dibuat seakurat mungkin untuk menggambarkan produk ini dan potensi besar yang ada. Contoh tidak dapat dianggap sebagai janji atau garansi untuk mendapatkan keuntungan maksimal tergantung pada pengguna yang menggunakan produk, ide, teknik dan cara yang diterapkan. Hasil berbeda-beda dan tidak ada garansi bahwa akan menerima hasil yang sama seperti kami atau orang lain, bisa menghasilkan keuntungan lebih banyak atau kurang, bahkan tidak sama sekali karena banyak faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan.

TIME SCHEDULE DAN ANGGARAN



AGROWISATA PANTAI  CIKANGKUNG,SURADE,SUKABUMI ,PROGRAM KELAPA KOPYOR
ITAHAP PERTAMA  TANAM KLAPA KOPYOR DENGAN LUAS 10.000 M2 (1 HA ) ISI 204 PHN
No.Uraian                  Rp.
ABiaya tanam klapa kopyor untuk 1 ha (204 phn )
1Pembersihan lahan (land clearing) Rp                    6,000,000.00
2Lubang tanam (204 lubang) Rp                    2,040,000.00
3Pupuk kandang 250 krg Rp                    2,500,000.00
4Biaya tanam 204 @5000 Rp                    1,020,000.00
5Harga bibit 204@1.500.000 Rp                306,000,000.00
6Biaya kirim 204x5kgx10.000 Rp                  10,200,000.00
Total Rp                327,760,000.00
BFASILITAS
1Sumur   1 bh Rp                    3,000,000.00
2Bangunan pengendali 100m Rp                  50,000,000.00
3Peralatan dan fasilitas Rp                  10,000,000.00
 Rp                  63,000,000.00
CBIAYA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN
1Karyawan bulanan 2 org@3jt Rp                  72,000,000.00
2Karyawan harian 3@50.000x30x12 Rp                  54,000,000.00
3Pupuk dan obat2 an 250@10.000 Rp                    2,500,000.00
4Obat2 an 40@50.000 Rp                    2,000,000.00
5Konsumsi dll Rp                  36,000,000.00
 Rp                166,500,000.00
Total biaya tanam tahap 1 Rp                557,260,000.00
DBiaya operasional tahun ke 2 Rp                166,500,000.00
EBiaya operasional tahun ke 3 Rp                166,500,000.00
GRAN TOTAL TAHAP KE 1 (3 thn ) Rp        890,260,000.00

