Senin, 27 November 2017

Ingin Merevolusi Distribusi Uang Tunai dengan ATM, Startup Ini Raih Pendanaan Seri A

SoCash | Featured
Founder
:
 Hari Sivan
Industri: fintech
Status pendanaan: meraih pendanaan Seri A dari Vertex Ventures dengan jumlah yang tidak disebutkan
  • SoCash sendiri merupakan layanan yang bisa mengubah sebuah toko biasa menjadi tempat untuk mengambil dan mentransfer uang tunai ke rekening bank.
  • Saat ini, mereka mengaku telah bekerja sama dengan Standard Chartered Bank Singapura. Lewat kerja sama tersebut, mereka berhasil menambah empat ratus cash point tambahan.
button ulasan startup

Pada bulan Agustus 2014 silam, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo resmi mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai. Masyarakat tanah air diharapkan bisa meninggalkan transaksi dengan uang tunai secara bertahap, dan beralih menjadi komunitas nontunai (cashless society).

Itulah mengapa dalam beberapa tahun terakhir BI gencar mendorong sistem pembayaran elektronik di berbagai fasilitas umum, seperti Transjakarta Busway hingga jalan tol. Mereka bahkan memberikan penghargaan kepada layanan pembayaran milik GO-JEK, yaitu GO-PAY, yang dianggap bisa mengajak banyak masyarakat untuk beralih dari uang tunai.
Namun Hari Sivan, mantan banker di DBS Bank, mempunyai pendapat yang berbeda. Meski saat ini tengah membangun pengalaman di bidang pembayaran digital, namun ia percaya bahwa uang tunai masih akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama.
“Uang tunai adalah metode pembayaran yang sangat efektif. Transaksi bisa langsung selesai, tanpa biaya tambahan, dan bisa diterima di mana pun. Di negara maju seperti Singapura sendiri, penarikan uang tunai di ATM bisa terjadi delapan puluh juta kali dalam seminggu,” jelas Sivan.
Angka tersebut memang tidak banyak mengalami perubahan, karena populasi Singapura yang tidak bertumbuh, dan hampir semua orang di sana memiliki rekening bank. Namun di negara berkembang seperti Indonesia dan Thailand, di mana ada banyak orang yang belum terhubung dengan layanan bank, cashless society mungkin baru bisa terbentuk beberapa dekade ke depan menurut Sivan.
Hal itulah yang kemudian mendorong Sivan untuk membangun sebuah startup yang bisa merevolusi cara bank dalam mengedarkan uang tunai. Startup yang ia dirikan di Singapura tersebut ia beri nama SoCash.

Raih pendanaan Seri A untuk masuk ke Indonesia

SoCash | Screenshot
SoCash sendiri merupakan layanan yang bisa mengubah sebuah toko biasa menjadi tempat untuk mengambil dan mentransfer uang tunai ke rekening bank. Serupa dengan Kudo, mereka pun menyiapkan sebuah aplikasi mobile khusus yang bisa digunakan pemilik toko untuk melakukan transaksi.
Layanan ini menurut Sivan bisa menjadi alternatif dari jaringan ATM, yang membutuhkan biaya perawatan cukup mahal. Di sisi lain, layanan ini juga bisa menjadi tambahan pemasukan bagi pemilik toko karena akan ada komisi untuk setiap transaksi yang terjadi.
Saat ini, mereka mengaku telah bekerja sama dengan Standard Chartered Bank Singapura. Lewat kerja sama tersebut, mereka berhasil menambah empat ratus cash point tambahan.
Pada tanggal 31 Oktober 2017 ini SoCash mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri A dengan jumlah yang tidak disebutkan dari Vertex Ventures, yang merupakan investor dari Grab. Sebelumnya, mereka juga telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) pada bulan Juli 2016 yang lalu, dan investasi lain di bulan Maret 2017.
Dana segar terbaru ini rencananya akan mereka gunakan untuk mengembangkan tim dan memperluas operasional mereka ke negara baru, terutama Indonesia.

Incar toko selain Alfamart dan Indomaret

Indomaret Toko
Di Indonesia sendiri, kamu telah bisa menarik uang dari BCA atau Bank Mandiri di Alfamart dan Indomaret. Namun menurut Sivan, hal tersebut hanya bisa berjalan di toko retail besar.
“Layanan ini mungkin akan berfungsi di Alfamart dan Indomaret, namun bagaimana dengan toko-toko selain itu? Mereka tidak mempunyai mesin kasir (Point of Sale), dan SoCash bisa membantu mereka terhubung dengan bank serta menjadi lokasi cash point,” jelas Sivan.
Tak hanya itu, SoCash juga bisa membantu bank untuk memberikan pelatihan kepada para kasir di toko, agar mereka bisa mengerti sistem tersebut dengan baik.
Menurut Sivan, mereka adalah alternatif dari operator uang tunai tradisional dan perusahaan keamanan yang berkeliling mengisi uang di ATM dengan kendaraan khusus dan senjata. Selama empat puluh tahun terakhir, operator tradisional tersebut seperti tidak mempunyai pesaing yang berarti.
SoCash pun harus bersaing dengan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijalankan oleh beberapa bank tanah air. Layanan tersebut memungkinkan toko-toko kecil untuk menjalankan beberapa aktivitas perbankan. Menarik untuk ditunggu bagaimana SoCash bisa berkembang di tanah air nantinya.
(Diedit oleh Septa Mellina)
sumber