Kamis, 07 Desember 2017

Microsoft Memanfaatkan Game Minecraft untuk Mengembangkan Kecerdasan Buatan


Microsoft-Minecraft---Screenshots-Featured
Setelah Google DeepMind mencuri perhatian kita dengan AlphaGo, kecerdasan buatan yang berhasil mengalahkan pemain Go terbaik dunia, kini Microsoft tidak ingin ketinggalan dalam ranah kecerdasan buatan dengan mengumumkan sebuah proyek penelitian. Uniknya, mereka menggunakan game sandbox Minecraft untuk melakukan penelitian tersebut.

Penelitian kecerdasan buatan menggunakan Minecraft ini menjadi nyata berkat platform bernama Project AIX yang dikembangkan oleh Katja Hoffman. Ia mendapatkan ide untuk menjadikan Minecraft sebagai tempat melatih kecerdasan buatan setelah melihat platform lain yang hanya mengetes AI buatannya dengan menggunakan game simpel dan kurang menantang.
Minecraft | Screenshot
Diberitakan dalam blog resminya, para ilmuwan komputer di Microsoft menghabiskan hari-harinya membuat karakter dalam Minecraft agar dapat mendaki sebuah bukit di dunia game. Tugas para ilmuwan Microsoft tidak semudah kelihatannya, karena karakter yang mereka buat tidak boleh diprogram secara spesifik untuk naik ke bukit, melainkan mempelajari sendiri cara untuk sampai ke puncak.
Minecraft dinilai sebagai game ideal untuk membantu para ilmuwan melatih kecerdasan buatan. Konsep open-world yang sangat luas dengan berbagai kemungkinan yang mendekati dunia nyata di dalamnya dirasa tepat untuk mengasah kemampuan kecerdasan buatan. Terutama dalam mempelajari keadaan sekitar, mengambil keputusan yang cukup kompleks, mengetahui tujuan, dan memahami konsekuensi.
Kecerdasan buatan dalam Project AIX akan diprogram untuk mulai mempelajari segalanya dari nol, seperti orang yang baru pertama kali memainkan MinecraftKreasi tidak terbatas yang ada dalam Minecraft dapat membuat kecerdasan buatan lebih bebas diprogram seperti apapun, mulai dari sekadar jalan-jalan, mencari harta karun, hingga membangun struktur bangunan bersama tim.
Microsoft-Minecraft---Screenshots-2
Penggunaan Minecraft untuk melatih kecerdasan artifisial ini juga menguntungkan dari segi finansial dan waktu. Jika peneliti membuat robot sungguhan yang memiliki kecerdasan buatan, melatihnya di dunia nyata, lalu terjadi kegagalan, maka akan cukup banyak uang dan waktu yang dikeluarkan untuk memperbaikinya. Sedangkan dalam Minecraft, tidak jadi masalah ketika berkali-kali ia jatuh ke lava atau tercebur ke dalam sungai.
Tim peneliti Microsoft berharap dengan mengasah kemampuan bekerja sama, nantinya kecerdasan artifisial akan dapat membantu manusia dalam menyelesaikan tugas-tugas kompleks di dunia nyata. Tujuan utama Project AIX, menurut Hoffman, selain digunakan untuk penelitian Microsoft, juga diharapkan bisa membantu peneliti kecerdasan arifisial lainnya.
Project AIX akan dibuka tengah tahun 2016 dengan lisensi open-source agar dapat diakses secara luas oleh para peneliti kecerdasan buatan yang ingin berlatih menggunakan Minecraft. Semoga Project AIX dapat memacu semangat para peneliti untuk menciptakan inovasi kecerdasan artifisial yang berguna bagi manusia nantinya.