DANA BERGULIR ATAU REVOLVING FUND

FTahun ke 4 ada masa panen perdana
1Hasil 1 thn 25btrx13x204x25.000 Rp            1,326,000,000.00
2Biaya panen 53.040 btr @1000 Rp                (53,040,000.00)
3Biaya operasinal tahunan (ke 4 ) Rp             (166,500,000.00)
Sisa Rp            1,106,460,000.00
Pemakaian dan proyek 1 (3 th ) Rp             (890,260,000.00)
Surplus Rp        216,200,000.00
Note.
Potensi proyek 1 sd peremajaan 25 thn.
20 thn income surplus panen Rp          22,129,200,000.00
surplus di thn ke 4 Rp                216,200,000.00
Total Rp   22,345,400,000.00
IIKemitraan  bagi hasil 1/3 bagian mitra bisa di mulai tahun ke 5
 harga bibit  jumlah kk 
1Di tahun ke 5 jumlah dan yang ada
aDana proyek 1 Rp                890,260,000.00
bSurplus proyek ke 1 di tahun ke 4  50 % Rp                  10,810,000.00
Jumlah Rp        901,070,000.00#600.71
2di tahun ke 6 jumlah dana yang ada
a% 50 surplus thn ke 5 Rp                553,230,000.00#368.82
b
3Di tahun ke 7 jumlah dana yang ada
a50 % x surplus thn ke 6 Rp                553,230,000.00#368.82
4Di tahan ke 8 jumlah dana yang ada
a50% x surplus thn ke  7 Rp                553,230,000.00#368.82
bPanen kemitraan tahap 1  (600 phn ) Rp            2,881,666,666.00#1921.11
Total2289.93
5Di tahun ke 9   jumalah danayang ada
a50 % x surplus thn ke 8 Rp                553,230,000.00#368.82
bPanen kemitraan tahan 1 (600 phn ) Rp            2,881,666,666.00#1921.11
cPanen kemitraan tahap 2 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
Total3353.04
6Di tahun ke 10 jumlah dana yang ada
a50 % x surplus thn ke 9 Rp                553,230,000.00#368.82
bPanen kemitraan tahan 1 (600 phn ) Rp            2,881,666,666.00#1921.11
cPanen kemitraan tahap 2 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
dpanen kemitraan tahap 3 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
Total4416.15
7Di tahun ke 11 jumlah dana yang ada
a50 % x surplus thn ke 10 Rp                553,230,000.00#368.82
bPanen kemitraan tahan 1 (600 phn ) Rp            2,881,666,666.00#1921.11
cPanen kemitraan tahap 2 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
dpanen kemitraan tahap 3 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
ePanen kemitraan tahap 4 (2289  ) Rp            8,324,333,333.00#5549.56
Total9965.71
8Di tahun ke 12 jumlah dana yang ada
a50 % x surplus thn ke 11 Rp                553,230,000.00#368.82
bPanen kemitraan tahan 1 (600 phn ) Rp            2,881,666,666.00#1921.11
cPanen kemitraan tahap 2 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
dpanen kemitraan tahap 3 (368) Rp            1,594,666,666.00#1063.11
ePanen kemitraan tahap 4 (2289  ) Rp            8,324,333,333.00#5549.56
fpanen kemitraan tahap ke 5 (3.353) Rp          14,529,666,666.00#9686.44
Total19652.15
NB
Ditahun ke 12 kemitraan sudah mencapai 41.011 phn
dengan jumlah kk 2.800..itu  artinya per kk ada 14,6 phn
atau income 31.633.000 per thn
atau 2.600.000 per bulan
Dengan perdapat ini di harapkan  warga sudah bisa mandiri
dalam mengembangkan perkebunan klapa kpyor.
IIIPROYEK TAHAP KE 2 
Proyek tahap  ke 2 baru bisa di mulai pada tahun ke 5
dengan mempergunakan 50 % dana surplus proyek 1
1Proyek tahap 2 tahun ke 5 Rp                553,230,000.00   204.00
2Proyek tahap ke 3 tahun ke 6
 Rp                553,230,000.00204.00
3Proyek ke 4  tahun ke 7 Rp                553,230,000.00204.00
   
4Proyek ke 5   tahun ke 8 Rp                553,230,000.00204.00
Total816.00
NOTE
Inti plasma  di tahun ke 8    selesai target 5 ha  dengan jumlah pohon    1.020 klapa kopyor
Kemitraan di tahun ke 12      bisa mencapai              41.011 phn klapa kopyor

TIME SCHEDULE   AGROWISATA KLAPA KOPYOR PANTAI CIKANGKUNG
UraianThnThnThnThnThnThnThnThnThnThnThnThnThn
12345678910111213
1Pembentukan INTI PLASMA0
2Panen Inti plasma proyek 1000000000dst
3Kemitraan bagi hasil0
4Plasma 1  (600 phn = 600 kk )0
5Plasma2 (368 phn=368 kk )0
6Plasma 3 (368 phn = 368 kk )0
7Plasma 4 (368 phn = 368 kk )0
8ada panen plasma 1 (600 phn )00000dst
9Plasma 5 (3.353 phn=3.353 kk )0
10Ada panen di plasma 1,2,(968 phn )0000dst
11Plasma 6 (4.416 phn= 4.416 kk )0
12Ada panen di plasma 1,2,3 (1.336 phn )000dst
13Plasma 7 (9,965 phn = 9.965 kk )0
14Ada panen di plasma 1,2,3,4 (3.625 )00dst
15Plasma 8 (19.652 phn = 19.652 kk )0
16Proyek Inti plasma tahap 20
17proyek Inti plasma tahap 30
18Proyek inti plasma tahap 40
19Proyek inti plasma tahap 50
20Inti plasma tahap 2 panen00000dst
21Inti plasma tahap3 panen0000dst
22Inti plasma tahap 4 panen000dst
23Inti plasma tahap 5 panen00dst
Note.
Inti plasma selesai di tahun ke 8   5ha   1.020 phn
Plasma selesai di tahun 12 menjangkau 2.800 kk dengan 41.011 phn
Plasma =14,6 phn per kk atau income Rp.2.600.000/bln



























































































PENDAHULUAN
Tanaman kelapa kopyor (Cocos nucifera L var. Kopyor) merupakan tanaman kelapa yang secara genetik menghasilkan buahkelapa dengan ciri sebagai berikut daging buah (endosperma) lepas dari batoknya dan bertekstur remah. Daging buah kelapa kopyorini mempunyai rasa lebih manis, gurih, dan lezat dibandingkan dengan kelapa biasa. Kelapa kopyor mempunyai julukan The Delights ofIndonesia Fruit karena sifat unik dan khasnya (exotic ) yang hanya terdapat di Indonesia.
Bibit kelapa kopyor yang diproduksi oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) adalah bibit kelapakopyor yang secara genetik mempunyai sifat kopyor 100%, artinya tanaman akan menghasilkan buah kelapa kopyor 100%. Bibitkelapa kopyor ini dihasilkan dari serangkaian penelitian mulai dari tahap in vitro (laboratorium), ex vitro (aklimatisasi sampai bibitsiap salur), dan penanaman di lapang. Teknologi yang digunakan untuk memproduksi bibit kelapa kopyor kultur jaringan adalahteknik Embryo Rescue atau kultur embrio yang sudah bersifat kopyor.
Bibit kelapa kopyor yang diproduksi PPBBI adalah jenis bibit yang sudah siap tanam. Terdapat dua jenis/tipe kelapa kopyoryaitu tipe “Dalam (Tall)” dan “Genjah (Dwarf)”. Kelapa kopyor tipe Dalam berbuah pada umur + 5 tahun, sedangkan tipe Genjah akanberbuah lebih cepat yaitu + 3 tahun mulai dari penanaman. Hal ini tergantung pada ketinggian tempat lokasi penanaman. Semakinrendah ketinggian tempat maka semakin cepat berbuah.
Secara visual, pertumbuhan bibit dan tanaman kelapa kopyor tipe Dalam dan Genjah ada perbedaan. Kelapa kopyor tipeDalam tampak lebih tinggi dan pertumbuhan vegetatifnya lebih cepat, sedangkan tipe Genjah pertumbuhan vegetatifnya lebih lambat(tampak lebih pendek).
Buah kelapa kopyor digunakan sebagai minuman segar berupa es kelapa kopyor, bahan kue, sekoteng kopyor, dan anekaminuman sejenis, serta untuk campuran es krim dengan rasa kopyor. Industri minuman dan makanan yang memanfaatkan dagingbuah kelapa kopyor mulai tingkat rumah tangga, menengah sampai industri besar.
Secara ekonomi, bisnis kelapa kopyor asal kultur jaringan PPBBI sangat menguntungkan. Saat ini, harga buah kelapa kopyorlebih dari 10 kali dibandingkan kelapa biasa. Buah kelapa kopyor dapat dipanen bulanan dengan produksi 75  120butir/pohon/tahun. Keunggulan kelapa kopyor kultur jaringan yang dikembangkan oleh PPBBI adalah tanaman 100% berbuah kopyordan buah kopyor per tandan mencapai 97  100%.


PERSYARATAN IKLIM

ü  Tinggi tempat untuk mencapai produksi maksimal sebaiknya di bawah 200 meter dari permukaan laut (dpl), toleransi produksioptimal sampai dengan 700 m dpl.
ü  Temperatur optimum 25º C dengan fluktuasi 6   C.
ü  Curah hujan sekitar 1200  2300 mm per tahun dan merata sepanjang tahun.
ü  Sinar matahari cukup, lebih dari 200 jam per bulan dan tidak pada tempat terlindung.
ü  Kelembaban udara 80  90 %, toleransi 50  70%.

PERSYARATAN TANAH

ü  Tanah cukup subur, gembur, tekstur berpasir dengan drainase yang baik.
ü  Bagi tanah miskin, bisa diupayakan dengan meningkatkan kesuburan dengan penambahan bahan organik tinggi berasal darikompos dan pupuk kandang.
ü  Kedalaman air tanah >80  100 cm dari permukaan tanah.
ü  pH tanah 5,6  6,8 dengan toleransi sampai dengan 5,0.

POSISI KEBUN LOKASI TANAM

1.  Kelapa kopyor tipe “Dalam” (Tall)
Untuk meningkatkan persentase buah kopyor, maka pohon kelapa kopyor harus diupayakan jauh dari pohon kelapa biasa.Idealnya, sekeliling kebun kelapa kopyor tipe Dalam berjarak minimal
500 m (pohon paling pinggir) dari pohon kelapa biasa. Hal ini ditujukan untuk menghindari terjadinya penyerbukan silang(alogamy) dari serbuk sari asal tanaman kelapa biasa yang berdampak tingkat persentase buah kopyor per tandan menjadi sekitar90  50%.
Lokasi pertanaman kelapa kopyor tipe Dalam yang ideal (> 500 m dari kelapa biasa) akan meningkatkan persentase buahkelapa kopyor yang secara teori 100% berbuah kopyor. Berdasarkan data hasil uji lapang selama 18 tahun di Kebun PercobaanPPBBI di Ciomas yang posisinya masih dekat dengan kelapa biasa (+ 200 m) disimpulkan bahwa 100% tanaman menghasilkankelapa kopyor dan persentase buah kelapa kopyor per tandan  97%.


2.  Kelapa kopyor tipe “Genjah” (Dwarf)
Berbeda dengan tipe Dalam, kelapa kopyor tipe Genjah  lebih aman meskipun ditanam di lokasi yang berdekatan dengankelapa biasa. Hal ini disebabkan karena kelapa kopyor tipe Genjah memiliki kelebihan karakter genetik yaitu lebih dominanbersifat autogamy atau self pollination. Ini berarti kelapa kopyor tipe Genjah memiliki kemampuan menyerbuk sendiri yaitu putik(pistil) diserbuki oleh serbuk sari (polen) pada tandan bunga yang sama dalam satu inflorescens.
Keunggulan lain tanaman kelapa kopyor tipe Genjah adalah mempunyai karakter genetik berupa cleistogamy artinyaterjadinya proses penyerbukan pada saat tandan bunga belum pecah/mekar. Sehingga pada saat posisi tandan bunga mekar,maka putik sudah terbuahi oleh serbuk sari dari tandan bunga yang sama (monoecious). Putik yang dalam kondisi terbuahi makaakan mengalami proses perkembangan lanjut untuk proses pembentukan zygot calon buah baru. Yang lebih penting adalah,putik tersebut sudah tidak bisa menerima serbuk sari dari tanaman individu kelapa lain meskipun terjadi penempelan serbuksari di putik tersebut. Hal ini menjamin tidak akan terjadi penyerbukan silang dari serbuk sari tanaman kelapa lain.

PROSEDUR PENANAMAN DI KEBUN

ü  Jarak tanam bisa digunakan ada 3 alternatif khusus untuk jenis kelapa kopyor tipe dalam: 8 x 8 m, 9 x 9 m, dan 10 x 10 m.Sementara itu, untuk jenis kelapa kopyor tipe genjah dapat menggunakan alternatif jarak tanam: 6 x 7 m, 6 x 8 m, 7 x 7 m, dan 7 x 8m. Bentuk jarak tanam dapat menggunakan bentuk segi tiga ataupun segi empat tergantung topografi dan selera yang terkait denganpemanfaatan lahan lanjut seperti tumpang sari.
ü  Lubang tanam dibuat 30 hari sebelum tanam atau minimal 2 minggu sebelum penanaman. Hal ini ditujukan agar oksigendari udara dapat meresap ke dalam lubang tanah yang telah digali serta meningkatkan pertukaran gas dari dalam tanahke udara bebas. Persiapan lubang tanam ini juga untuk menetralisir keasaman tanah dan dapat menekan perkembanganmikroba patogen dengan bantuan penyinaran matahari.
ü  Ukuran lubang tanam normal minimal adalah 60 x 60 x 60 cm. Lubang tanam ideal adalah 100 x 100 x 100 m. Semakinbesar ukuran lubang tanam maka akan semakin baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sistem perakaran


bibit. Tanah galian lapisan atas dipisahkan dari tanah lapisan bawah.
ü  Dua minggu (minimal 1 minggu) sebelum tanam, tanah galian dari lapisan atas diisikan kembali ke dalam lubang tanam. Tanahdari lapisan bawah dicampur dengan 1 ember atau lebih (20 kg atau lebih) kompos dan pupuk kandang yang sudah matangkemudian dimasukan kembali ke dalam lubang pada waktu proses penanaman bibit.
ü  Setelah pupuk kandang + kompos dimasukkan dalam lubang, selanjutnya ditaburi fungisida hayati Greemi-G dengan dosis 300 500 g/lubang. (PPBBI memproduksi dan menyediakan Greemi-G).
ü  Setelah kantong plastiknya dilepas, masukkan bibit ke dalam lubang tanam dan diatur posisinya agar betul-betul tegakdengan memadatkan tanah sekeliling bibit tersebut.
ü  Pada waktu tanam, pangkal akar atau bonggol batang ditempatkan pada posisi  10 – 20 cm di bawah permukaan tanah.
ü  Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, kalau dilakukan pada musim kemarau perlu pengontrolankelembaban tanah sekitar penanaman dengan penyiraman secukupnya.
ü  Bila lokasi kebun terjadi panas sangat terik dengan lama penyinaran lebih dari 6 jam, maka sebaiknya bibit diberi penaungsementara berupa waring atau daun kelapa atau daun tanaman lainnya. Hal ini ditujukan untuk menghindari luka bakarpada daun bibit yang baru mengalami proses adaptasi.

PEMELIHARAAN

ü  Penyiraman pada musim kemarau dilakukan minimal sekali sehari, pagi atau sore dengan dua liter air untuk bibit yang baruditanam. Penyiraman dihentikan sampai perakaran tanaman diperkirakan telah tumbuh cukup kuat.
ü  Penyiangan gulma di sekitar tanaman sampai radius 1 meter. Alang-alang diberantas sampai ke akar-akarnya.
ü  Pemagaran kebun diperlukan untuk menghindari gangguan binatang liar atau ternak yang dilepas sekitar kebun.

PEMUPUKAN

ü  Dosis pupuk normal untuk Urea (atau sumber nitrogen lainnya), TSP (atau sumber phosphate lainnya), KCl (sumberkalium lainnya) sesuai perkembangan umur, ditampilkan pada Tabel 1.


ü  Pupuk diberikan ke dalam lubang-lubang atau parit  15 cm dalamnya) pada lahan datar yang dibuat mengelilingipohon sejarak tajuk pohon. Setelah pemupukan lubang ditutup tanah kembali.
ü  Lubang pemupukan pada lahan miring berteras dapat dibuat 3 sampai 4 lubang, tetapi tidak satupun pada sisi lereng.
ü  Pemupukan dilakukan 2 atau 3 kali per tahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan (September & Maret atauSeptember  Januari - Mei). Untuk daerah yang bercurah hujan tinggi akan lebih efektif bila pemupukannya dilakukan 4 kalisetahun dengan dosis tersebut tapi setiap kali pemberian menjadi seper empat dari jumlah yang tercantum pada tabel diatas.


Tabel 1. Aplikasi pemupukan berdasarkan pada perkembangan umur tanaman kelapa kopyor asal kultur jaringan.

UmursetelahTanam(tahun)
Dosis pupuk per Jenis(kg/pohon/tahun)
Dosis pupukmajemuk
sebagai alternatif(kg/pohon/tahun)
Urea
TSP
KCl
0 - 2
0,2 – 0,5
0,2 – 0,5
0,2 – 0,5
1,0 – 1,5
3 - 10
1,0 – 1,5
0,75 – 1,0
1,0 – 1,5
1,5 – 3,0
> 11
1,5 – 2,0
1,0 – 1,5
1,5 – 2,0
3,0 – 4,5



PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

ü  Hama yang sering mengganggu pohon kelapa yang baru ditanam di antaranya adalah kumbang, belalang pemakan daun, dan ulatpemakan daun. Sedangkan penyakit yang sering mengganggu antara lain jamur akar putih serta penyakit fisiologis.
ü  Pemberantasan kumbang dan belalang pemakan daun bisa dilakukan dengan cara tradisional yaitu menangkap satu persatu, atau secara kimiawi menggunakan insektisida (misalnya Basudin 60 EC, 2 cc/l atau Supracide 2 g/l) yang disemprotkanlangsung pada tanaman
ü  Pemberantasan ulat pemakan daun dengan menggunakan insektisida (Curacron 2 cc/l atau Nuvacron 2 cc/l atau Supracide2 g/l) setiap kali terlihat gejala.


ü  Pencegahan jamur akar putih, pada waktu tanam sebaiknya ke dalam tanah lapisan atas diberi perlakuan bahan kimiapencegah jamur akar putih (Benlate atau Dithane M-45, 2 g/l).
ü  Penyakit fisiologis, gejalanya muncul dengan terhambatnya pertumbuhan daun (kerdil) dan menggulung pada bibit kelapakopyor selama tahap awal pertumbuhannya di lapangan. Solusinya dengan pemberian pupuk mikro mengandung  Boron (Bo)ke sekitar lubang tanam ± 10 g/bibit. Gejala pertumbuhan akar ke atas yang biasanya terjadi pada lahan dengan tingkatkemasaman tinggi (pH rendah) sebaiknya ditanggulangi dengan pemberian tanah kapur (Dolomit atau Kaptan).














Penyusun Imron Riyadi
Peneliti & Penanggungjawab Produksi Bibit Kultur Jaringan Telepon: 0251-8324048, 8327449 (office); 0251-8630080(Laboratorium)
HP: 081513364738, 085210721974
Contak Susanto sn.    WA   087872252754
e-mail: : imron_riyadi@yahoo.co.id; admin@iribb.org
                                                  PENUTUP                                                                  
Besar harapan kami untuk dapat berkerja sama dengan semua pihak pemangku kebijakan dan kami siap membantu sesuai dengan ketrampilan, keahlian kami.
Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami karena pada akhirnya kami dapat menyajikan informasi dan data mengenai  “Agrowisata kelapa kopyor “ ini.karakteristik demografis, geografis, perilaku,metoda dan persepsi wisatawan local maupun mancanegara terhadap daya tarik wisata di Indonesia dan khususnya pantai selatan pulau Jawa memang di perlukan banyak perhatian dan sentuhan khusus sebab berpotensi sangant besar untuk meraih jumlah kunjungan wisata manca Negara maupun domestic.
Kami harapkan usulan pengembangan “Agrowisata pantai Cikangkung” yang ber basis pada perkebunan kelapa kopyor ini bisa di tindak lanjuti sehingga membawa banyak manfaat dari segi per ekonomian pedesaan maupun perlestarian plasma nufsah Indonesia maupun technologi yang terkait serta kepariwisataan Indonesia.
Diharapkan dengan informasi yang disajikan pada proposal ini dapat dipergunakan oleh semua pihak sebagai bahan masukan dalam pembuatan kebijakan terkait dengan kepariwisataan pesisir selatan pulau jawa dan pendapatan per kapita pedesaan.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan survei dan penulisan proposal “Agrowisata pantai berbasis kelapa kopyor“ ini.
Semoga bermanfaat bagi pengembangan kepariwisataan pesisir selatan pulau jawa dan juga per ekonomian pedesaan.
Bogor,1 Agustus 2018.
Susanto sastronegoro SE.